Minyak Kembali di Bawah US$ 80
Rabu, 15/10/2008 06:57 WIB
Foto: Reuters
New-York - Harga minyak mentah dunia kembali melorot di bawah level US$ 80 per barel. Sentimennya masih pada kekhawatiran melemahnya permintaan, seiring perekonomian dunia yang belum membaik.
Pada perdagangan Selasa (14/10/2008), minyak jenis light kembali turun 2,56 dolar ke level US$ 78,63 per barel. Sementara minyak jenis brent juga melorot 2,93 dolar ke elvel US$ 74,53 per brel.
Terus melemahnya permintaan, seiring melemahnya perekonomian dunia sejauh ini sudah menyeret harga minyak dari harga tertingginya di US4 147 per barel, yang dicapai pada pertengahan Juli.
"Orang sekarang khawatir tentang perekonomian, mereka khawatir permintaan akan melemah," ujar Mark Waggoner, Presiden Excel Futures seperti dikutip dari Reuters, Rabu (15/10/2008).
"Namun saya kira harga masih bisa naik lagi dan dua minggu dari sekarang, kita mungkin akan melihat harga berpacu lagi. Satu hal, permintaan dari China akan terus meningkat," imbuhnya.
China kini menjadi tumpuan kenaikan permintaan, setelah permintaan AS diprediksi turun seiring melemahnya perekonomian. China yang merupakan konsumen terbesar minyak kedua mengimpor minyak mentah 10% pada tahun lalu.
Negara-negara produsen minyak, OPEC akan menggelar pertemuan darurat pada 18 November untuk membahas tentang krisis terkini dan dampaknya pada pasar minyak. Sejumlah negara anggota OPEC menyerukan pengurangan produksi untuk meredam kejatuhan harga.
(qom/qom)
Pada perdagangan Selasa (14/10/2008), minyak jenis light kembali turun 2,56 dolar ke level US$ 78,63 per barel. Sementara minyak jenis brent juga melorot 2,93 dolar ke elvel US$ 74,53 per brel.
Terus melemahnya permintaan, seiring melemahnya perekonomian dunia sejauh ini sudah menyeret harga minyak dari harga tertingginya di US4 147 per barel, yang dicapai pada pertengahan Juli.
"Orang sekarang khawatir tentang perekonomian, mereka khawatir permintaan akan melemah," ujar Mark Waggoner, Presiden Excel Futures seperti dikutip dari Reuters, Rabu (15/10/2008).
"Namun saya kira harga masih bisa naik lagi dan dua minggu dari sekarang, kita mungkin akan melihat harga berpacu lagi. Satu hal, permintaan dari China akan terus meningkat," imbuhnya.
China kini menjadi tumpuan kenaikan permintaan, setelah permintaan AS diprediksi turun seiring melemahnya perekonomian. China yang merupakan konsumen terbesar minyak kedua mengimpor minyak mentah 10% pada tahun lalu.
Negara-negara produsen minyak, OPEC akan menggelar pertemuan darurat pada 18 November untuk membahas tentang krisis terkini dan dampaknya pada pasar minyak. Sejumlah negara anggota OPEC menyerukan pengurangan produksi untuk meredam kejatuhan harga.
(qom/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 17:47 WIB
SBY Minta Hemat Listrik, PNS Jangan Main 'Game' Saat Lembur
-
Kamis, 24/05/2012 17:34 WIB
Lebih Cepat, Kini Urus Sertifikat Halal Bisa Secara Online
-
Kamis, 24/05/2012 17:32 WIB
Ketua Kadin: Masyarakat Lebih Banyak Makan Apel Impor
-
Kamis, 24/05/2012 17:23 WIB
SCTV Rebut Hak Siar Liga Champions dari Hary Tanoe
-
Kamis, 24/05/2012 17:15 WIB
8 IPO Perusahaan Teknologi yang Gagal
-
Kamis, 24/05/2012 17:23 WIB
SCTV Rebut Hak Siar Liga Champions dari Hary Tanoe
-
Kamis, 24/05/2012 17:04 WIB
PNS Tak Habis Akal 'Bobol' Anggaran Perjalanan Dinas
-
Kamis, 24/05/2012 17:03 WIB
8 IPO Perusahaan Teknologi yang Gagal
-
Kamis, 24/05/2012 15:44 WIB
Ini Isi Surat Lengkap Investor Tol ke SBY
-
Kamis, 24/05/2012 15:35 WIB
Pekerja Tambang 'Panas' Aturan Jero Wacik Timbulkan Ancaman PHK
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
32 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
