detikfinance

Dana Lippo Bank Rp 49 Miliar Tertahan di Bank Indover

Dadan Kuswaraharja - detikfinance
Rabu, 22/10/2008 14:13 WIB
Hendrik G Mulder (Foto: Indro/detikfinance)
Jakarta - PT Bank Lippo Tbk mengakui adanya penempatan dana berupa overnight placement di Bank Indover Belanda senilai US$ 5 juta atau sekitar Rp 49 miliar.

Lippo Bank telah menerima surat pemberitahuan dari Bank Indonesia bahwa pada tanggal 7 Oktober 2008, Indover dibekukan oleh otoritas Belanda.

BI juga meminta Lippo Bank untuk mengajukan klaim secara langsung kepada administrator Indover di Amsterdam serta melaporkan perkembangan penyelesaian penempatan tersebut kepada Bank Indonesia.

"Saat ini Lippo Bank sedang dalam mengurus klaim tersebut," ujar Presdir Bank Lippo Hendrik G Mulder dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, Rabu (22/10/2008).

Lippo Bank bersama-sama bank lainnya yang terkena dampak pembekuan Indover telah menyampaikan masalah ini kepada Perbanas agar segera diselesaikan oleh Bank Indonesia dengan baik.

Bank Kesawan dan Bank Agro Bebas dari Subprime


Sementara itu Bank Kesawan dan Bank Agroniaga mengaku tidak mempunyai eksposure atau penempatan kepada lembaga-lembaga keuangan yang bermasalah seperti Lehman Brothers, Merrill Lynch, Goldman Sachs, dan Morgan Stanley.

"Oleh sebab itu hampir tidak ada pengaruh langsung subprme terhadap perseroan," ujar Corporate Secretary Bank Agroniaga Hirawan Nur Kustono.

Namun Hirawan menuturkan secara tidak langsung, kondisi perseroan terpengaruh oleh ketatnya likuiditas di pasar sehingga suku bunga pasar meningkat.

"Peningkatan suku bunga tersebut dalam jangka panjang dapat mempengaruhi penyerapan kredit sektor riil," ujarnya.

Hirawan mengkhawatirkan untuk sektor agrobisnis dimana perseroan memiliki portofolio kredit yang dominan, dikhawatirkan akan terjadi perlambatan penyaluran kredit karena turunnya harga komoditas dunia.

Dirut Bank Kesawan Dinno Indiano menuturkan Bank Kesawan juga tidak memiliki exposure atas lembaga keuangan yang kini bermasalah.

"Tidak ada pengaruh baik langsung maupun tidak langsung dari gejolak pasar keuangan di AS terhadap kinerja keuangan dan kinerja Bank Kesawan," ujarnya.


(ddn/ir)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.