Penyerapan Belanja APBNP 2008 Baru 50,7% per September
Minggu, 05/10/2008 17:10 WIB
Penjelasan RAPBN 2009 (Foto: dok detikcom)
Jakarta - Penyerapan anggaran belanja pemerintah diperkirakan hanya akan mencapai 92% dari anggaran belanja pemerintah pada APBN-P 2008. Hingga September 2008, penyerapan anggaran belanja APBN-P 2008 baru 50,7%.
Hal ini dikatakan oleh Menko Perekonomian sekaligus Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam jumpa pers usai rapat koordinasi dengan menteri-menteri bidang ekonomi di Graha Sawala Gedung Depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Minggu (5/10/2008).
"Pada 5 tahun terakhir, rata-rata anggaran belanja Kementerian/Lembaga yang bisa diserap adalah 92%, artinya keseluruhan anggaran belanja ada yang tidak terserap," ujarnya.
Ia menjelaskan, penyerapan belanja pemerintah sampai Agustus 2008 baru terserap 42,5%, pada September mencapai 50,7% atau lebih baik dari September 2007 yang sebesar 45,4%. Pada Oktober penyerapan belanja ditargetkan mencapai 59,7%, November ditargetkan 68,5% dan pada Desember 2008 ditargetkan 92%.
Untuk defisit APBN, Sri Mulyani menjelaskan bahwa pemerintah kemungkinan akan sulit menutupnya melalui penerbitan Surat Utang Negara (SUN) terkait krisis sektor finansial yang sedang melanda dunia.
"Kita tahu pasar saat ini makin konservatif karena situasi di AS. Pelaku pasar bertanya mengenai bailout yang disetujui 'will it (bailout) works?' Perilaku konservatif ini terlihat dari nilai tukar, yield surat utang dan harga saham yang mengalami tekanan," tuturnya.
Sri Mulyani mengatakan di tengah situasi ekonomi global yang guncang saat ini, ekspor Indonesia ke negara maju akan mengalami revisi ke bawah dan impor juga akan tinggi sehingga terjadi defisit neraca pembayaran.
"Akan tetapi APBN 2008 bisa diselesaikan cukup baik artinya pembiayaan defisit bisa dikompensasi karena anggaran belanja memang tidak seluruhnya diserap," ujarnya.
Untuk 2009, Sri Mulyani mengatakan defisit yang sebesar 1,7% pada RAPBN 2009 akan diusahakan ditekan lebih rendah menjadi 1,5%. Bahkan kemungkina bisa ditekan di bawah 1,3%.
"Pemerintah akan mengurangi ketergantungan pembiayaan defisit pada instrumen yang berhubungan dengan market, seperti melalui pinjaman multilateral," katanya.
Sementara itu, Dirjen Pengelolaan Utang Depkeu Rahmat Waluyanto mengatakan untuk rencana penerbitan sukuk global di tahun ini yang rencananya akhir Oktober 2008, pemerintah masih menunggu kondisi pasar.
"Sukuk global karena sudah direncanakan dan masih banyak ditunggu, kita masih tunggu kondisi pasar. Jumlahnya kita lihat karena kita belum masuk pasar," jelasnya.
(dnl/qom)
Hal ini dikatakan oleh Menko Perekonomian sekaligus Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam jumpa pers usai rapat koordinasi dengan menteri-menteri bidang ekonomi di Graha Sawala Gedung Depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Minggu (5/10/2008).
"Pada 5 tahun terakhir, rata-rata anggaran belanja Kementerian/Lembaga yang bisa diserap adalah 92%, artinya keseluruhan anggaran belanja ada yang tidak terserap," ujarnya.
Ia menjelaskan, penyerapan belanja pemerintah sampai Agustus 2008 baru terserap 42,5%, pada September mencapai 50,7% atau lebih baik dari September 2007 yang sebesar 45,4%. Pada Oktober penyerapan belanja ditargetkan mencapai 59,7%, November ditargetkan 68,5% dan pada Desember 2008 ditargetkan 92%.
Untuk defisit APBN, Sri Mulyani menjelaskan bahwa pemerintah kemungkinan akan sulit menutupnya melalui penerbitan Surat Utang Negara (SUN) terkait krisis sektor finansial yang sedang melanda dunia.
"Kita tahu pasar saat ini makin konservatif karena situasi di AS. Pelaku pasar bertanya mengenai bailout yang disetujui 'will it (bailout) works?' Perilaku konservatif ini terlihat dari nilai tukar, yield surat utang dan harga saham yang mengalami tekanan," tuturnya.
Sri Mulyani mengatakan di tengah situasi ekonomi global yang guncang saat ini, ekspor Indonesia ke negara maju akan mengalami revisi ke bawah dan impor juga akan tinggi sehingga terjadi defisit neraca pembayaran.
"Akan tetapi APBN 2008 bisa diselesaikan cukup baik artinya pembiayaan defisit bisa dikompensasi karena anggaran belanja memang tidak seluruhnya diserap," ujarnya.
Untuk 2009, Sri Mulyani mengatakan defisit yang sebesar 1,7% pada RAPBN 2009 akan diusahakan ditekan lebih rendah menjadi 1,5%. Bahkan kemungkina bisa ditekan di bawah 1,3%.
"Pemerintah akan mengurangi ketergantungan pembiayaan defisit pada instrumen yang berhubungan dengan market, seperti melalui pinjaman multilateral," katanya.
Sementara itu, Dirjen Pengelolaan Utang Depkeu Rahmat Waluyanto mengatakan untuk rencana penerbitan sukuk global di tahun ini yang rencananya akhir Oktober 2008, pemerintah masih menunggu kondisi pasar.
"Sukuk global karena sudah direncanakan dan masih banyak ditunggu, kita masih tunggu kondisi pasar. Jumlahnya kita lihat karena kita belum masuk pasar," jelasnya.
(dnl/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 17:04 WIB
PNS Tak Habis Akal 'Bobol' Anggaran Perjalanan Dinas
-
Kamis, 24/05/2012 16:15 WIB
Tolak Peraturan Jero Wacik, Pekerja Tambang Curhat Soal Perceraian
-
Kamis, 24/05/2012 16:10 WIB
Investor Buru Saham Jelang Penutupan, IHSG Naik Tipis
-
Kamis, 24/05/2012 15:58 WIB
Akhirnya, Gas dari Papua Bisa Dinikmati Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 15:44 WIB
Ini Isi Surat Lengkap Investor Tol ke SBY
-
Kamis, 24/05/2012 15:44 WIB
Ini Isi Surat Lengkap Investor Tol ke SBY
-
Kamis, 24/05/2012 15:35 WIB
Pekerja Tambang 'Panas' Aturan Jero Wacik Timbulkan Ancaman PHK
-
Kamis, 24/05/2012 14:38 WIB
Rugi Rp 330 Miliar Gara-gara Saham Facebook, Broker Minta Ganti Rugi
-
Kamis, 24/05/2012 15:58 WIB
Akhirnya, Gas dari Papua Bisa Dinikmati Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 14:27 WIB
Pekerja Tambang 'Panas' Hanya Ditemui oleh 4 Anggota DPR
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
32 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
