Minyak Anjlok Tajam Lagi
Kamis, 16/10/2008 07:06 WIB
Foto: Reuters
New-York - Harga minyak mintah dunia kembali anjlok tajam. Minyak Brent bahkan untuk pertama kalinya kembali melorot di bawah US$ 70 per barel, dipicu oleh kekhawatiran resesi ekonomi.
Pada perdagangan Rabu (15/10/2008) kontrak utama New York untuk minyak jenis light pengiriman November melorot 4,09 dolar ke level US$ 74,54 per barel. Kontrak ini sempat melorot tajam hingga 74,32 per barel, atau berarti turun hingga 50% dari puncak harga tertinggi di US$ 147 per barel yang dicetak pada pertengahan Juli lalu.
Sementara minyak jenis Brent sempat melorot hingga US$ 69,97 per barel, sebelum akhirnya ditutup turun 3,73 dolar ke level US$ 70,80 per barel. Ini adalah level terendah sejak Agustus 2007.
"Pasar saham terperangkap dalam 4 tsunami: resesi global, pengetatan kredit, meningkatnya kapasitas kilang dan meningkatnya suplai minyak non OPEC. Semua hal itu akan menekan permintaan minyak dari OPEC," jelas Lawrence Eagles, analis dari JPMorgan dalam laporannya seperti dikutip dari AFP, Kamis (16/10/2008).
OPEC telah memangkas pertumbuhan permintaan tahun ini dan mencukur proyeksi tahun 2009, dengan alasan menurunnya permintaan di AS yang merupakan negara konsumen terbesar.
Kemelorotan harga minyak terjadi seiring jatuhnya saham-saham di Wall Street setelah keluarnya data penjualan ritel yang memicu kekhawatiran bahwa resesi semakin nyata. Kemarin indeks Dow Jones kembali mencetak rekor terbesar dalam sejarahnya lagi.
Kejatuhan ekonomi AS sangat berperan penting bagi permintaan minyak dunia. Apalagi kemerosotan perekonomian AS bisa menular ke berbagai ekonomi negara berkembang lainnya,
"Kejatuhan kontrak harga minyak merefleksikan pergerakan di pasar saham yang mencerminkan kekhawatiran tentang resesi yang akan memangkas permintaan minyak mentah," ujar Joe Possillico, broker dari MF Global seperti dikutip dari Reuters.
(qom/qom)
Pada perdagangan Rabu (15/10/2008) kontrak utama New York untuk minyak jenis light pengiriman November melorot 4,09 dolar ke level US$ 74,54 per barel. Kontrak ini sempat melorot tajam hingga 74,32 per barel, atau berarti turun hingga 50% dari puncak harga tertinggi di US$ 147 per barel yang dicetak pada pertengahan Juli lalu.
Sementara minyak jenis Brent sempat melorot hingga US$ 69,97 per barel, sebelum akhirnya ditutup turun 3,73 dolar ke level US$ 70,80 per barel. Ini adalah level terendah sejak Agustus 2007.
"Pasar saham terperangkap dalam 4 tsunami: resesi global, pengetatan kredit, meningkatnya kapasitas kilang dan meningkatnya suplai minyak non OPEC. Semua hal itu akan menekan permintaan minyak dari OPEC," jelas Lawrence Eagles, analis dari JPMorgan dalam laporannya seperti dikutip dari AFP, Kamis (16/10/2008).
OPEC telah memangkas pertumbuhan permintaan tahun ini dan mencukur proyeksi tahun 2009, dengan alasan menurunnya permintaan di AS yang merupakan negara konsumen terbesar.
Kemelorotan harga minyak terjadi seiring jatuhnya saham-saham di Wall Street setelah keluarnya data penjualan ritel yang memicu kekhawatiran bahwa resesi semakin nyata. Kemarin indeks Dow Jones kembali mencetak rekor terbesar dalam sejarahnya lagi.
Kejatuhan ekonomi AS sangat berperan penting bagi permintaan minyak dunia. Apalagi kemerosotan perekonomian AS bisa menular ke berbagai ekonomi negara berkembang lainnya,
"Kejatuhan kontrak harga minyak merefleksikan pergerakan di pasar saham yang mencerminkan kekhawatiran tentang resesi yang akan memangkas permintaan minyak mentah," ujar Joe Possillico, broker dari MF Global seperti dikutip dari Reuters.
(qom/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 17:47 WIB
SBY Minta Hemat Listrik, PNS Jangan Main 'Game' Saat Lembur
-
Kamis, 24/05/2012 17:34 WIB
Lebih Cepat, Kini Urus Sertifikat Halal Bisa Secara Online
-
Kamis, 24/05/2012 17:32 WIB
Ketua Kadin: Masyarakat Lebih Banyak Makan Apel Impor
-
Kamis, 24/05/2012 17:23 WIB
SCTV Rebut Hak Siar Liga Champions dari Hary Tanoe
-
Kamis, 24/05/2012 17:15 WIB
8 IPO Perusahaan Teknologi yang Gagal
-
Kamis, 24/05/2012 17:23 WIB
SCTV Rebut Hak Siar Liga Champions dari Hary Tanoe
-
Kamis, 24/05/2012 17:04 WIB
PNS Tak Habis Akal 'Bobol' Anggaran Perjalanan Dinas
-
Kamis, 24/05/2012 17:03 WIB
8 IPO Perusahaan Teknologi yang Gagal
-
Kamis, 24/05/2012 15:44 WIB
Ini Isi Surat Lengkap Investor Tol ke SBY
-
Kamis, 24/05/2012 15:35 WIB
Pekerja Tambang 'Panas' Aturan Jero Wacik Timbulkan Ancaman PHK
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
32 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
