detikfinance

Krisis di AS Turunkan Harga Minyak Indonesia

Dadan Kuswaraharja - detikfinance
Selasa, 07/10/2008 12:58 WIB
Foto: Alih-detikFinance
Jakarta - Ambruknya perusahaan keuangan di AS dan penurunan harga minyak mentah di pasar internasional mengakibatkan penurunan harga rata-rata minyak mentah Indonesia (ICP) selama September menjadi US$ 99,06 per barel.

Angka ini berarti turun US$ 16,50 per barel dari Agustus yang mencapai US$ 115,56 per barel.

Demikian disampaikan Tim Harga Minyak Indonesia seperti dikutip situs Ditjen Migas, Selasa (7/10/2008).

Penurunan harga minyak juga dipengaruhi oleh pengambilalihan perusahaan pembiayaan perumahan Fannie Mae dan Freddie Mac oleh pemerintah AS, bangkrutnya Lehman Brothers, penjualan Merril Lynch kepada Bank of America dan masalah keuangan yang dialami American International Group (AIG).

Faktor lain juga berpengaruh adalah melemahnya pertumbuhan ekonomi dunia terutama AS yang ditandai dengan meningkatnya tingkat pengangguran menjadi 6,1% pada akhir Agustus 2008 (tertinggi dalam 5 tahun terakhir). Serta Eropa di mana terjadi pemangkasan perkiraan pertumbuhan zona euro untuk 2008 dan 2009 oleh Bank Sentral Eropa serta Asia.

"Melemahnya tingkat konsumsi minyak AS mencapai tingkat terendah dalam 5 tahun terakhir dan rendahnya tingkat pengolahan kilang minyak di AS dalam bulan September yang hanya mencapai 66,7% dari kapasitas total," kata Tim Harga.

Selain itu, dampak badai Ike terhadap fasilitas produksi migas di Teluk Meksiko dan kilang-kilang di kawasan Gulf Coast yang tidak mengakibatkan kerusakan signifikan seperti perkiraan sebelumnya dan relatif tingginya minyak mentah OPEC yang melebihi kuota produksi yang telah ditetapkan yaitu sebesar 29,67 juta barel per hari.

Sementara untuk kawasan Asia Pasifik, penurunan harga minyak juga disebabkan oleh menurunnya pengolahan minyak mentah sejumlah kilang di Jepang lantaran penghentian sementara pengoperasian unit CDU untuk perbaikan berkala.

Selengkapnya harga rata-rata minyak mentah utama di pasar internasional selama September, sebagai berikut:

  • WTI (Nymex) turun US$ 12,77 per barel dari US$ 116,69 menjadi US$ 103,92 per barel.
  • Brent (IPE) turun US$ 14,33 per barel dari US$ 115,24 menjadi US$ 100,91 per barel.
  • Tapis (Platts) turun US$ 17,41 per barel dari US$ 124,40 menjadi US$ 106,99 per barel.
  • Basket OPEC turun US$ 15,04 per barel dari US$ 112,41 menjadi US$ 97,37 per barel.


(ddn/ir)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.