Berita Lain
-
Rabu, 23/05/2012 12:40 WIB
Kekayaan 5 Konglomerat Ini Raib Gara-gara Saham Anjlok -
Rabu, 23/05/2012 12:10 WIB
Sesi I
Yunani Bersiap Hengkang dari Uni Eropa, IHSG Jatuh 55 Poin -
Rabu, 23/05/2012 12:07 WIB
F1 Dapat 'Lampu Hijau' Jual Saham di Singapura -
Rabu, 23/05/2012 11:18 WIB
3 Alasan Saham Facebook Susah Naik -
Rabu, 23/05/2012 11:10 WIB
Bayar Utang dan Bangun Kantor, Kobexindo Tawarkan 30% Saham IPO -
Rabu, 23/05/2012 10:56 WIB
Zuckerberg Cairkan Saham Facebook Rp 10 Triliun untuk Bayar Pajak
Indeks Berita
Rumor Saham
Private Placement , AISA Menuju Rp 800?
Saham PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) dikabarkan akan dikerek ke level Rp 800 dalam waktu dekat. Beredar kabar, perseroan akan genjot modal....
0 Komentar | Balas Tanggapan
0 Komentar | Balas Tanggapan
Peluang Usaha
Bagaimana Menimbang Risiko dalam Memulai Bisnis?
Setidaknya ada tiga hal penghalang utama seseorang untuk memulai usaha, yaitu terlalu banyak rencana, menunggu moment yang pas dan takut menghadapi risiko bisnis.
Sosok Dan Peristiwa
Pengalaman Pertama Hatta Rajasa Makan Daging Kuda
Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa untuk pertama kali mencicipi kuliner khas Asia Tengah yakni daging kuda. "Rasanya gimana gitu," kata Hatta.
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 6,049.000
-
Rp 469.000
Forum Finance register | login
Thread Pilihan
Selasa, 22/05/2012 14:44 WIB
Dahlan Iskan Menegaskan Tak Akan Beri Modal ke Merpati
Posted by: kaptenDF
Jumat, 10/10/2008 15:08 WIB
Buy Back BUMN Jangan Melawan Pasar
Angga Aliya ZRF - detikFinance
(Foto: Alih-detikFinance)
Untuk itu, Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil menghimbau agar rencana buy back disiapkan lebih matang lagi dan tidak melawan pasar saat kondisi pasar buruk sekali.
"Kita lihat lagi kondisi pasar, yang penting kita beri kesempatan mereka untuk buy back secara sukarela. Yang jelas kita tidak mungkin melawan pasar kalau kondisi pasar parah sekali seperti sekarang ini," jelasnya usai shalat Jumat di Gedung Garuda, Jakarta, Jumat (10/10/2008).
Dengan tutupnya pasar, menurutnya ini kesempatan bagi emiten BUMN untuk mengakaji lebih matang tentang rencana buy back yang akan mereka lakukan. Ia menambahkan, saat ini seluruh BUMN sedang membuat laporan internal yang harus segera dilaporkan kepada Kementrian BUMN.
"Paling cepat buy back bisa dilakukan Senin, ketika pasar dibuka kembali," imbuhnya.
Pemerintah sendiri tidak memiliki target pelaksanaan buy back tersebut. Ia mengatakan, buy back tetap harus berpegang teguh pada prinsip tidak melawan pasar, karena tidak akan ada hasilnya.
"Kalau misalnya pasar oke, kita buy back, kan bisa mnciptakan market confidence. Tapi kalau pasarnya speperti ini terus kita coba tahan, bisa tergulung kita," tuturnya.
Ia juga meminta para BUMN yang akan buy back membuat SOP internal yg bagus. Pada harga berapa mereka masuk, supaya tidak ada konflik kepentingan.
"Jangan sampai ada orang dalam yang punya saham juga, kalau dia buy back sahamnya sendiri kan bukan buy back namanya," pungkasnya.
(ang/ir)
Ketik REG FIN kirim ke 3845 (khusus pelanggan Indosat Rp.1300/hari)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga :
Komentar terkini (0 Komentar) ·
Follower Komentar
Berita Terpopuler
-
Rabu, 23/05/2012 12:40 WIB
Kekayaan 5 Konglomerat Ini Raib Gara-gara Saham Anjlok -
Rabu, 23/05/2012 11:42 WIB
Laporan dari Kazakhstan
Kisah Awal SBY Kepincut Mobil Hybrid -
Rabu, 23/05/2012 12:17 WIB
Laporan dari Kazakhstan
Sebelum Produksi di RI, Toyota Ingin Impor Banyak Mobil Hybrid -
Rabu, 23/05/2012 12:10 WIB
Sesi I
Yunani Bersiap Hengkang dari Uni Eropa, IHSG Jatuh 55 Poin -
Rabu, 23/05/2012 13:01 WIB
Mobil Hybrid Dibuat di Indonesia untuk Masyarakat Kelas Atas
Komentar Terpopuler
-
Rabu, 23/05/2012 - 08:35
PNS Tak Puas Gaji Cuma Naik 7% -
Senin, 21/05/2012 - 13:58
Ingin Hidup Enak, PNS Harus Produktif -
Rabu, 23/05/2012 - 09:04
Wagub Kaltim: Harapkan PLN, Sampai Kiamat Nggak Bakal Teraliri Listrik -
Rabu, 23/05/2012 - 04:16
Duh, Gaji PNS Cuma Naik 7% di 2013 -
Rabu, 23/05/2012 - 12:05
Berhasil Jaga Inflasi, Jokowi Dapat Penghargaan SBY dan BI
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com







Sending your message
.gif)



