Berita Lain
-
Rabu, 23/05/2012 12:27 WIB
Sistem Outsourcing di Indonesia Bikin Miskin -
Rabu, 23/05/2012 12:03 WIB
Bank Dunia Anggap Utang RI Rp 1.903 Triliun Masih Taraf Aman -
Rabu, 23/05/2012 10:37 WIB
Eropa Krisis, Asia Timur dan Pasifik Harus Kurangi Ketergantungan Ekspor -
Rabu, 23/05/2012 09:15 WIB
Laporan dari Kazakhstan
Waspadai Krisis Eropa, Hatta: Banyak Bekerja, Jangan Berpolemik -
Rabu, 23/05/2012 07:29 WIB
Laporan dari Kazakhstan
Hatta: Penyatuan Zona Waktu, PNS Bakal Kerja Jam 07.00 -
Selasa, 22/05/2012 19:26 WIB
Waralaba yang Asli akan Memiliki Logo Khusus
Indeks Berita
Rumor Saham
Private Placement , AISA Menuju Rp 800?
Saham PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) dikabarkan akan dikerek ke level Rp 800 dalam waktu dekat. Beredar kabar, perseroan akan genjot modal....
0 Komentar | Balas Tanggapan
0 Komentar | Balas Tanggapan
Peluang Usaha
Bagaimana Menimbang Risiko dalam Memulai Bisnis?
Setidaknya ada tiga hal penghalang utama seseorang untuk memulai usaha, yaitu terlalu banyak rencana, menunggu moment yang pas dan takut menghadapi risiko bisnis.
Sosok Dan Peristiwa
Pengalaman Pertama Hatta Rajasa Makan Daging Kuda
Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa untuk pertama kali mencicipi kuliner khas Asia Tengah yakni daging kuda. "Rasanya gimana gitu," kata Hatta.
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 2,796.000
-
Rp 469.000
Forum Finance register | login
Thread Pilihan
Selasa, 22/05/2012 14:44 WIB
Dahlan Iskan Menegaskan Tak Akan Beri Modal ke Merpati
Posted by: kaptenDF
Sabtu, 25/10/2008 09:44 WIB
Putusan OPEC Tak Direspons, Harga Minyak Turun ke US$ 64/barel
Irna Gustia - detikFinance
(Foto: Reuters)
Pada penutupan perdagangan Jumat (24/10/2008) harga minyak di NYMEX jenis light untuk pengiriman Desember turun US$ 3,69 menjadi US$ 64,15 per barel.
Begitu pula dengan harga minyak jenis Brent North Sea di London turun US$ 3,42 menjadi US$ 62,05 per barel. Dalam perdagangan intraday di London harga minyak Brent bahkan sempat melemah ke US$ 61 per barel yang merupakan level terendah sejak Mei 2007.
"Meskipun OPEC telah membuat keputusan memangkas produksi harga minyak tetap turun, karena pasar secara psikologis lebih terpengaruh pada muramnya pasar secara keseluruhan," kata Mike Fitzpatrick dari MF Global seperti dilansir dari AFP, Sabtu (25/10/2008).
Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) pada Jumat (24/10/2008) mengumumkan pemangkasan produksi 1,5 juta bph yang berlaku efektif 1 November 2008. Pemangkasan produksi ini diharapkan bisa menstabilkan harga minyak agar tidak terlampau jatuh di tengah resesi dunia saat ini.
Para analis sebelumnya memperkirakan OPEC hanya akan memangkas produksi 1 juta barel per hari karena melemahnya ekonomi dunia yang membuat permintaan minyak mentah ikut menurun.
Analis Dresdner Kleinwort, Peter Fertig mengatakan harga minyak mentah memang cenderung turun sehingga pemangkasan produksi oleh OPEC tidak begitu efektif mengingat permintaan minyak yang terus turun selama masa krisis ini.
Sementara James Williams dari WTRG Economics melihat pemangksan produksi 1,5 juta bph karena terkait dengan turunnya konsumsi minyak di AS sebesar 200 ribu unit, AS merupakan konsumen terbesar minyak dunia.
OPEC yang beranggotakan 12 negara produsen minyak menguasai 40% pasar minyak dunia. Negara OPEC sangat menikmati kenaikan harga minyak tahun ini yang sempat mencapai US$ 147 per barel namun secara dramatis terus mengalami penurunan tajam hingga ke US$ 64 per barel.
Turunnya produksi OPEC juga ditanggapi sinis oleh negara-negara barat. Gedung Putih bahkan menyebut OPEC sebagai anti pasar karena penurunan terjadi saat ini adalah imbas dari resesi global yang membuat permintaan ikut turun.
Sedangkan Perdana Menteri Inggris Gordon Brown menyatakan kekecewaannya atas keputusan OPEC tersebut dan menilainya sebagai keputusan yang tidak bertanggung jawab dalam kondisi ekonomi yang sedang krisis. (ir/ir)
Ketik REG FIN kirim ke 3845 (khusus pelanggan Indosat Rp.1300/hari)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga :
Komentar terkini (0 Komentar) ·
Follower Komentar
Berita Terpopuler
-
Rabu, 23/05/2012 12:40 WIB
Kekayaan 5 Konglomerat Ini Raib Gara-gara Saham Anjlok -
Rabu, 23/05/2012 11:42 WIB
Laporan dari Kazakhstan
Kisah Awal SBY Kepincut Mobil Hybrid -
Rabu, 23/05/2012 12:17 WIB
Laporan dari Kazakhstan
Sebelum Produksi di RI, Toyota Ingin Impor Banyak Mobil Hybrid -
Rabu, 23/05/2012 12:10 WIB
Sesi I
Yunani Bersiap Hengkang dari Uni Eropa, IHSG Jatuh 55 Poin -
Rabu, 23/05/2012 13:01 WIB
Mobil Hybrid Dibuat di Indonesia untuk Masyarakat Kelas Atas
Komentar Terpopuler
-
Rabu, 23/05/2012 - 08:35
PNS Tak Puas Gaji Cuma Naik 7% -
Senin, 21/05/2012 - 13:58
Ingin Hidup Enak, PNS Harus Produktif -
Rabu, 23/05/2012 - 09:04
Wagub Kaltim: Harapkan PLN, Sampai Kiamat Nggak Bakal Teraliri Listrik -
Rabu, 23/05/2012 - 04:16
Duh, Gaji PNS Cuma Naik 7% di 2013 -
Rabu, 23/05/2012 - 12:05
Berhasil Jaga Inflasi, Jokowi Dapat Penghargaan SBY dan BI
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Recommended Reading







Sending your message
.gif)



