detikfinance

Pemerintah dan BI Belum Mampu Tenangkan Pasar

Dadan Kuswaraharja - detikfinance
Kamis, 09/10/2008 11:40 WIB
Foto: Indro-detikFinance
Jakarta - Pemerintah dan Bank Indonesia belum memberikan langkah konkret dalam menenangkan pasar. Upaya yang dilakukan pemerintah tidak memberikan sentimen positif bagi pasar.

Hal tersebut disampaikan pengamat pasar valuta asing Farial Anwar ketika dihubungi detikFinance, Kamis (9/10/2008).

"Kita hanya pasrah menunggu nasib, tidak ada upaya yang konkret dari pemerintah dan BI. Perintah Presiden SBY yang diumumkan kemarin itu, apa langkah konkretnya," ketusnya.

Baginya, belum ada langkah konkret yang diambil pemerintah dalam mengatasi aliran hot money yang merupakan salah satu biang anjloknya bursa.

"Yang ada malah himbauan mari kita gunakan produk dalam negeri, itu kan normatif banget, begitu saya baca perintahnya. Jadi enggak ada dampaknya ke pasar, tidak ada respons positif ke pasar," ujarnya.

Begitu pula dengan Bank Indonesia, Deputi Gubernur Senior BI Miranda Goeltom menurutnya ketika ditanya mengenai krisis ini selalu menjawab dengan normatif juga.

"Miranda menjawabnya tidak ada yang perlu dikhawatirkan, masih terkendali. Terus so what? Apa langkah konkret Anda," tanyanya.

Pemerintah jangan terlena dengan masuknya dana asing ke Sertifikat Bank Indonesia. Karena dana itu merupakan dana panas yang bisa langsung kembali ke luar.

Sebaiknya pemerintah melakukan upaya untuk meredam pembelian dolar secara masif di pasar antara lain dengan membatasi pembelian dolar. Atau minimal melakukan penahanan hot money seperti yang dilakukan negara tetangga Malaysia dan Thailand.

Di sana, lanjut Farial, dana hot money diharuskan mengendap selama 1 tahun. Jika dana itu keluar sebelum jangka waktu 1 tahun maka kena penalti. Indonesia dinilainya terlalu bebas dalam lintas devisa.

"Ini yang jadi problem bagi kita, problem rezim devisa bebas, kita jadi korban dari valas yang bebas," pungkasnya.

(ddn/ir)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.