Sesi Siang
Rupiah dan IHSG Terjungkal
Jumat, 24/10/2008 11:38 WIB
(Foto: Indro-detikFinance)
Jakarta - Rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan hebat mengikuti kepanikan yang terjadi di pasar Asia. Penurunan rupiah dan IHSG sudah masuk tahap yang cukup kritis.
Kejatuhan pasar Asia kini menjadi perhatian pelaku pasar setelah AS dan Eropa yang lebih dulu terkena krisis. Negara Asia yang banyak mengandalkan ekspor ke AS dan Eropa mulai dihantui melemahnya perekonomian karena krisis global ini.
Pada penutupan perdagangan saham sesi I, Jumat (24/10/2008) IHSG turun tajam hingga 88,076 poin (6,59%) ke posisi 1.249,128.
Sedangkan rupiah pada perdagangan valas pukul 11.30 WIB, turun 58 poin ke posisi 9.998 per dolar AS. Rupiah sudah kian mendekat ke posisi level psikologis 10.000 per dolar AS.
Perdagangan saham sesi siang di BEI berlangsung tipis dengan transaksi yang terjadi sebanyak 21.212 kali, pada volume 779,6 juta saham, senilai Rp 844,2 miliar. Hanya 6 saham yang naik harga, selebihnya 154 saham turun dan 21 saham stganan.
Saham-saham yang anjlok harganya antara lain, Telkom (TLKM) turun Rp 650 menjadi Rp 5.900, Perusahaan Gas Negara (PGAS) turun Rp 140 menjadi Rp 1.350, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) turun Rp 350 menjadi Rp 3.275, Bank Internasional Indonesia (BNII) turun Rp 20 menjadi Rp 450 dan Astra Internasional (ASII) turun Rp 1.000 menjadi Rp 9.000.
IHSG mengikuti pelemahan bursa-bursa Asia di tengah kegugupan di Wall Street pada perdagangan sebelumnya, meski akhirnya indeks Dow Jones ditutup menguat 172,04 poin (2,02%) ke level 8.591,25.
Pada perdagangan Jumat (24/10/2008), indeks Nikkei-225 di Bursa Tokyo merosot tajam di bawah level 8.000 untuk pertama kalinya sejak Maret 2003. Nikkei 225 menutup sesi I dengan penurunan hingga 602,18 poin (7.12%) ke level 7.858,80.
Kejatuhan Nikkei-225 terjadi karena investor makin mengkhawatirkan nasib kinerja perusahaan-perusahaan setelah Sony Corp mengumumkan proyeksi laba yang kemungkinan akan merosot. Saham Sony melorot hingga 13%.
Di Hong Kong, indeks Hang Seng juga dibuka melorot 2,1%, sementara Australia turun 1,1% dan Singapura ambles 2,15%, Korsel merosot 3,5%.
(ir/qom)
Kejatuhan pasar Asia kini menjadi perhatian pelaku pasar setelah AS dan Eropa yang lebih dulu terkena krisis. Negara Asia yang banyak mengandalkan ekspor ke AS dan Eropa mulai dihantui melemahnya perekonomian karena krisis global ini.
Pada penutupan perdagangan saham sesi I, Jumat (24/10/2008) IHSG turun tajam hingga 88,076 poin (6,59%) ke posisi 1.249,128.
Sedangkan rupiah pada perdagangan valas pukul 11.30 WIB, turun 58 poin ke posisi 9.998 per dolar AS. Rupiah sudah kian mendekat ke posisi level psikologis 10.000 per dolar AS.
Perdagangan saham sesi siang di BEI berlangsung tipis dengan transaksi yang terjadi sebanyak 21.212 kali, pada volume 779,6 juta saham, senilai Rp 844,2 miliar. Hanya 6 saham yang naik harga, selebihnya 154 saham turun dan 21 saham stganan.
Saham-saham yang anjlok harganya antara lain, Telkom (TLKM) turun Rp 650 menjadi Rp 5.900, Perusahaan Gas Negara (PGAS) turun Rp 140 menjadi Rp 1.350, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) turun Rp 350 menjadi Rp 3.275, Bank Internasional Indonesia (BNII) turun Rp 20 menjadi Rp 450 dan Astra Internasional (ASII) turun Rp 1.000 menjadi Rp 9.000.
IHSG mengikuti pelemahan bursa-bursa Asia di tengah kegugupan di Wall Street pada perdagangan sebelumnya, meski akhirnya indeks Dow Jones ditutup menguat 172,04 poin (2,02%) ke level 8.591,25.
Pada perdagangan Jumat (24/10/2008), indeks Nikkei-225 di Bursa Tokyo merosot tajam di bawah level 8.000 untuk pertama kalinya sejak Maret 2003. Nikkei 225 menutup sesi I dengan penurunan hingga 602,18 poin (7.12%) ke level 7.858,80.
Kejatuhan Nikkei-225 terjadi karena investor makin mengkhawatirkan nasib kinerja perusahaan-perusahaan setelah Sony Corp mengumumkan proyeksi laba yang kemungkinan akan merosot. Saham Sony melorot hingga 13%.
Di Hong Kong, indeks Hang Seng juga dibuka melorot 2,1%, sementara Australia turun 1,1% dan Singapura ambles 2,15%, Korsel merosot 3,5%.
(ir/qom)
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 17:55 WIB
Tanri Abeng: Belajar Networking Setelah itu Baru Jadi Entrepreneur
-
Kamis, 24/05/2012 17:47 WIB
SBY Minta Hemat Listrik, PNS Jangan Main 'Game' Saat Lembur
-
Kamis, 24/05/2012 17:34 WIB
Lebih Cepat, Kini Urus Sertifikat Halal Bisa Secara Online
-
Kamis, 24/05/2012 17:32 WIB
Ketua Kadin: Masyarakat Lebih Banyak Makan Apel Impor
-
Kamis, 24/05/2012 17:23 WIB
SCTV Rebut Hak Siar Liga Champions dari Hary Tanoe
-
Kamis, 24/05/2012 17:23 WIB
SCTV Rebut Hak Siar Liga Champions dari Hary Tanoe
-
Kamis, 24/05/2012 17:04 WIB
PNS Tak Habis Akal 'Bobol' Anggaran Perjalanan Dinas
-
Kamis, 24/05/2012 17:03 WIB
8 IPO Perusahaan Teknologi yang Gagal
-
Kamis, 24/05/2012 15:44 WIB
Ini Isi Surat Lengkap Investor Tol ke SBY
-
Kamis, 24/05/2012 15:35 WIB
Pekerja Tambang 'Panas' Aturan Jero Wacik Timbulkan Ancaman PHK
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
32 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
