detikfinance

Sesi Siang

Rupiah dan IHSG Masih Tersungkur

Irna Gustia - detikfinance
Selasa, 07/10/2008 12:16 WIB
(Foto: Indro-detikFinance)
Jakarta - Gejolak pasar finansial global terus berlanjut. Rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih saja tersungkur di level yang tidak aman meski pelemahannya mulai tertahan.

Pada perdagangan saham sesi I, Selasa (7/10/2008) IHSG anjlok 27,808 poin (1,69%) menjadi 1.620,931.

Sedangkan rupiah pada perdagangan valas pukul 12.00 WIB turun 305 poin ke level 9.590 per dolar AS. Rupiah pada sesi pagi sempat melemah hingga 9.700 per dolar AS.

Meski masih terus terpuruk, pelemahan IHSG sudah mulai tertahan. Di Bursa Efek Indonesia, tertahannya pelemahan IHSG karena disuspensinya saham-saham grup Bakrie yang selama ini menjadi motor penggerak indeks.

Sementara bursa saham Asia yang Selasa pagi tadi keteteran pada sesi siang ini sebagian mulai rebound. Bursa Asia yang sudah rebound adalah Seoul naik 0,47%, KOSPI naik 0,83%, STI Singapura naik 2,45% dan Taiwan naik 0,18%. Sedangkan bursa saham Nikkei masih melemah 2,13% dan Shanghai turun 1,66%.

Perdagangan saham sesi siang berlangsung tipis yang mencatat transaksi sebanyak 11.496 kali, dengan volume 438,8 juta saham, senilai Rp 498,2 miliar. Sebanyak 24 saham naik, 77 saham turun dan 25 saham stagnan.

Saham-saham yang turun harganya antara lain, Bank Internasional Indonesia (BNII) turun Rp 5 menjadi Rp 430, United Tractors (UNTR) turun Rp 150 menjadi Rp 7.250, Medco Energi Internasional (MEDC) turun Rp 225 menjadi Rp 2.775, dan Indosat (ISAT) turun Rp 50 menjadi Rp 5.450.

Pasar masih cemas terhadap kelanjutan krisis di AS yang bisa ikut menyedot likuiditas di Indonesia dan membuat kering pasar modal.


(ir/ddn)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.