detikfinance

14 BUMN Awasi Krisis Global

Angga Aliya ZRF - detikfinance
Rabu, 08/10/2008 15:02 WIB
Foto: Angga-detikFinance
Jakarta - Pemerintah mengarahkan 14 BUMN untuk memperhatikan kondisi makro terkait situasi krisis keuangan global saat ini. Termasuk meminta berkoordinasi dengan Bank Indonesia mengenai kebutuhan dolar BUMN.

"Kami ingin mereka ikut memperhatikan, sehingga kebutuhan dolar AS oleh BUMN tidak mengganggu devisa," kata Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil di Gedung Garuda, Jakarta, Rabu (8/10/2008).

Sofyan, yang juga pelaksana tugas Menteri Keuangan ini telah memanggil sejumlah perusahaan pelat merah tersebut Selasa malam lalu.

Beberapa BUMN yang dipanggil diantaranya PT Pertamina (Persero), PT PLN (Persero), PT Timah Tbk, PT Aneka Tambang Tbk, PT Bukit Asam Tbk, PT Pupuk Kaltim, PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III, PTPN IV, PTPN V, PTPN VII.

Kementerian BUMN mengutamakan perhatian ekstra dilakukan oleh badan usaha yang banyak memiliki pendapatan dolar Amerika. "Serta memiliki proyek dengan pembiayaan menggunakan dolar AS," ujarnya.

la melanjutkan, sejauh ini sebagian besar badan usaha tersebut telah menempatkan simpanan dolar AS itu ke bank-bank domestik. "Jadi, sebagian besar sudah di Indonesia," pungkasnya.

(ang/ddn)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.