Pembukaan Suspensi BEI akan Dibayangi Sedikit Tekanan Jual
Kamis, 09/10/2008 19:52 WIB
(Foto: Indro-detikFinance)
Jakarta - Pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Sesi I Jumat 10 Oktober 2008 diperkirakan masih akan mengalami tekanan jual yang akan berdampak pada penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Rebound IHSG masih menanti kedatangan investor-investor besar.
"Pada awal perdagangan Sesi I besok, kemungkinan besar IHSG masih akan mengalami tekanan jual yang tersisa sejak suspensi dua hari yang lalu," ujar analis PT BNI Securities, Muhammad Alfatih saat dihubungi detikFinance, Kamis (9/10/2008).
Meski demikian, pada perdagangan Sesi II besok, IHSG diperkirakan bakal memiliki potensi untuk bergerak naik, terutama jika melihat pergerakan indeks-indeks regional hari ini, Kamis (9/10/2008).
"Kalau kita lihat, indeks-indeks regional Eropa hari ini bergerak positif. Indeks regional Asia Pasifik memang masih beragam, namun sudah menunjukkan tanda-tanda positif," ujar Alfatih.
Dari 11 indeks regional di kawasan Asia Pasifik, bursa Hang Seng, Strait Times dan Seoul ditutup naik, sedangkan bursa Shanghai, BSE 30, Kuala Lumpur, Nikkei 225, NZSE 50, All Ordinaries dan Taiwan Weighted masih terkoreksi. Sementara 11 indeks regional Eropa bergerak naik, kecuali bursa Madrid yang masih terkoreksi tipis tidak sampai 0,5%. Pergerakan indeks regional Amerika masih menunggu pembukaan perdagangan malam nanti.
"Pergerakan positif ini merupakan reaksi positif terhadap dipangkasnya beberapa suku bunga bank sentral di kawasan Eropa dan Amerika. Untuk Indonesia, rencana intervensi pemerintah dengan meminta berbagai BUMN melakukan kelonggaran dalam melakukan buy back kita harapkan dapat memberikan sentiment positif pada pasar," ujar Alfatih.
Meski berpotensi bergerak naik, Alfatih memperkirakan support IHSG masih berada di level 1.400, dengan kisaran pergerakan IHSG di level 1500-1600. Menurut Alfatih, hal ini disebabkan IHSG masih menanti masuknya investor-investor besar untuk bisa bergerak naik signifikan.
"Kalau kita lihat kejatuhan IHSG kemarin, tampaknya masih banyak dibayangi tekanan jual. Sebab nilai transaksi kemarin tidak sampai Rp 1 triliun namun anjloknya bisa mencapai 10% lebih. Itu artinya investor-investor besar seperti institusi belum masuk secara besar-besaran. Kita harapkan besok akan ada momentum yang dapat mendorong mereka masuk," ujar Alfatih.
(dro/ir)
"Pada awal perdagangan Sesi I besok, kemungkinan besar IHSG masih akan mengalami tekanan jual yang tersisa sejak suspensi dua hari yang lalu," ujar analis PT BNI Securities, Muhammad Alfatih saat dihubungi detikFinance, Kamis (9/10/2008).
Meski demikian, pada perdagangan Sesi II besok, IHSG diperkirakan bakal memiliki potensi untuk bergerak naik, terutama jika melihat pergerakan indeks-indeks regional hari ini, Kamis (9/10/2008).
"Kalau kita lihat, indeks-indeks regional Eropa hari ini bergerak positif. Indeks regional Asia Pasifik memang masih beragam, namun sudah menunjukkan tanda-tanda positif," ujar Alfatih.
Dari 11 indeks regional di kawasan Asia Pasifik, bursa Hang Seng, Strait Times dan Seoul ditutup naik, sedangkan bursa Shanghai, BSE 30, Kuala Lumpur, Nikkei 225, NZSE 50, All Ordinaries dan Taiwan Weighted masih terkoreksi. Sementara 11 indeks regional Eropa bergerak naik, kecuali bursa Madrid yang masih terkoreksi tipis tidak sampai 0,5%. Pergerakan indeks regional Amerika masih menunggu pembukaan perdagangan malam nanti.
"Pergerakan positif ini merupakan reaksi positif terhadap dipangkasnya beberapa suku bunga bank sentral di kawasan Eropa dan Amerika. Untuk Indonesia, rencana intervensi pemerintah dengan meminta berbagai BUMN melakukan kelonggaran dalam melakukan buy back kita harapkan dapat memberikan sentiment positif pada pasar," ujar Alfatih.
Meski berpotensi bergerak naik, Alfatih memperkirakan support IHSG masih berada di level 1.400, dengan kisaran pergerakan IHSG di level 1500-1600. Menurut Alfatih, hal ini disebabkan IHSG masih menanti masuknya investor-investor besar untuk bisa bergerak naik signifikan.
"Kalau kita lihat kejatuhan IHSG kemarin, tampaknya masih banyak dibayangi tekanan jual. Sebab nilai transaksi kemarin tidak sampai Rp 1 triliun namun anjloknya bisa mencapai 10% lebih. Itu artinya investor-investor besar seperti institusi belum masuk secara besar-besaran. Kita harapkan besok akan ada momentum yang dapat mendorong mereka masuk," ujar Alfatih.
(dro/ir)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 17:23 WIB
SCTV Rebut Hak Siar Liga Champions dari Hary Tanoe
-
Kamis, 24/05/2012 17:15 WIB
8 IPO Perusahaan Teknologi yang Gagal
-
Kamis, 24/05/2012 17:04 WIB
PNS Tak Habis Akal 'Bobol' Anggaran Perjalanan Dinas
-
Kamis, 24/05/2012 16:15 WIB
Tolak Peraturan Jero Wacik, Pekerja Tambang Curhat Soal Perceraian
-
Kamis, 24/05/2012 16:10 WIB
Investor Buru Saham Jelang Penutupan, IHSG Naik Tipis
-
Kamis, 24/05/2012 17:04 WIB
PNS Tak Habis Akal 'Bobol' Anggaran Perjalanan Dinas
-
Kamis, 24/05/2012 15:44 WIB
Ini Isi Surat Lengkap Investor Tol ke SBY
-
Kamis, 24/05/2012 15:35 WIB
Pekerja Tambang 'Panas' Aturan Jero Wacik Timbulkan Ancaman PHK
-
Kamis, 24/05/2012 14:38 WIB
Rugi Rp 330 Miliar Gara-gara Saham Facebook, Broker Minta Ganti Rugi
-
Kamis, 24/05/2012 15:58 WIB
Akhirnya, Gas dari Papua Bisa Dinikmati Dalam Negeri
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
32 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
