Waktunya Berburu Saham Murah di BEI
Selasa, 14/10/2008 07:16 WIB
(Foto: Indro-detikFinance)
Jakarta - Kondisi pasar saham mulai sedikit tenang sejak Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka lagi pada Senin kemarin (13/10/2008). Kini saatnya investor untuk berburu saham-saham murah.
Saham-saham di BEI telah mengalami kejatuhan selama perdagangan Oktober karena gonjang-ganjing pasar global. Saham-saham unggulan dan lapis dua banyak yang sudah terpangkas dan harganya di bawah harga wajarnya bahkan ada yang di bawah harga IPO-nya.
Bagi investor yang menginginkan investasi jangka panjang, saat ini memang waktunya untuk memilah-milah saham apa saja yang fundamental dan prospeknya bagus dengan harga yang rendah saat ini.
Alhasil, pada perdagangan saham pada Selasa (14/10/2008) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan bertahan di zona positif meski tekanan jual masih belum akan hilang. Kenaikan IHSG juga akan terpacu oleh rebound-nya saham bursa global baik di Wall Street dan Asia.
Saham-saham di bursa AS mencatat rebound lebih dari 11 persen dalam sebuah rally cepat, terutama dalam setengah jam terakhir. Investor terpacu lagi untuk mengumpulkan saham setelah sejumlah negara didunia mengumumkan rencana penyelamatan finansial massal yang bernilai ratusan miliar dolar AS.
Pada penutupan perdagangan saham Senin (13/10/2008) waktu AS, indeks Dow Jones ditutup menguat tajam hingga 936,42 poin (11,08%) ke level 9.387,61, sekaligus memecahkan kemelorotan tajam dalam 8 hari terakhir perdagangan.
Indeks teknologi Nasdaq juga menguat hingga 194,74 poin (11,81%) ke level 1.844,25 dan Standard & Poor's 500 menguat 104,11 poin (11,58%) ke level 1.003,35. Kenaikan S&P merupakan yang terbesar sejak 69 tahun terakhir.
Sementara pada penutupan perdagangan saham Senin kemarin (13/10/2008) IHSG naik 10,204 poin (0,7%) menjadi 1.461,873. Meski pada penutupan perdagangan sesi I, Senin (13/10/2008) IHSG masih anjlok 49,768 poin (3,43%) menjadi 1.401,901 dan pada sesi pagi sempat terjatuh hingga 92 poin lebih.
Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas
Optima Securities
Indeks pada hari pertama setelah suspen tiga hari ditutup menguat tipis 10 poin (0,7%) menjadi 1.461. Penguatan didorong oleh menguatnya bursa regional dan Eropa di atas 3% serta adanya pembatasan short selling, naiknya penjaminan dana nasabah di bank hingga Rp 2 miliar, pemberlakuan limit auto reject sebesar 10%, rencana buy back dari BUMN dan non BUMN, cover short dari short seller. Faktor tersebut menambah kepercayaan ke pasar dan indeks berkurang volatilitasnya akibat berlakunya auto rejection yang baru. Indikator Fast Stochastic berpola golden cross sehingga penguatan indeks bakal berlanjut di level 1.390-1.500 dengan pilihan saham: PTBA, ANTM, TINS, SMGR dan, PGAS.
Panin Sekuritas
Hari pertama pembukaan perdagangan setelah suspensi, IHSG bergerak menguat +0.70% menyusul beberapa berita baik di akhir pekan lalu antara lain langkah buyback oleh emiten, revisi peraturan auto rejection oleh Bapepam, rencana penyelamatan lembaga keuangan di Eropa, stand by loan dari Bank Dunia ke Indonesia sebesar USD 5 miliar, dan pergerakan bursa regional yang positif. Meski pasar masih dibayangi oleh ancaman resesi dan likuiditas, akan tetapi tampaknya beberapa kebijakan yang diambil oleh pemerintah beserta otoritas bursa, dapat menenangkan investor. Kisaran support-resistance 1.400-1.504.
eTrading Securities
Bursa Indonesia pada perdagangan pertamanya sejak disuspend selama 3 hari berhasil ditutup di teritori positif. Indeks berhasil menguat 10,2 poin (0,7%) ke level 1461,8 meski pada awal pembukaan perdagangan sempat melorot 92,9 poin menyentuh level terendah dalam 2 tahun terakhir di 1358,7. Perdagangan kembali mendapat sentimen positif setelah beberapa bursa Asia pada perdagangan kemarin berhasil rebound diikuti dengan reboundnya bursa Eropa pada sesi ke-2. Penguatan indeks kemarin ditopang oleh sektor Konsumer (INDF +10%), Infrastruktur (ISAT +10%) dan Manufaktur.
Sementara bursa US pada perdagangan semalam kembali mencetak rekor. Bukan lagi rekor penurunan terbesar seperti yang terjadi 2 pekan lalu, namun rekor penguatan terbesar sejak Great Depression 1929. Indeks Dow melonjak lebih dari 11%, Nasdaq +12% dan S&P500 +11,5%. Lonjakan ini terkait mulai dijalankannya rencana penyelamatan bank-bank di US dan Eropa dengan aliran likuiditas dari pemerintah. Investor mulai kembali percaya diri masuk ke pasar untuk memburu saham-saham yang telah berada di level termurah sejak 10 tahun terakhir. Terkait hal ini, mayoritas bursa Asia juga dibuka melonjak seperti Nikkei +11,2%, KOSPI +6%, KLSE +2% dan FTSE kemarin ditutup +8,26%.
Dari bursa Komoditas, harga minyak dunia kembali rebound dari titik terendahnya akhir pekan lalu (US$77) dan berada di kisaran US$82,4 / barrel. Penguatan ini diikuti beberapa komoditas lainnya seperti Nickel +5%, CPO +0,4% dan Tin +3%.
Dengan positifnya sentimen dari sektor finansial US dan Eropa serta mulai dilakukannya langkah kongkret penyelamatan oleh pemerintah, berpeluang kembali akan membawa bursa Indonesia ditutup menguat. Alasan bursa Indonesia turun, yaitu krisis finansial global dan bukannya pelemahan fundamental emiten, untuk sementara terhapus pada perdagangan bursa Global kemarin.
Kami memperkirakan bursa Indonesia akan mencoba mencerminkan fundamental domestik yang telah berada di level yang sangat murah. Sektor Infrastruktur, Mining dan Consumer diperkirakan akan kembali menggerakkan indeks ke teritori positif seiring kembalinya kepercayaan diri investor untuk kembali masuk ke bursa. Rentang pergerakan indeks akan berada pada kisaran 1420 - 1500.
(ir/ir)
Saham-saham di BEI telah mengalami kejatuhan selama perdagangan Oktober karena gonjang-ganjing pasar global. Saham-saham unggulan dan lapis dua banyak yang sudah terpangkas dan harganya di bawah harga wajarnya bahkan ada yang di bawah harga IPO-nya.
Bagi investor yang menginginkan investasi jangka panjang, saat ini memang waktunya untuk memilah-milah saham apa saja yang fundamental dan prospeknya bagus dengan harga yang rendah saat ini.
Alhasil, pada perdagangan saham pada Selasa (14/10/2008) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan bertahan di zona positif meski tekanan jual masih belum akan hilang. Kenaikan IHSG juga akan terpacu oleh rebound-nya saham bursa global baik di Wall Street dan Asia.
Saham-saham di bursa AS mencatat rebound lebih dari 11 persen dalam sebuah rally cepat, terutama dalam setengah jam terakhir. Investor terpacu lagi untuk mengumpulkan saham setelah sejumlah negara didunia mengumumkan rencana penyelamatan finansial massal yang bernilai ratusan miliar dolar AS.
Pada penutupan perdagangan saham Senin (13/10/2008) waktu AS, indeks Dow Jones ditutup menguat tajam hingga 936,42 poin (11,08%) ke level 9.387,61, sekaligus memecahkan kemelorotan tajam dalam 8 hari terakhir perdagangan.
Indeks teknologi Nasdaq juga menguat hingga 194,74 poin (11,81%) ke level 1.844,25 dan Standard & Poor's 500 menguat 104,11 poin (11,58%) ke level 1.003,35. Kenaikan S&P merupakan yang terbesar sejak 69 tahun terakhir.
Sementara pada penutupan perdagangan saham Senin kemarin (13/10/2008) IHSG naik 10,204 poin (0,7%) menjadi 1.461,873. Meski pada penutupan perdagangan sesi I, Senin (13/10/2008) IHSG masih anjlok 49,768 poin (3,43%) menjadi 1.401,901 dan pada sesi pagi sempat terjatuh hingga 92 poin lebih.
Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas
Optima Securities
Indeks pada hari pertama setelah suspen tiga hari ditutup menguat tipis 10 poin (0,7%) menjadi 1.461. Penguatan didorong oleh menguatnya bursa regional dan Eropa di atas 3% serta adanya pembatasan short selling, naiknya penjaminan dana nasabah di bank hingga Rp 2 miliar, pemberlakuan limit auto reject sebesar 10%, rencana buy back dari BUMN dan non BUMN, cover short dari short seller. Faktor tersebut menambah kepercayaan ke pasar dan indeks berkurang volatilitasnya akibat berlakunya auto rejection yang baru. Indikator Fast Stochastic berpola golden cross sehingga penguatan indeks bakal berlanjut di level 1.390-1.500 dengan pilihan saham: PTBA, ANTM, TINS, SMGR dan, PGAS.
Panin Sekuritas
Hari pertama pembukaan perdagangan setelah suspensi, IHSG bergerak menguat +0.70% menyusul beberapa berita baik di akhir pekan lalu antara lain langkah buyback oleh emiten, revisi peraturan auto rejection oleh Bapepam, rencana penyelamatan lembaga keuangan di Eropa, stand by loan dari Bank Dunia ke Indonesia sebesar USD 5 miliar, dan pergerakan bursa regional yang positif. Meski pasar masih dibayangi oleh ancaman resesi dan likuiditas, akan tetapi tampaknya beberapa kebijakan yang diambil oleh pemerintah beserta otoritas bursa, dapat menenangkan investor. Kisaran support-resistance 1.400-1.504.
eTrading Securities
Bursa Indonesia pada perdagangan pertamanya sejak disuspend selama 3 hari berhasil ditutup di teritori positif. Indeks berhasil menguat 10,2 poin (0,7%) ke level 1461,8 meski pada awal pembukaan perdagangan sempat melorot 92,9 poin menyentuh level terendah dalam 2 tahun terakhir di 1358,7. Perdagangan kembali mendapat sentimen positif setelah beberapa bursa Asia pada perdagangan kemarin berhasil rebound diikuti dengan reboundnya bursa Eropa pada sesi ke-2. Penguatan indeks kemarin ditopang oleh sektor Konsumer (INDF +10%), Infrastruktur (ISAT +10%) dan Manufaktur.
Sementara bursa US pada perdagangan semalam kembali mencetak rekor. Bukan lagi rekor penurunan terbesar seperti yang terjadi 2 pekan lalu, namun rekor penguatan terbesar sejak Great Depression 1929. Indeks Dow melonjak lebih dari 11%, Nasdaq +12% dan S&P500 +11,5%. Lonjakan ini terkait mulai dijalankannya rencana penyelamatan bank-bank di US dan Eropa dengan aliran likuiditas dari pemerintah. Investor mulai kembali percaya diri masuk ke pasar untuk memburu saham-saham yang telah berada di level termurah sejak 10 tahun terakhir. Terkait hal ini, mayoritas bursa Asia juga dibuka melonjak seperti Nikkei +11,2%, KOSPI +6%, KLSE +2% dan FTSE kemarin ditutup +8,26%.
Dari bursa Komoditas, harga minyak dunia kembali rebound dari titik terendahnya akhir pekan lalu (US$77) dan berada di kisaran US$82,4 / barrel. Penguatan ini diikuti beberapa komoditas lainnya seperti Nickel +5%, CPO +0,4% dan Tin +3%.
Dengan positifnya sentimen dari sektor finansial US dan Eropa serta mulai dilakukannya langkah kongkret penyelamatan oleh pemerintah, berpeluang kembali akan membawa bursa Indonesia ditutup menguat. Alasan bursa Indonesia turun, yaitu krisis finansial global dan bukannya pelemahan fundamental emiten, untuk sementara terhapus pada perdagangan bursa Global kemarin.
Kami memperkirakan bursa Indonesia akan mencoba mencerminkan fundamental domestik yang telah berada di level yang sangat murah. Sektor Infrastruktur, Mining dan Consumer diperkirakan akan kembali menggerakkan indeks ke teritori positif seiring kembalinya kepercayaan diri investor untuk kembali masuk ke bursa. Rentang pergerakan indeks akan berada pada kisaran 1420 - 1500.
(ir/ir)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 17:47 WIB
SBY Minta Hemat Listrik, PNS Jangan Main 'Game' Saat Lembur
-
Kamis, 24/05/2012 17:34 WIB
Lebih Cepat, Kini Urus Sertifikat Halal Bisa Secara Online
-
Kamis, 24/05/2012 17:32 WIB
Ketua Kadin: Masyarakat Lebih Banyak Makan Apel Impor
-
Kamis, 24/05/2012 17:23 WIB
SCTV Rebut Hak Siar Liga Champions dari Hary Tanoe
-
Kamis, 24/05/2012 17:15 WIB
8 IPO Perusahaan Teknologi yang Gagal
-
Kamis, 24/05/2012 17:04 WIB
PNS Tak Habis Akal 'Bobol' Anggaran Perjalanan Dinas
-
Kamis, 24/05/2012 15:44 WIB
Ini Isi Surat Lengkap Investor Tol ke SBY
-
Kamis, 24/05/2012 15:35 WIB
Pekerja Tambang 'Panas' Aturan Jero Wacik Timbulkan Ancaman PHK
-
Kamis, 24/05/2012 14:38 WIB
Rugi Rp 330 Miliar Gara-gara Saham Facebook, Broker Minta Ganti Rugi
-
Kamis, 24/05/2012 15:58 WIB
Akhirnya, Gas dari Papua Bisa Dinikmati Dalam Negeri
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
32 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
