Direktur IMF Lepas dari Skandal Selingkuh
Minggu, 26/10/2008 13:34 WIB
Foto: Reuters
Jakarta - Tidak seperti mantan Presiden Bank Dunia Paul Wolfowitz yang terjungkal dari kursinya akibat skandal, bos Dana Moneter Internasional (IMF) Dominique Strauss-Kahn akhirnya bisa lolos dari tudingan menyalahgunakan kekuasaan setelah skandal asmaranya dengan mantan ekonomis IMF terbongkar.
Dewan IMF membersihkan nama direktur pelaksana IMF ini dari segala tuduhan penyalahgunaan wewenang. Namun Dewan menilai insiden Dominique Strauss-Kahn itu sangat fatal dan bisa mempengaruhi penilaian Strauss-Kahn di lembaga itu.
"Dewan eksekutif sangat menyayangkan insiden itu. Insiden ini mencerminkan adanya kesalahan yang serius dalam masalah nilai," demikian pernyataan dewan eksekutif IMF seperti dikutip AFP, Minggu (26/10/2008).
Dalam wawancara dengan wartawan, Direktur Eksekutif IMF, Shakour Shaalan mengatakan dewan eksekutif menerima pernyataan maaf Strauss-Kahn dan akan terus bekerja sama dengan Strauss-Kahn.
"Dewan menyikapi hal ini dengan sangat positif. Kesimpulannya insiden ini tidak akan mempengaruhi kerja direktur pelaksana," ujarnya.
Shaalan mengakui bahwa banyak karyawan IMF terutama wanita yang tidak menyenangi kelakuan bosnya itu.
"Tetapi kan Direktur Pelaksana sudah menyampaikan permintaan maaf, saya kira kita tidak bisa lagi membuat dia melakukan hal yang lain (mengundurkan diri)," ujarnya.
Dominique Strauss-Kahn sempat meminta maaf atas skandal perselingkuhannya dengan wanita bersuami yang juga eks karyawan IMF. Namun mantan Menkeu Prancis itu tidak akan mundur.
"Beberapa diantara Anda mungkin akan merasa bahwa saya telah mengecewakan, dan saya bisa mengerti perasaan itu," tulis Strauss-Kahn dalam email yang dikirimkan kepada para staffnya beberapa waktu lalu.
Wall Street Journal sebelumnya mengungkapkan, IMF tengah melakukan investigasi terkait dugaan hubungan asmara Strauss-Kahn dengan wanita Hungaria yang sudah bersuami, Piroska Nagy, yang juga merupakan mantan pejabat senior IMF Departemen Afrika. Nagy pada April 2008 juga memimpin misi IMF di Ghana.
Namun Nagy sudah mengundurkan diri dan sekarang bekerja di European Bank for Reconstruction and Development. Penyelidikan itu untuk mengetahui apakah Strauss-Kahn telah menyalahgunakan kewenangannya dengan memberikan hak-hak istimewa kepada Nagy, termasuk paket pesangon istimewa ketika Nagy meninggalkan IMF.
Namun kini berdasarkan penyelidikan dewan eksekutif IMF, skandal itu tak terbukti membuat Strauss-Kahn lupa diri dan menyalahgunakan kekuasaannya.
(ddn/ddn)
Dewan IMF membersihkan nama direktur pelaksana IMF ini dari segala tuduhan penyalahgunaan wewenang. Namun Dewan menilai insiden Dominique Strauss-Kahn itu sangat fatal dan bisa mempengaruhi penilaian Strauss-Kahn di lembaga itu.
"Dewan eksekutif sangat menyayangkan insiden itu. Insiden ini mencerminkan adanya kesalahan yang serius dalam masalah nilai," demikian pernyataan dewan eksekutif IMF seperti dikutip AFP, Minggu (26/10/2008).
Dalam wawancara dengan wartawan, Direktur Eksekutif IMF, Shakour Shaalan mengatakan dewan eksekutif menerima pernyataan maaf Strauss-Kahn dan akan terus bekerja sama dengan Strauss-Kahn.
"Dewan menyikapi hal ini dengan sangat positif. Kesimpulannya insiden ini tidak akan mempengaruhi kerja direktur pelaksana," ujarnya.
Shaalan mengakui bahwa banyak karyawan IMF terutama wanita yang tidak menyenangi kelakuan bosnya itu.
"Tetapi kan Direktur Pelaksana sudah menyampaikan permintaan maaf, saya kira kita tidak bisa lagi membuat dia melakukan hal yang lain (mengundurkan diri)," ujarnya.
Dominique Strauss-Kahn sempat meminta maaf atas skandal perselingkuhannya dengan wanita bersuami yang juga eks karyawan IMF. Namun mantan Menkeu Prancis itu tidak akan mundur.
"Beberapa diantara Anda mungkin akan merasa bahwa saya telah mengecewakan, dan saya bisa mengerti perasaan itu," tulis Strauss-Kahn dalam email yang dikirimkan kepada para staffnya beberapa waktu lalu.
Wall Street Journal sebelumnya mengungkapkan, IMF tengah melakukan investigasi terkait dugaan hubungan asmara Strauss-Kahn dengan wanita Hungaria yang sudah bersuami, Piroska Nagy, yang juga merupakan mantan pejabat senior IMF Departemen Afrika. Nagy pada April 2008 juga memimpin misi IMF di Ghana.
Namun Nagy sudah mengundurkan diri dan sekarang bekerja di European Bank for Reconstruction and Development. Penyelidikan itu untuk mengetahui apakah Strauss-Kahn telah menyalahgunakan kewenangannya dengan memberikan hak-hak istimewa kepada Nagy, termasuk paket pesangon istimewa ketika Nagy meninggalkan IMF.
Namun kini berdasarkan penyelidikan dewan eksekutif IMF, skandal itu tak terbukti membuat Strauss-Kahn lupa diri dan menyalahgunakan kekuasaannya.
(ddn/ddn)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 17:23 WIB
SCTV Rebut Hak Siar Liga Champions dari Hary Tanoe
-
Kamis, 24/05/2012 19:08 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 17:04 WIB
PNS Tak Habis Akal 'Bobol' Anggaran Perjalanan Dinas
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
32 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
