detikfinance

Pasar Saham AS Cuma Batuk, RI Muntah Darah

Irna Gustia - detikfinance
Rabu, 08/10/2008 13:30 WIB
Foto: Reuters
Jakarta - Kondisi pasar modal Indonesia benar-benar miris terseret krisis finansial global yang dipicu Amerika. Pasar saham Indonesia bahkan harus ditutup mendadak padahal pusat krisis di Wall Street tidak pernah menutup transaki sahamnya.

Otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI) memutuskan untuk menutup perdagangan saham pada sesi I mulai pukul 11.08 WIB karena hancurnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang anjlok hingga 10,38%.

Ketika perdagangan saham ditutup pukul 11.08 JATS, Rabu (8/10/2008) IHSG merosot tajam hingga 168,052 poin atau 10,38 persen ke posisi 1.451,669. Posisi IHSG ini merupakan terendah sejak September 2006.

"Situasi pasar saham kita benar-benar panik. Istilahnya Amerika yang batuk kita muntah darah," kata pengamat saham David Ferdinandus ketika dihubungi detikFinance, Rabu (8/10/2008).

David menilai kemungkinan ada alasan khusus dari otoritas bursa untuk menghentikan perdagangan karena kepanikan yang berlebihan di pasar.

Namun David malah khawatir penutupan bursa secara mendadak ini akan makin membuat investor panik karena tidak ada jaminan setelah disuspensi indeks tidak akan turun tajam lagi.

David mengakui pemerintah memang sudah berbuat banyak dengan melakukan antisipasi krisis. "Tapi kita ingin melihat aksi nyata yang menenangkan pasar seperti di AS dengan bailout-nya," kata David.

David juga mengaku kaget dengan tindakan BEI yang melakukan penutupan pasar secara mendadak karena ini di luar kebiasaan.

"Memang penutupan pasar saham seperti di Rusia itu biasa, tapi kan Rusia bukan kiblat kita. Wall Street saja tidak pernah disuspensi kecuali ada force majeur," katanya.

Krisis AS bermula dari macetnya kredit perumahan bergaransi rendah atau subprime motgage yang telah memakan korban perusahaan-perusahaan besar di AS. Pemerintah harus menasionalisasi Freddie Mac dan Fannie Mae yang merupakan bank penyalur kredit perumahan.

Pemerintah AS juga menyelamatkan Merrill Lynch melalui pembelian oleh Bank of Amerika. Sedangkan AIG diselematkan oleh pemerintah dengan mendapat kucuran dana dari the Fed.

Sedangkan Morgan Stanley dan Goldman Sachs berubah bisnisnya dari bank investasi menjadi bank komersial. Sedangkan Lehman Brothers membangkrutkan diri karena tidak ada pertolongan.

(ir/ddn)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.