Wall Street Kian Parah
Jumat, 10/10/2008 07:48 WIB
(Foto: Reuters)
New York - Berbagai upaya penyelamatan pasar saham finansial di AS belum mempan. Saham-saham di Wall Street malah mengalami penurunan kian parah hingga 679 poin yang merupakan terburuk sejak 5 tahun terakhir.
Seperti dilansir AFP, Jumat (10/10/2008), pada penutupan perdagangan saham Kamis waktu AS (9/10/2008) indeks Dow Jones merosot hingga 678,91 poin atau 7,33 persen ke posisi 8.579,19 yang merupakan level terendah dalam 5 tahun terakhir.
Indeks Nasdaq anjlok 95,21 poin atau 5,47 persen ke posisi 95,21 dan S&P 500 turun 75,02 poin atau 7,62 persen ke level 909,92.
Kejatuhan saham di Wall Street kali ini dipicu oleh kepanikan investor setelah adanya pernyaatan dari lembaga rating yang akan memangkas peringkat perusahaan otomotif terbesar di AS General Motors dan Ford. Investor khawatir dampak dari penurunan rating ini adalah imbas dari ketatnya kredit dalam perekonomian AS yang tengah dilanda krisis.
Standard & Poor's Ratings Services mengatakan General Motors Corp dan afiliasinya GMAC LLC, sedang dikaji ratingnya yang kemungkinan akan diturunkan dalam tiga bulan ke depan.
Standard & Poor's Ratings Services juga memberikan credit watch negative untuk Ford Motor Co. Meski saat ini GM maupun Ford masih mempunyai likuiditas, namun diprediksi kondisi itu akan berubah cepat di tahun 2009.
Pasar saham di Wall Street dinilai sudah mengalami jenuh jual namun pelaku pasar belum banyak yang melakukan pembelian. Selama ini pembelian saham ramai dilakukan dengan cara short selling, namun sudah tiga minggu tidak ada transaksi short selling karena dilarang oleh otoritas di AS.
Sejumlah analis percaya meski pelarangan short selling untuk menjaga kepercayaan investor agar pasar tidak terlalu volatil, namun di sisi lain short selling sebenarnya bisa membantu untuk pembelian saham sehingga pasar bisa kembali rally.
(ir/ir)
Seperti dilansir AFP, Jumat (10/10/2008), pada penutupan perdagangan saham Kamis waktu AS (9/10/2008) indeks Dow Jones merosot hingga 678,91 poin atau 7,33 persen ke posisi 8.579,19 yang merupakan level terendah dalam 5 tahun terakhir.
Indeks Nasdaq anjlok 95,21 poin atau 5,47 persen ke posisi 95,21 dan S&P 500 turun 75,02 poin atau 7,62 persen ke level 909,92.
Kejatuhan saham di Wall Street kali ini dipicu oleh kepanikan investor setelah adanya pernyaatan dari lembaga rating yang akan memangkas peringkat perusahaan otomotif terbesar di AS General Motors dan Ford. Investor khawatir dampak dari penurunan rating ini adalah imbas dari ketatnya kredit dalam perekonomian AS yang tengah dilanda krisis.
Standard & Poor's Ratings Services mengatakan General Motors Corp dan afiliasinya GMAC LLC, sedang dikaji ratingnya yang kemungkinan akan diturunkan dalam tiga bulan ke depan.
Standard & Poor's Ratings Services juga memberikan credit watch negative untuk Ford Motor Co. Meski saat ini GM maupun Ford masih mempunyai likuiditas, namun diprediksi kondisi itu akan berubah cepat di tahun 2009.
Pasar saham di Wall Street dinilai sudah mengalami jenuh jual namun pelaku pasar belum banyak yang melakukan pembelian. Selama ini pembelian saham ramai dilakukan dengan cara short selling, namun sudah tiga minggu tidak ada transaksi short selling karena dilarang oleh otoritas di AS.
Sejumlah analis percaya meski pelarangan short selling untuk menjaga kepercayaan investor agar pasar tidak terlalu volatil, namun di sisi lain short selling sebenarnya bisa membantu untuk pembelian saham sehingga pasar bisa kembali rally.
(ir/ir)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 17:32 WIB
Ketua Kadin: Masyarakat Lebih Banyak Makan Apel Impor
-
Kamis, 24/05/2012 17:23 WIB
SCTV Rebut Hak Siar Liga Champions dari Hary Tanoe
-
Kamis, 24/05/2012 17:15 WIB
8 IPO Perusahaan Teknologi yang Gagal
-
Kamis, 24/05/2012 17:04 WIB
PNS Tak Habis Akal 'Bobol' Anggaran Perjalanan Dinas
-
Kamis, 24/05/2012 16:15 WIB
Tolak Peraturan Jero Wacik, Pekerja Tambang Curhat Soal Perceraian
-
Kamis, 24/05/2012 17:04 WIB
PNS Tak Habis Akal 'Bobol' Anggaran Perjalanan Dinas
-
Kamis, 24/05/2012 15:44 WIB
Ini Isi Surat Lengkap Investor Tol ke SBY
-
Kamis, 24/05/2012 15:35 WIB
Pekerja Tambang 'Panas' Aturan Jero Wacik Timbulkan Ancaman PHK
-
Kamis, 24/05/2012 14:38 WIB
Rugi Rp 330 Miliar Gara-gara Saham Facebook, Broker Minta Ganti Rugi
-
Kamis, 24/05/2012 15:58 WIB
Akhirnya, Gas dari Papua Bisa Dinikmati Dalam Negeri
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
32 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
