BEI Batal Panggil Bumi Resources
Jumat, 10/10/2008 15:29 WIB
(Foto: Indro-detikFinance)
Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) mambatalkan pertemuan dengan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang seharusnya berlangsung Jumat siang ini lantaran harus mengadakan pertemuan mendadak dengan Badan Pengawas Pasar Modal & Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) dan Departemen Keuangan untuk membahas kondisi pasar modal Indonesia.
"Semestinya pertemuan dengan BUMI dilakukan siang ini. Tapi karena kondisi pasar modal sedang seperti ini, pertemuan tidak jadi dilakukan hari ini," ujar Direktur Utama BEI, Erry Firmansyah usai pertemuan dengan pelaku pasar di gedung BEI, SCBD, Jakarta, Jumat (10/10/2008).
Tujuan BEI memanggil manajemen BUMI adalah untuk melakukan klarifikasi atas isu transaksi material penjualan saham perusahaan grup Bakrie tersebut. Berdasarkan informasi yang beredar di pasar, BUMI dikabarkan telah melakukan penjualan 35% saham yang dimiliki induk usahanya, PT Bakrie & Brothers
Tbk (BNBR) kepada sebuah perusahaan asing.
Muncul pula kabar yang menyebutkan portofolio seluruh BNBR di BUMI tersebut akan dijual kepada PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dan PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA).
Namun berdasarkan informasi yang diperoleh detikFinance, BNBR dikatakan telah melakukan penandatanganan awal transaksi penjualan 35% saham BUMI kepada Avenue Capital Group Kamis malam tadi, Kamis 9 Oktober 2008. Avenue Capital Group merupakan perusahaan investasi asal Amerika Serikat yang didirikan pada tahun 1995. Asetnya per 31 Agustus 2008 mencapai US$ 20,3 miliar.
Transaksi penjualan seluruh portofolio BNBR di BUMI dilakukan karena beberapa alasan. Pertama, grup Bakrie dikabarkan sedang mengalami krisis likuiditas keuangan sehingga membutuhkan suntikan dana dalam jumlah besar.
Dalam laporan keuangan BNBR semester I lalu, BNBR menyatakan telah menggadaikan sejumlah saham di 3 anak usahanya untuk memperoleh pinjaman sebesar US$ 1,09 miliar dari Odickson Finance dan US$ 300 juta dari ICICI dan JP Morgan Chase Bank. Penggadaian sejumlah saham tersebut dilakukan kurang lebih satu per tiga dari harga pasar.
Kedua, penjualan 35% saham BUMI tersebut dilakukan karena harga saham BUMI kini telah berada di bawah harga ketika BNBR menggadaikan saham BUMI ke institusi-institusi di atas. Atas dasar beberapa alasan tersebut, BNBR dikabarkan memutuskan melepas seluruh portofolionya di BUMI kepada Avenue Capital.
(dro/ir)
"Semestinya pertemuan dengan BUMI dilakukan siang ini. Tapi karena kondisi pasar modal sedang seperti ini, pertemuan tidak jadi dilakukan hari ini," ujar Direktur Utama BEI, Erry Firmansyah usai pertemuan dengan pelaku pasar di gedung BEI, SCBD, Jakarta, Jumat (10/10/2008).
Tujuan BEI memanggil manajemen BUMI adalah untuk melakukan klarifikasi atas isu transaksi material penjualan saham perusahaan grup Bakrie tersebut. Berdasarkan informasi yang beredar di pasar, BUMI dikabarkan telah melakukan penjualan 35% saham yang dimiliki induk usahanya, PT Bakrie & Brothers
Tbk (BNBR) kepada sebuah perusahaan asing.
Muncul pula kabar yang menyebutkan portofolio seluruh BNBR di BUMI tersebut akan dijual kepada PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dan PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA).
Namun berdasarkan informasi yang diperoleh detikFinance, BNBR dikatakan telah melakukan penandatanganan awal transaksi penjualan 35% saham BUMI kepada Avenue Capital Group Kamis malam tadi, Kamis 9 Oktober 2008. Avenue Capital Group merupakan perusahaan investasi asal Amerika Serikat yang didirikan pada tahun 1995. Asetnya per 31 Agustus 2008 mencapai US$ 20,3 miliar.
Transaksi penjualan seluruh portofolio BNBR di BUMI dilakukan karena beberapa alasan. Pertama, grup Bakrie dikabarkan sedang mengalami krisis likuiditas keuangan sehingga membutuhkan suntikan dana dalam jumlah besar.
Dalam laporan keuangan BNBR semester I lalu, BNBR menyatakan telah menggadaikan sejumlah saham di 3 anak usahanya untuk memperoleh pinjaman sebesar US$ 1,09 miliar dari Odickson Finance dan US$ 300 juta dari ICICI dan JP Morgan Chase Bank. Penggadaian sejumlah saham tersebut dilakukan kurang lebih satu per tiga dari harga pasar.
Kedua, penjualan 35% saham BUMI tersebut dilakukan karena harga saham BUMI kini telah berada di bawah harga ketika BNBR menggadaikan saham BUMI ke institusi-institusi di atas. Atas dasar beberapa alasan tersebut, BNBR dikabarkan memutuskan melepas seluruh portofolionya di BUMI kepada Avenue Capital.
(dro/ir)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 17:32 WIB
Ketua Kadin: Masyarakat Lebih Banyak Makan Apel Impor
-
Kamis, 24/05/2012 17:23 WIB
SCTV Rebut Hak Siar Liga Champions dari Hary Tanoe
-
Kamis, 24/05/2012 17:15 WIB
8 IPO Perusahaan Teknologi yang Gagal
-
Kamis, 24/05/2012 17:04 WIB
PNS Tak Habis Akal 'Bobol' Anggaran Perjalanan Dinas
-
Kamis, 24/05/2012 16:15 WIB
Tolak Peraturan Jero Wacik, Pekerja Tambang Curhat Soal Perceraian
-
Kamis, 24/05/2012 17:04 WIB
PNS Tak Habis Akal 'Bobol' Anggaran Perjalanan Dinas
-
Kamis, 24/05/2012 15:44 WIB
Ini Isi Surat Lengkap Investor Tol ke SBY
-
Kamis, 24/05/2012 15:35 WIB
Pekerja Tambang 'Panas' Aturan Jero Wacik Timbulkan Ancaman PHK
-
Kamis, 24/05/2012 14:38 WIB
Rugi Rp 330 Miliar Gara-gara Saham Facebook, Broker Minta Ganti Rugi
-
Kamis, 24/05/2012 15:58 WIB
Akhirnya, Gas dari Papua Bisa Dinikmati Dalam Negeri
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
32 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
