Minyak Melorot di Bawah US$ 70
Jumat, 17/10/2008 06:52 WIB
Foto: Reuters
Jakarta - Harga minyak mentah dunia merosot tajam hingga 6%, menyentuh level di bawah US$ 70 per barel.
Melonjaknya cadangan minyak AS dan perhatian akan kekhawatiran resesi ekonomi dunia terus menekan harga minyak hingga level terendahnya sejak hampir Juni 2007.
Pada perdagangan Kamis (16/10/2008) di New York, kontrak minyak jenis light sempat merosot hingga US$ 68,57 per barel, sebelum akhirnya ditutup melemah US$ 4,69 poin ke level US$ 69,85.
Di London, kontrak minyak jenis Brent pengiriman November ditutup juga anjlok US$ 4,48 dolar ke elvel US$ 66,32 per brel.
"Ini masih soal sejarah permintaan, dan kita bergerak turun setelah keluarnya laporan, ujar Amanda Kurzendoerfer, analis komoditas dari Summit Energy seperti dikutip dari Reuters, Jumat (17/10/2008).
"Kita melihat sangat besarnya cadangan bensin dan minyak mentah untuk pekan kedua ini. Hal ini mengkonfirmasi fakta bahwa permintaan benar-benar melemah di AS," tambahnya.
Cadangan minyak mentah di AS tercatat naik hingga 5,6 juta barel pada pekan lalu. Angka ini melebihi ekspektasi analis yang hanya memperkirakan kenaikan hingga 1,9 juta barel.
Berdasarkan data dari Pusat Informasi Energi AS, cadangan bensin juga naik 7 juta barel, atau 2 kali lipat dari proyeksi analis sebesar 2,9 juta barel. Secara total, permintaan selama 4 pekan terakhir anjlok hingga 8,9% dibandingkan tahun lalu.
ICP Turun ke US$ 80,83
Sementara itu, berdasarkan data yang dikutip dari situs Ditjen Migas Departemen ESDM, harga rata-rata minyak mentah Indonesia atau Indonesia Crude Price (ICP) hingga pertengahan Oktober, Rabu (15/10/2008), mencapai US$ 80,83 per barel.
Sedangkan ICP Januari-15 Oktober masih bertengger di atas US$ 100 per barel atau tepatnya US$ 108,60 per barel.
Selama September lalu, ICP mencapai US$ 99,06 per barel dan rata-rata ICP Januari hingga September 2008 sebesar US$ 111,75 per barel.
ICP sementara sampai pertengahan Oktober yang menunjukkan tren menurun ini, sejalan dengan penurunan harga minyak di pasar internasional. Di New York Mercantile Exchange, minyak jenis light sweet untuk pengiriman November, mencapai US$ 74,97 per barel, terendah sejak September 2007.
Sedangkan di London, minyak mentah Brent dari Laut Utara untuk pengiriman November juga turun menjadi US$ 70,98 per barel.
(qom/qom)
Melonjaknya cadangan minyak AS dan perhatian akan kekhawatiran resesi ekonomi dunia terus menekan harga minyak hingga level terendahnya sejak hampir Juni 2007.
Pada perdagangan Kamis (16/10/2008) di New York, kontrak minyak jenis light sempat merosot hingga US$ 68,57 per barel, sebelum akhirnya ditutup melemah US$ 4,69 poin ke level US$ 69,85.
Di London, kontrak minyak jenis Brent pengiriman November ditutup juga anjlok US$ 4,48 dolar ke elvel US$ 66,32 per brel.
"Ini masih soal sejarah permintaan, dan kita bergerak turun setelah keluarnya laporan, ujar Amanda Kurzendoerfer, analis komoditas dari Summit Energy seperti dikutip dari Reuters, Jumat (17/10/2008).
"Kita melihat sangat besarnya cadangan bensin dan minyak mentah untuk pekan kedua ini. Hal ini mengkonfirmasi fakta bahwa permintaan benar-benar melemah di AS," tambahnya.
Cadangan minyak mentah di AS tercatat naik hingga 5,6 juta barel pada pekan lalu. Angka ini melebihi ekspektasi analis yang hanya memperkirakan kenaikan hingga 1,9 juta barel.
Berdasarkan data dari Pusat Informasi Energi AS, cadangan bensin juga naik 7 juta barel, atau 2 kali lipat dari proyeksi analis sebesar 2,9 juta barel. Secara total, permintaan selama 4 pekan terakhir anjlok hingga 8,9% dibandingkan tahun lalu.
ICP Turun ke US$ 80,83
Sementara itu, berdasarkan data yang dikutip dari situs Ditjen Migas Departemen ESDM, harga rata-rata minyak mentah Indonesia atau Indonesia Crude Price (ICP) hingga pertengahan Oktober, Rabu (15/10/2008), mencapai US$ 80,83 per barel.
Sedangkan ICP Januari-15 Oktober masih bertengger di atas US$ 100 per barel atau tepatnya US$ 108,60 per barel.
Selama September lalu, ICP mencapai US$ 99,06 per barel dan rata-rata ICP Januari hingga September 2008 sebesar US$ 111,75 per barel.
ICP sementara sampai pertengahan Oktober yang menunjukkan tren menurun ini, sejalan dengan penurunan harga minyak di pasar internasional. Di New York Mercantile Exchange, minyak jenis light sweet untuk pengiriman November, mencapai US$ 74,97 per barel, terendah sejak September 2007.
Sedangkan di London, minyak mentah Brent dari Laut Utara untuk pengiriman November juga turun menjadi US$ 70,98 per barel.
(qom/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 17:47 WIB
SBY Minta Hemat Listrik, PNS Jangan Main 'Game' Saat Lembur
-
Kamis, 24/05/2012 17:34 WIB
Lebih Cepat, Kini Urus Sertifikat Halal Bisa Secara Online
-
Kamis, 24/05/2012 17:32 WIB
Ketua Kadin: Masyarakat Lebih Banyak Makan Apel Impor
-
Kamis, 24/05/2012 17:23 WIB
SCTV Rebut Hak Siar Liga Champions dari Hary Tanoe
-
Kamis, 24/05/2012 17:15 WIB
8 IPO Perusahaan Teknologi yang Gagal
-
Kamis, 24/05/2012 17:23 WIB
SCTV Rebut Hak Siar Liga Champions dari Hary Tanoe
-
Kamis, 24/05/2012 17:04 WIB
PNS Tak Habis Akal 'Bobol' Anggaran Perjalanan Dinas
-
Kamis, 24/05/2012 17:03 WIB
8 IPO Perusahaan Teknologi yang Gagal
-
Kamis, 24/05/2012 15:44 WIB
Ini Isi Surat Lengkap Investor Tol ke SBY
-
Kamis, 24/05/2012 15:35 WIB
Pekerja Tambang 'Panas' Aturan Jero Wacik Timbulkan Ancaman PHK
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
32 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
