detikfinance

SBY Harus Sering Tampil di TV Tenangkan Pasar

Suhendra - detikfinance
Jumat, 10/10/2008 13:00 WIB
Foto: Setpres
Jakarta - Semakin paniknya pasar global yang ditandai rontoknya bursa-bursa di dunia yang berimbas pada pasar keuangan dalam negeri perlu adanya langkah psikis pemerintah terhadap pasar, diantaranya dengan upaya menenangkan pasar melalui pidato Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di layar kaca atau TV.

Hal tersebut disampaikan Kepala Ekonom BNI Tony Prasetiantono dalam diskusi di Gedung Kementerian UMKM dan Koperasi, Jakarta, Jumat (10/10/2008).

"Kepanikan harus dikurangi, Presiden SBY harus pidato di TV yang meyakinkan untuk kurangi ketegangan," serunya.

Meskipun efektifitasnya belum teruji, namun dengan munculnya Presiden SBY di TV secara resmi diharapkan bisa membuat pasar lebih tenang. Terlebih lagi pada hari ini Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali menutup perdagangan saham.

Terkait penundaan pembukaan perdagangan sesi I pada hari ini, Tony mengatakan bahwa langkah itu justru memperparah kondisi pasar. Sebaiknya otoritas bursa melakukan langkah sekaligus dengan membuka perdagangan pada hari Senin saja.

"Langkah ini memperburuk situasi, artinya kepala pasarnya ini panik dan pemerintahnya panik," ucapnya.



(hen/ddn)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.