detikfinance

Pertamina Incar Saham Blok Masela Lebih 10%

Alih Istik Wahyuni - detikfinance
Senin, 20/10/2008 16:56 WIB
Foto: Angga/detikFinance
Jakarta - Pertamina mengincar kepemilikan saham (Participating Interest/PI) di Blok Masela sebesar lebih dari 10%. Meskipun kewajiban Inpex selaku operator Blok Masela hanya melepas PI sebesar 10% untuk perusahaan nasional.

Demikian disampaikan Wakil Dirut Pertamina Iin Arifin Takhyan disela RI-US Energy Policy Dialogue di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (20/10/2008).

"10% itu kewajiban dia untuk menawarkan. Tapi kita maunya lebih dari itu, itu pun kalau mereka ngasih," katanya.

Setiap pengelola lapangan migas di Indonesia memang berkewajiban menawarkan 10% kepemilikan saham di area yang dikelolanya ke perusahaan dalam negeri.

Jika proyek yang ditawarkan berlokasi di darat, maka bisa ditawarkan ke BUMD. Tapi karena proyek Senoro adalah berlokasi di offshore, maka ditawarkan ke BUMN, yaitu Pertamina.

"Sekarang ini kalau di darat itu ditawarkan ke BUMD. Tapi Masela ini di laut, lebih dari 12 mil. Jadi haknya ke nasional. Makanya Pertamina mengajukan," katanya.

Sejauh ini Pertamina memang sudah melayangkan surat minat untuk mengambil 10% kepemilikan saham di Masela Meski belum dijawab secara formal, namun Pertamina optimis Inpex akan mengabulkan pengajuan mereka.



(lih/qom)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.