Indover Cari Utangan di Pasar Eropa dan Arab
Rabu, 22/10/2008 15:21 WIB
Foto: Indover
Jakarta - Manajemen Bank Indover Belanda akhirnya buka suara mengenai permasalahan likuiditas yang dideranya. Untuk mengatasi krisis itu, Indover mencari utang jangka pendek dari pasar uang di Eropa dan Arab.
Hal tersebut disampaikan Direktur Indover Belanda Nana Supriana usai rapat tertutup Indover dengan Komisi XI DPR, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (22/10/2008).
"Kalau dari money market itu jangka pendek. Sumbernya banyak di Eropa ada, Arab ada, tapi saya nggak ingat dari siapa saja," ujarnya.
Rapat itu juga dihadiri oleh Komisaris Utama Indover Subarjo Joyosumarto dan para direksi yakni Goegoen Roekawan, Peter van der Voort van Zyp, Chairi Hakim dan Arta Bisman, perwakilan BI di Belanda.
Subarjo Joyosumarto menambahkan nasib bank-bank yang dananya masih tertahan di Bank Indover masih menunggu keputusan DPR.
Wakil Ketua Komisi XI DPR Olly Dondokambey mengatakan DPR belum memberi sikap karena pertanyaan yang diajukan anggota DPR tidak semuanya dijawab manajemen Indover karena dibatasi oleh Undang-undang perbankan di Belanda.
"Jadi implikasinya diserahkan kepada pemegang saham, jadi rapat kali ini tidak nihil tapi juga tidak dalam, soalnya tidak ada titik terang, setiap ditanya apa mereka bilangnya terbatas karena ada undang-undang Belanda, yang mereka ungkapkan hanya kalau enggak dikasih duit bangkrut," ujarnya.
(ddn/ir)
Hal tersebut disampaikan Direktur Indover Belanda Nana Supriana usai rapat tertutup Indover dengan Komisi XI DPR, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (22/10/2008).
"Kalau dari money market itu jangka pendek. Sumbernya banyak di Eropa ada, Arab ada, tapi saya nggak ingat dari siapa saja," ujarnya.
Rapat itu juga dihadiri oleh Komisaris Utama Indover Subarjo Joyosumarto dan para direksi yakni Goegoen Roekawan, Peter van der Voort van Zyp, Chairi Hakim dan Arta Bisman, perwakilan BI di Belanda.
Subarjo Joyosumarto menambahkan nasib bank-bank yang dananya masih tertahan di Bank Indover masih menunggu keputusan DPR.
Wakil Ketua Komisi XI DPR Olly Dondokambey mengatakan DPR belum memberi sikap karena pertanyaan yang diajukan anggota DPR tidak semuanya dijawab manajemen Indover karena dibatasi oleh Undang-undang perbankan di Belanda.
"Jadi implikasinya diserahkan kepada pemegang saham, jadi rapat kali ini tidak nihil tapi juga tidak dalam, soalnya tidak ada titik terang, setiap ditanya apa mereka bilangnya terbatas karena ada undang-undang Belanda, yang mereka ungkapkan hanya kalau enggak dikasih duit bangkrut," ujarnya.
(ddn/ir)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 17:55 WIB
Tanri Abeng: Belajar Networking Setelah itu Baru Jadi Entrepreneur
-
Kamis, 24/05/2012 17:47 WIB
SBY Minta Hemat Listrik, PNS Jangan Main 'Game' Saat Lembur
-
Kamis, 24/05/2012 17:34 WIB
Lebih Cepat, Kini Urus Sertifikat Halal Bisa Secara Online
-
Kamis, 24/05/2012 17:32 WIB
Ketua Kadin: Masyarakat Lebih Banyak Makan Apel Impor
-
Kamis, 24/05/2012 17:23 WIB
SCTV Rebut Hak Siar Liga Champions dari Hary Tanoe
-
Kamis, 24/05/2012 17:23 WIB
SCTV Rebut Hak Siar Liga Champions dari Hary Tanoe
-
Kamis, 24/05/2012 17:04 WIB
PNS Tak Habis Akal 'Bobol' Anggaran Perjalanan Dinas
-
Kamis, 24/05/2012 17:03 WIB
8 IPO Perusahaan Teknologi yang Gagal
-
Kamis, 24/05/2012 15:44 WIB
Ini Isi Surat Lengkap Investor Tol ke SBY
-
Kamis, 24/05/2012 15:35 WIB
Pekerja Tambang 'Panas' Aturan Jero Wacik Timbulkan Ancaman PHK
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
32 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
