Minyak Seperti Roller Coaster, Harga BBM RI Belum akan Turun
Sabtu, 18/10/2008 08:27 WIB
Foto: dok detikcom
Jakarta - Pemerintah belum akan menurunkan harga BBM dalam waktu dekat meskipun harga minyak dunia mengalami tren penurunan yang cukup dalam belakangan ini, bahkan sempat berada di bawah level US$ 70 per barel.
Hal ini dikatakan oleh Kepala Badan Kebijakan Fiskal Depkeu Anggito Abimanyu ketika ditemui di kantor Menteri Keuangan, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Jumat (17/10/2008) malam.
"Kan (penurunan di level US$ 70 per barel) ini baru 1-2 hari, kan kita belum tahu, masih kayak roller coaster. Kita tidak mau berandai-andai," ujarnya.
Anggito menjelaskan, pertimbangan pemerintah untuk menurunkan harga BBM dalam negeri bukan hanya berpatokan pada harga minyak dunia, tapi juga kurs nilai tukar.
"Kan perhitungannya tidak hanya harga minyak saja, tapi juga kurs. Kurs kan Rp 9.800/US$. Harga internasional masih di atas harga domestik kita," jelasnya.
Namun Anggito membantah jika pemerintah tidak ingin harga BBM dalam negeri diturunkan. "Kan masih krusial tidak hanya satu faktor saja, pertimbangkan harga dan kurs," katanya.
Selain itu, Anggito mengatakan harga minyak (ICP) rata-rata Januari-Oktober 2008 masih di atas US$ 100 per barel. "Jadi masih cukup tinggi dibanding subsidinya. Karena kita sendiri menghitung tidak satu dua hari, tapi sepanjang tahun," pungkasnya.
Sementara harga minyak mentah dunia yang pada perdagangan Kamis (16/10/2008) sempat berada di bawah level US$ 70 per barel, akhirnya kembali rebound.
Pada perdagangan Jumat (17/10/2008), kontrak New York untuk minyak jenis light pengiriman November naik 2 dolar ke level US$ 71,85 per barel.
Untuk minyak jenis Brent juga naik 3,28 dolar ke level US$ 69,60 per brel.
Kenaikan harga minyak terjadi setelah munculnya spekulasi bahwa OPEC akan menurunkan tingkat produksinya dalam pertemuan darurat yang akan digelar pekan depan. Pertemuan OPEC seharusnya baru digelar November, namun dipercepat menjadi pekan depan.
"Ancaman penurunan produksi OPEC dalam pertemuan pekan depan telah mengangkat harga minyak," ujar David Evans, analis minyak BetonMarkets.com seperti dikutip dari AFP, Sabtu (18/20/2008).
(dnl/qom)
Hal ini dikatakan oleh Kepala Badan Kebijakan Fiskal Depkeu Anggito Abimanyu ketika ditemui di kantor Menteri Keuangan, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Jumat (17/10/2008) malam.
"Kan (penurunan di level US$ 70 per barel) ini baru 1-2 hari, kan kita belum tahu, masih kayak roller coaster. Kita tidak mau berandai-andai," ujarnya.
Anggito menjelaskan, pertimbangan pemerintah untuk menurunkan harga BBM dalam negeri bukan hanya berpatokan pada harga minyak dunia, tapi juga kurs nilai tukar.
"Kan perhitungannya tidak hanya harga minyak saja, tapi juga kurs. Kurs kan Rp 9.800/US$. Harga internasional masih di atas harga domestik kita," jelasnya.
Namun Anggito membantah jika pemerintah tidak ingin harga BBM dalam negeri diturunkan. "Kan masih krusial tidak hanya satu faktor saja, pertimbangkan harga dan kurs," katanya.
Selain itu, Anggito mengatakan harga minyak (ICP) rata-rata Januari-Oktober 2008 masih di atas US$ 100 per barel. "Jadi masih cukup tinggi dibanding subsidinya. Karena kita sendiri menghitung tidak satu dua hari, tapi sepanjang tahun," pungkasnya.
Sementara harga minyak mentah dunia yang pada perdagangan Kamis (16/10/2008) sempat berada di bawah level US$ 70 per barel, akhirnya kembali rebound.
Pada perdagangan Jumat (17/10/2008), kontrak New York untuk minyak jenis light pengiriman November naik 2 dolar ke level US$ 71,85 per barel.
Untuk minyak jenis Brent juga naik 3,28 dolar ke level US$ 69,60 per brel.
Kenaikan harga minyak terjadi setelah munculnya spekulasi bahwa OPEC akan menurunkan tingkat produksinya dalam pertemuan darurat yang akan digelar pekan depan. Pertemuan OPEC seharusnya baru digelar November, namun dipercepat menjadi pekan depan.
"Ancaman penurunan produksi OPEC dalam pertemuan pekan depan telah mengangkat harga minyak," ujar David Evans, analis minyak BetonMarkets.com seperti dikutip dari AFP, Sabtu (18/20/2008).
(dnl/qom)
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 17:47 WIB
SBY Minta Hemat Listrik, PNS Jangan Main 'Game' Saat Lembur
-
Kamis, 24/05/2012 17:34 WIB
Lebih Cepat, Kini Urus Sertifikat Halal Bisa Secara Online
-
Kamis, 24/05/2012 17:32 WIB
Ketua Kadin: Masyarakat Lebih Banyak Makan Apel Impor
-
Kamis, 24/05/2012 17:23 WIB
SCTV Rebut Hak Siar Liga Champions dari Hary Tanoe
-
Kamis, 24/05/2012 17:15 WIB
8 IPO Perusahaan Teknologi yang Gagal
-
Kamis, 24/05/2012 17:23 WIB
SCTV Rebut Hak Siar Liga Champions dari Hary Tanoe
-
Kamis, 24/05/2012 17:04 WIB
PNS Tak Habis Akal 'Bobol' Anggaran Perjalanan Dinas
-
Kamis, 24/05/2012 17:03 WIB
8 IPO Perusahaan Teknologi yang Gagal
-
Kamis, 24/05/2012 15:44 WIB
Ini Isi Surat Lengkap Investor Tol ke SBY
-
Kamis, 24/05/2012 15:35 WIB
Pekerja Tambang 'Panas' Aturan Jero Wacik Timbulkan Ancaman PHK
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
32 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
