Berita Lain
-
Rabu, 23/05/2012 12:03 WIB
Bank Dunia Anggap Utang RI Rp 1.903 Triliun Masih Taraf Aman -
Rabu, 23/05/2012 10:37 WIB
Eropa Krisis, Asia Timur dan Pasifik Harus Kurangi Ketergantungan Ekspor -
Rabu, 23/05/2012 09:15 WIB
Laporan dari Kazakhstan
Waspadai Krisis Eropa, Hatta: Banyak Bekerja, Jangan Berpolemik -
Rabu, 23/05/2012 07:29 WIB
Laporan dari Kazakhstan
Hatta: Penyatuan Zona Waktu, PNS Bakal Kerja Jam 07.00 -
Selasa, 22/05/2012 19:26 WIB
Waralaba yang Asli akan Memiliki Logo Khusus -
Selasa, 22/05/2012 19:11 WIB
Produk Impor di Rak-rak Toko Ritel akan Dibatasi
Indeks Berita
Rumor Saham
Private Placement , AISA Menuju Rp 800?
Saham PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) dikabarkan akan dikerek ke level Rp 800 dalam waktu dekat. Beredar kabar, perseroan akan genjot modal....
0 Komentar | Balas Tanggapan
0 Komentar | Balas Tanggapan
Peluang Usaha
Bagaimana Menimbang Risiko dalam Memulai Bisnis?
Setidaknya ada tiga hal penghalang utama seseorang untuk memulai usaha, yaitu terlalu banyak rencana, menunggu moment yang pas dan takut menghadapi risiko bisnis.
Sosok Dan Peristiwa
Pengalaman Pertama Hatta Rajasa Makan Daging Kuda
Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa untuk pertama kali mencicipi kuliner khas Asia Tengah yakni daging kuda. "Rasanya gimana gitu," kata Hatta.
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 469.000
-
Rp 2,796.000
Forum Finance register | login
Thread Pilihan
Selasa, 22/05/2012 14:44 WIB
Dahlan Iskan Menegaskan Tak Akan Beri Modal ke Merpati
Posted by: kaptenDF
Selasa, 07/10/2008 15:40 WIB
Cegah Krisis 1998, Pasar Diminta Jangan Panik
Bagus Kurniawan - detikFinance
Foto: Reuters
Demikian disampaikan pakar ekonomi Universitas Gadjah Mada (UGM) Dr Sri Adiningsih kepada wartawan di kampus UGM, Bulaksumur, Yogyakarta, Selasa (7/10/2008).
"Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) harus mengambil kebijakan yang serba cepat dan tepat serta perlunya memberikan keyakinan pada pelaku ekonomi agar tidak menimbulkan kepanikan di masyarakat dan pasar," katanya.
Apabila masyarakat panik terhadap isu krisis ekonomi katanya, dikhawatirkan akan menimbulkan dampak krisis sektor finansial. Krisis itu ditandai adanya instabilitas ekonomi dengan melemahnya nilai tukar rupiah, menurunnya harga produk primer dan pengalihan uang ke luar negeri.
Menurut dia yang perlu dilakukan adalah meminimalkan dampak negatif yang muncul. Potensi pasar yang besar seperti di Indonesia bila terjadi kepanikan akan berdampak lebih besar. "Rupiah akan melemah dengan tajam, akhirnya akan merusak perekonomian nasional," ungkap staff pengajar Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) itu.
Dia mengatakan di tengah kondisi kebijakan fiskal dari BI yang terbatas dan kondisi keuangan pemerintah yang juga terbatas, membuat langkah otoritas perekonomian juga semakin terbatas.
Pemerintah saat ini sedang menghadapi kerapuhan dalam menjalankan kebijakan ekonominya karena menggunakan dana cadangan devisa yang berlaku untuk jangka pendek. Apabila terjadi kepanikan, maka akan menimbulkan sumber kerawanan ekonomi yang cukup serius. Perekonomian nasional pun akan berada pada posisi yang sulit.
"Karena itu yang mendesak untuk dilakukan pemerintah adalah melakukan antisipasi berbagai kemungkinan," ujarnya.
Dia menyarankan pemerintah dan BI lebih fokus melakukan stabilitas ekonomi makro dalam menjaga perekonomian nasional. Langkah ini sangat penting sebagai langkah jangka pendek untuk mencegah irasionalitas pasar keuangan serta menghidari pengalihan uang ke luar negeri.
"Saat ini potensi nilai rupiah melemah cukup besar sekali, karena IHSG turun hingga sepuluh persen. Jika ini melemah lagi akan mempengaruhi perekonomian kita, sebab kita tahu orang Indonesia yang berduit pasti akan memindahkan uangnya ke luar negeri," pungkas dia.
(bgs/lih)
Ketik REG FIN kirim ke 3845 (khusus pelanggan Indosat Rp.1300/hari)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga :
Komentar terkini (0 Komentar) ·
Follower Komentar
Berita Terpopuler
-
Rabu, 23/05/2012 12:40 WIB
Kekayaan 5 Konglomerat Ini Raib Gara-gara Saham Anjlok -
Rabu, 23/05/2012 11:42 WIB
Laporan dari Kazakhstan
Kisah Awal SBY Kepincut Mobil Hybrid -
Rabu, 23/05/2012 12:17 WIB
Laporan dari Kazakhstan
Sebelum Produksi di RI, Toyota Ingin Impor Banyak Mobil Hybrid -
Rabu, 23/05/2012 12:10 WIB
Sesi I
Yunani Bersiap Hengkang dari Uni Eropa, IHSG Jatuh 55 Poin -
Rabu, 23/05/2012 12:30 WIB
Bank Dunia: BBM Subsidi RI Dikonsumsi Masyarakat Kelas Atas
Komentar Terpopuler
-
Rabu, 23/05/2012 - 08:35
PNS Tak Puas Gaji Cuma Naik 7% -
Senin, 21/05/2012 - 13:58
Ingin Hidup Enak, PNS Harus Produktif -
Rabu, 23/05/2012 - 09:04
Wagub Kaltim: Harapkan PLN, Sampai Kiamat Nggak Bakal Teraliri Listrik -
Rabu, 23/05/2012 - 04:16
Duh, Gaji PNS Cuma Naik 7% di 2013 -
Rabu, 23/05/2012 - 12:05
Berhasil Jaga Inflasi, Jokowi Dapat Penghargaan SBY dan BI
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com







Sending your message
.gif)



