detikfinance

Bursa Saham Asia Keteteran

Irna Gustia - detikfinance
Selasa, 07/10/2008 08:46 WIB
(Foto: Reuters)
Jakarta - Bursa saham di Asia terus keteteran menghadapi serangan krisis finansial global. Pasar saham di Jepang, Korea Selatan, Taiwan, Singapura langsung melumer dalam pembukaan perdagangan Selasa (7/10/2008).

Bursa saham Jepang dengan indeks Nikkei-225 dibuka jatuh 5% dalam 30 menit perdagangannya karena ketakutan investor akan krisis finansial yang masih akan berlangsung lama. Indeks Nikkei turun 556,88 poin atau 5,32% menjadi 9.916,21 yang merupakan terendah di bawah 10.000 sejak Desember 2003.

Indeks Taiwan turun 2,8% atau 152,80 poin ke posisi 5.352,90 dalam pembukaan transaksinya. Indeks Singapura atau Straits Times Index juga turun 30,21 poin atau 1,39% menjadi 2.138,11.

Bursa saham Korea KOSPI juga tak luput dari pelemahan yang dibuka turun 17,83 poin (1,3%) menjadi 1.340,92. Sedangkan bursa saham Hang Seng di Hong Kong selamat dari kejatuhan karena hari libur nasional pada Selasa ini.

Begitu pula dengan bursa saham China, minus Hang Seng yang sedang libur, ikut rontok. Indeks saham Shanghai dibuka turun 3,34% atau 72,65 poin ke posisi 2.101,09. Sedangkan indeks Shenzen turun 3,07% atau 19,07 poin ke posisi 601,68.

Sementara bursa saham di seberang benua Asia yakni Australia, yang pembukaan perdagangannya hampir bersamaan dengan pasar Asia, juga ikut melemah. Indeks S&P/ASX200 turun 2,1% atau 94,4 poin ke level 4.446.

"Pasar masih panik karena cemas krisis ini akan semakin dalam," kata ekonom dari St George Bank di Australia seperti dilansir dari AFP, Selasa (7/10/2008).

Pelaku pasar di Australia hari ini tengah menunggu hasil rapat bulanan bank sentral apakah akan menaikkan suku bunga untuk meredam tingkat inflasi domestiknya.

Upaya penalangan dana dari berbagai bank sentral dunia belum mampu menutup kecemasan pelaku pasar. Investor justru berduyun-duyun mencairkan dananya karena khawatir akan kesulitan likuiditas.


(ir/ir)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.