detikfinance

Pembukaan BEI Tunggu Lampu Hijau Sri Mulyani

Wahyu Daniel - detikfinance
Jumat, 10/10/2008 12:54 WIB
(Foto: Wahyu-detikFinance)
Jakarta - Apakah Bursa Efek Indonesia (BEI) bisa dibuka pada sesi II Jumat 10 Oktober masih belum ada kepastian. Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam LK) serta otoritas BEI masih menunggu lampu hijau dari Menteri Keuangan Sri Mulyani.

"Kita akan meminta pertimbangan Menkeu, ini sedang kami hubungi," kata Ketua Bapepam LK Fuad Rahmany usai melakukan rapat dengan pelaku pasar di gedung BEI, Jakarta, Jumat (10/10/2008).

BEI harus kembali membuat keputusan sulit dengan ditutupnya lagi perdagangan saham dalam tiga hari terakhir. Padahal sebelumnya pemerintah dan BI telah merestui BEI untuk kembali dibuka mulai perdagangan sesi I, Jumat (10/10/2008) setelah dua hari ditutup.

Namun karena gonjang ganjing bursa dunia dengan anjloknya Wall Street dan bursa Asia, BEI akhirnya membatalkan pembukaan perdagangan saham Jumat ini.

Secara terpisah Menkeu Sri Mulyani di gedung Depkeu, Lapangan Banteng Jakarta, Jumat (10/10/2008) mengatakan, pihaknya sedang melihat dari semua aspek, dari sisi bahwa seluruh bursa saham di dunia menghadapi sentimen global.

"Itu memang tidak bisa dihindari. kita juga akan lihat dari sisi seluruh kepentingan, karena itu sekarang SRO BEI dan Bapepam berkonsultasi dengan seluruh broker. Dan nanti juga dengan emiten karena yang kita inginkan, kita tidak ingin perusahaan Indonesia yang listed ini menghadapi imbas yang tidak perlu. Karena masalah sistemik krisis ini. Jadi yang kita cari adalah waktu yang tepat dan terbaik," jelas Menkeu.

Menkeu menjelaskan sentimen di luar tidak bisa 100% dihindarkan, namun pemerintah dengan kesepakatan para emiten dan broker maupun SRO kita harus sama-sama menciptakan suatu pasar modal yang relatively masih bisa dipercaya oleh semuanya.

"Kalau suasananya sudah sangat eratic (kacau) tidak ada lagi yang bisa jadi pegangan. Maka ini bisa merugikan emiten secara eksesif. Padahal seharusnya mereka tidak dirugikan, para broker juga ada yang tetap baik, dan ada yang melakukan spekulasi. Itu yang akan menimbulkan kontraproduktif," katanya.

Menkeu berharap SRO bisa melakukan regulasi pengawasan secara baik. "Itu yg kita inginkan, jadi tujuannya membuat bursa yang ada order, karena totally disorder dari luar. Jadi kita akan lakukan konsultasi dan kita harap tidak menimbulkan persepsi yang salah. Yang kita harapkan justru kita ingin memelihara keyakinan dan confidence," katanya.

"Kita akan terus melakukan evaluasi dinamis, jam demi jam untuk menagani masalah ini. Saya akan lihat supaya dampaknya minimal, kerugiannya pada perekonomian kita pada para emiten kita dan juga pelaku bursa kita, sehingga dalam jangka waktu menengah panjang bisa tetap terpelihara kepercayaannya," lanjut Menkeu.

(ir/lih)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.