detikfinance

Review IHSG: Terbawa Arus

Nurul Qomariyah - detikfinance
Jumat, 24/10/2008 17:39 WIB
Jakarta - IHSG ikut jatuh bersamaan dengan kejatuhan bursa-bursa lain di dunia. Semua sektor melemah, dengan 25 emiten terkena auto rejection batas bawah.

Pada penutupan perdagangan saham akhir pekan Jumat (24/10/2008) IHSG anjlok 92,390 poin (6,91%) menjadi 1.244,864. Posisi terendah sejak Juni 2006. Perdagangan saham hari ini mencatat transaksi sebanyak 32.979 kali, dengan volume 2,686 miliar unit saham, senilai Rp 1,514 triliun.

Berikut review IHSG oleh eTrading Securities:

Pada akhir pekan, indeks ditutup melemah mencetak new record low lagi pada level 1.244,864 (terendah sejak 15 Juni 2006). Semua sektor ditutup melemah rata- rata 6% dengan dipimpin sektor infrastruktur (-9,32%). Pergerakan indeks sendiri cenderung melemah dari awal perdagangan sampai penutupan.

BYAN yang selama 8 hari terakhir ditutup menguat (auto rejection ke atas) ditutup melemah hari ini di level Rp1.850 (-8,41%). CPRO lagi ditutup melemah  8,69% ke Rp63 terkait Bappepam masih mempertanyakan siapa pembeli siaga rights issue CPRO.

Sementara dari BUMI, penjualan 35% saham BUMI kepada investor strategis diharapkan rampung minggu ini, sehingga diperkirakan pekan depan BUMI dapat kembali diperdagangkan di bursa efek.

Melemahnya IHSG mengikuti harga komoditas yang bergerak volatile terutama dipicu oleh harga minyak yang masih di bawah $70 menyebabkan para investor menarik dananya dari emerging market.

Anjloknya IHSG mengikuti pergerakan bursa regional yang ditutup melemah semua seperti Hang Seng (-8,3%), Kospi (-10,3%), Singapore Strait Times(-8,15%), dan Nikkei (-9,6%). Sementara dari nilai kurs, rupiah pada pukul 5.09 ditutup di level Rp10.005/USD.

Kondisi ekonomi di Asia yang mengkhawatirkan ini menyebabkan Negara ASEAN+3 (Korsel, Cina, dan Jepang) menyiapkan pendanaan melalui mekanisme swap sebesar $800 milliar.







(qom/qom)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.