Pemerintah Dukung KPK Sidik BUMN
Selasa, 07/10/2008 17:23 WIB
Foto: Dok detikcom
Jakarta - Kementrian Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyambut baik rencana Komisi Pemberantasan Korupsi menyidik salah satu perusahaan negara. Kementrian pun ternyata sudah lama geram atas banyaknya masalah yang melilit BUMN-BUMN.
Hal tersebut diungkapkan Sekretaris Kementrian BUMN M. Said Didu ketika ditemui di Gedung Garuda, Selasa (7/10/2008).
"Kalau memang ada BUMN yang bermasalah, kami sambut baik semua upaya yang dilakukan oleh KPK. Tapi saya belum tahu baik nama direksi maupun BUMN-nya," tuturnya.
Sebelumnya, Ketua KPK Antasari Azhar menyatakan akan segera mengumumkan penyidikan terhadap salah satu BUMN pada 9 Oktober. Namun ia menolak untuk menjelaskan BUMN mana yang menjadi sasaran ataupun apa kasus yang terkait.
Said melanjutkan, sebenarnya Kementrian BUMN sudah lama meminta bantuan KPK untuk membereskan berbagai masalah di tubuh BUMN, terutama masalah aset-aset BUMN yang selama ini digerogoti oleh pihak lain. Akibatnya, negara pun dirugikan cukup besar akibat masalah-masalah yang tidak terselesaikan sampai sekarang.
"Aset BUMN yang saat ini diambil oleh pihak lain itu jumlahnya ribuan, bahkan ratusan ribu," ungkapnya.
Salah satu contoh kerugian yang ia sebutkan adalah banyaknya rumah dinas milik PTPN yang dikuasai oleh mantan karyawannya, sehingga pemerintah harus menyewa lahan baru untuk rumah dinas karyawan yang masih aktif.
"Rumah dinas yang dikuasai itu banyaknya sekitar 10.000, sedangkan pemerintah harus mencari lahan untuk 9.000 rumah dinas baru. Bayangkan saja berapa uang yang harus dikeluarkan. Belum lagi tambahan pajak bumi dan bangunannya yang harus dibayar pemerintah tiap tahun untuk seluruh rumah dinas tersebut," tuturnya.
Dengan itu ia menghimbau kepada pihak-pihak yang selama ini merasa menempati aset BUMN agar segera mengembalikan kepada pemerintah. Sebab jika dibiarkan berlarut-larut kerugian negara akan semakin besar.
"Kami minta untuk segera mengembalikan aset-aset tadi jangan sampai menunggu KPK bertindak," pungkasnya.
(ang/lih)
Hal tersebut diungkapkan Sekretaris Kementrian BUMN M. Said Didu ketika ditemui di Gedung Garuda, Selasa (7/10/2008).
"Kalau memang ada BUMN yang bermasalah, kami sambut baik semua upaya yang dilakukan oleh KPK. Tapi saya belum tahu baik nama direksi maupun BUMN-nya," tuturnya.
Sebelumnya, Ketua KPK Antasari Azhar menyatakan akan segera mengumumkan penyidikan terhadap salah satu BUMN pada 9 Oktober. Namun ia menolak untuk menjelaskan BUMN mana yang menjadi sasaran ataupun apa kasus yang terkait.
Said melanjutkan, sebenarnya Kementrian BUMN sudah lama meminta bantuan KPK untuk membereskan berbagai masalah di tubuh BUMN, terutama masalah aset-aset BUMN yang selama ini digerogoti oleh pihak lain. Akibatnya, negara pun dirugikan cukup besar akibat masalah-masalah yang tidak terselesaikan sampai sekarang.
"Aset BUMN yang saat ini diambil oleh pihak lain itu jumlahnya ribuan, bahkan ratusan ribu," ungkapnya.
Salah satu contoh kerugian yang ia sebutkan adalah banyaknya rumah dinas milik PTPN yang dikuasai oleh mantan karyawannya, sehingga pemerintah harus menyewa lahan baru untuk rumah dinas karyawan yang masih aktif.
"Rumah dinas yang dikuasai itu banyaknya sekitar 10.000, sedangkan pemerintah harus mencari lahan untuk 9.000 rumah dinas baru. Bayangkan saja berapa uang yang harus dikeluarkan. Belum lagi tambahan pajak bumi dan bangunannya yang harus dibayar pemerintah tiap tahun untuk seluruh rumah dinas tersebut," tuturnya.
Dengan itu ia menghimbau kepada pihak-pihak yang selama ini merasa menempati aset BUMN agar segera mengembalikan kepada pemerintah. Sebab jika dibiarkan berlarut-larut kerugian negara akan semakin besar.
"Kami minta untuk segera mengembalikan aset-aset tadi jangan sampai menunggu KPK bertindak," pungkasnya.
(ang/lih)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 17:15 WIB
8 IPO Perusahaan Teknologi yang Gagal
-
Kamis, 24/05/2012 17:04 WIB
PNS Tak Habis Akal 'Bobol' Anggaran Perjalanan Dinas
-
Kamis, 24/05/2012 16:15 WIB
Tolak Peraturan Jero Wacik, Pekerja Tambang Curhat Soal Perceraian
-
Kamis, 24/05/2012 16:10 WIB
Investor Buru Saham Jelang Penutupan, IHSG Naik Tipis
-
Kamis, 24/05/2012 15:58 WIB
Akhirnya, Gas dari Papua Bisa Dinikmati Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 15:44 WIB
Ini Isi Surat Lengkap Investor Tol ke SBY
-
Kamis, 24/05/2012 15:35 WIB
Pekerja Tambang 'Panas' Aturan Jero Wacik Timbulkan Ancaman PHK
-
Kamis, 24/05/2012 14:38 WIB
Rugi Rp 330 Miliar Gara-gara Saham Facebook, Broker Minta Ganti Rugi
-
Kamis, 24/05/2012 15:58 WIB
Akhirnya, Gas dari Papua Bisa Dinikmati Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 14:27 WIB
Pekerja Tambang 'Panas' Hanya Ditemui oleh 4 Anggota DPR
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
32 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
