Pasar Panik dan Tidak Rasional
Rabu, 08/10/2008 14:24 WIB
Foto: Indro-detikFinance
Jakarta - Otoritas bursa menutup sementara transaksi saham di Bursa Efek Indonesia. Hal ini terjadi karena kepanikan yang luar biasa.
"Kami hentikan dulu sementara transaksi bursa karena tingkat kepanikan dan irasionalitas pasar sudah demikian tingginya, oleh karena itu, suspensi dilakukan agar pasar bisa mencerna informasi dengan lebih tenang dan rasional," ujar Ketua Bapepam Fuad Rahmany.
Hal itu disampaikan Fuad dalam pesan singkat yang diterima detikFinance, Rabu (8/10/2008).
Fuad menambahkan bila pasar sudah sangat panik dan irasional, mekanisme pasar sudah tidak bisa lagi dibiarkan untuk mengendalikan harga pasar.
"Karena itu perlu dihentikan dulu sampai cukup waktu bagi pasar untuk mencerna informasi secara rasional dan tidak panik," ujarnya.
Dirut BEI Erry Firmansyah menambahkan kejatuhan indeks yang cukup dalam hari ini tidak diiringi dengan volume transaksi yang mencukupi. "Jadi bursa kita suspensi hari ini untuk menenangkan dan melihat lebih jauh," ujarnya.
Irasionalitas pasar memang tidak hanya terjadi di bursa Indonesia. "Kalau kita lihat itu Singapura dan Nikkei yang biasanya bertahan itu juga bergerak tidak rasional, melihat gejala ini kami mensuspensi sesi kedua," ujarnya.
(ddn/ir)
"Kami hentikan dulu sementara transaksi bursa karena tingkat kepanikan dan irasionalitas pasar sudah demikian tingginya, oleh karena itu, suspensi dilakukan agar pasar bisa mencerna informasi dengan lebih tenang dan rasional," ujar Ketua Bapepam Fuad Rahmany.
Hal itu disampaikan Fuad dalam pesan singkat yang diterima detikFinance, Rabu (8/10/2008).
Fuad menambahkan bila pasar sudah sangat panik dan irasional, mekanisme pasar sudah tidak bisa lagi dibiarkan untuk mengendalikan harga pasar.
"Karena itu perlu dihentikan dulu sampai cukup waktu bagi pasar untuk mencerna informasi secara rasional dan tidak panik," ujarnya.
Dirut BEI Erry Firmansyah menambahkan kejatuhan indeks yang cukup dalam hari ini tidak diiringi dengan volume transaksi yang mencukupi. "Jadi bursa kita suspensi hari ini untuk menenangkan dan melihat lebih jauh," ujarnya.
Irasionalitas pasar memang tidak hanya terjadi di bursa Indonesia. "Kalau kita lihat itu Singapura dan Nikkei yang biasanya bertahan itu juga bergerak tidak rasional, melihat gejala ini kami mensuspensi sesi kedua," ujarnya.
(ddn/ir)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 17:23 WIB
SCTV Rebut Hak Siar Liga Champions dari Hary Tanoe
-
Kamis, 24/05/2012 17:15 WIB
8 IPO Perusahaan Teknologi yang Gagal
-
Kamis, 24/05/2012 17:04 WIB
PNS Tak Habis Akal 'Bobol' Anggaran Perjalanan Dinas
-
Kamis, 24/05/2012 16:15 WIB
Tolak Peraturan Jero Wacik, Pekerja Tambang Curhat Soal Perceraian
-
Kamis, 24/05/2012 16:10 WIB
Investor Buru Saham Jelang Penutupan, IHSG Naik Tipis
-
Kamis, 24/05/2012 15:44 WIB
Ini Isi Surat Lengkap Investor Tol ke SBY
-
Kamis, 24/05/2012 15:35 WIB
Pekerja Tambang 'Panas' Aturan Jero Wacik Timbulkan Ancaman PHK
-
Kamis, 24/05/2012 14:38 WIB
Rugi Rp 330 Miliar Gara-gara Saham Facebook, Broker Minta Ganti Rugi
-
Kamis, 24/05/2012 15:58 WIB
Akhirnya, Gas dari Papua Bisa Dinikmati Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 14:27 WIB
Pekerja Tambang 'Panas' Hanya Ditemui oleh 4 Anggota DPR
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
32 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
