3 Negara Dapat Utangan IMF
Senin, 27/10/2008 06:44 WIB
Dominique Strauss-Kahn (Le Figaro)
Washington - Jika Indonesia memilih meninggalkan IMF, maka 3 negara ini justru akan segera menjadi pasien IMF. Negara-negara itu berharap utangan dari IMF bisa membantu mereka keluar dari krisis.
Ketiga negara itu adalah Ukraina, Islandia dan Hungaria. IMF sebelumnya mengungkapkan telah melakukan pembicaraan dengan 5 negara untuk paket bantuan menghadapi krisis yakni dengan Hungaria, Islandia, Pakistan, Ukraina dan Belarusia.
Seperti dikutip dari situs IMF, Senin (26/10/2008), lembaga donor itu secara resmi mengumumkan telah mencapai kesepakatan pinjaman US$ 16,5 miliar dengan Ukraina.
Paket bantuan seperti yang pernah diterima Indonesia itu, akan digunakan untuk membantu negara tersebut menjaga tingkat pertumbuhannya dan stabilitas finansial.
Pinjaman itu masih harus mendapatkan persetujuan dari manajemen IMF dan Dewan Eksekutif, serta persetujuan dari legislasi di Ukraina.
"Ukraina telah mengembangkan paket kebijakan yang komperehensif, didesain untuk membantu negara tersebut memenuhi neraca pembayaran yang dibutuhkan akibat kolapsnya harga baja, gejolak pasar finansil global dan berhubungan dengan kesulitan sistem finansial Ukraina," demikian Managing Director IMF, Dominique Strauss-Kahn.
IMF juga mengumumkan bahwa para stafnya telah mencapai kesepakatan dengan Islandia untuk paket bantuan senilai US$ 2,1 miliar.
"Misi staf IMF dan pemerintah Islandia hari ini telah mencapai kesepakatan untuk sebuah persetejuan referendum program bentuan ekonomi senesar SDR 1,4 miliar atau sekitar US$ 1,2 miliar," demikian pernyataan dari IMF.
Paket bantuan itu juga harus mendapatkan persetujuan dari Dewan Eksekutif IMF pada November. Islandia selanjutnya dapat segera menarik SDR 560 juta atau sekitar US$ 833 juta setelah persetujuan keluar.
Sementara seperti dikutip dari AFP, Strauss-Kahn mengumumkan bahwa IMF telah mencapai kesepakatan bantuan untuk Hungaria, yang akan segera diumumkan dalam beberapa hari terakhir. Belum diketahui berapa paket bantuan yang dibutuhkan Hungaria.
Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asian Europe Meeting (ASEM) yang berlangsung di Beijing akhir pekan lalu meminta IMF untuk lebih berperan aktif dalam mengatasi krisis finansial dunia.
"Para pemimpin sepakat bahwa IMF harus memainkan peran penting dalam membantu negara-negara yang terkena dampak serius dari krisis melalui permintaan mereka," demikian pernyataan bersama ASEM.
Namun Indonesia, seperti dilontarkan oleh Presiden SBY sebelumnya, menyatakan tidak akan menggunakan jasa IMF lagi dalam menghadapi krisis finansial global ini. Indonesia akan mengutamakan sumber pendanaan internalnya.
"Kita sudah pengalaman dengan IMF saat menghadapi krisis lalu. Negeri kita trauma waktu IMF ikut mengatasi krisis di Indonesia. Saya berpendapat, kita tidak perlu lagi menggunakan IMF," ujar SBY saat jumpa pers di Peninsula Hotel, Beijing, China, Sabtu (25/10/2008).
(qom/qom)
Ketiga negara itu adalah Ukraina, Islandia dan Hungaria. IMF sebelumnya mengungkapkan telah melakukan pembicaraan dengan 5 negara untuk paket bantuan menghadapi krisis yakni dengan Hungaria, Islandia, Pakistan, Ukraina dan Belarusia.
Seperti dikutip dari situs IMF, Senin (26/10/2008), lembaga donor itu secara resmi mengumumkan telah mencapai kesepakatan pinjaman US$ 16,5 miliar dengan Ukraina.
Paket bantuan seperti yang pernah diterima Indonesia itu, akan digunakan untuk membantu negara tersebut menjaga tingkat pertumbuhannya dan stabilitas finansial.
Pinjaman itu masih harus mendapatkan persetujuan dari manajemen IMF dan Dewan Eksekutif, serta persetujuan dari legislasi di Ukraina.
"Ukraina telah mengembangkan paket kebijakan yang komperehensif, didesain untuk membantu negara tersebut memenuhi neraca pembayaran yang dibutuhkan akibat kolapsnya harga baja, gejolak pasar finansil global dan berhubungan dengan kesulitan sistem finansial Ukraina," demikian Managing Director IMF, Dominique Strauss-Kahn.
IMF juga mengumumkan bahwa para stafnya telah mencapai kesepakatan dengan Islandia untuk paket bantuan senilai US$ 2,1 miliar.
"Misi staf IMF dan pemerintah Islandia hari ini telah mencapai kesepakatan untuk sebuah persetejuan referendum program bentuan ekonomi senesar SDR 1,4 miliar atau sekitar US$ 1,2 miliar," demikian pernyataan dari IMF.
Paket bantuan itu juga harus mendapatkan persetujuan dari Dewan Eksekutif IMF pada November. Islandia selanjutnya dapat segera menarik SDR 560 juta atau sekitar US$ 833 juta setelah persetujuan keluar.
Sementara seperti dikutip dari AFP, Strauss-Kahn mengumumkan bahwa IMF telah mencapai kesepakatan bantuan untuk Hungaria, yang akan segera diumumkan dalam beberapa hari terakhir. Belum diketahui berapa paket bantuan yang dibutuhkan Hungaria.
Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asian Europe Meeting (ASEM) yang berlangsung di Beijing akhir pekan lalu meminta IMF untuk lebih berperan aktif dalam mengatasi krisis finansial dunia.
"Para pemimpin sepakat bahwa IMF harus memainkan peran penting dalam membantu negara-negara yang terkena dampak serius dari krisis melalui permintaan mereka," demikian pernyataan bersama ASEM.
Namun Indonesia, seperti dilontarkan oleh Presiden SBY sebelumnya, menyatakan tidak akan menggunakan jasa IMF lagi dalam menghadapi krisis finansial global ini. Indonesia akan mengutamakan sumber pendanaan internalnya.
"Kita sudah pengalaman dengan IMF saat menghadapi krisis lalu. Negeri kita trauma waktu IMF ikut mengatasi krisis di Indonesia. Saya berpendapat, kita tidak perlu lagi menggunakan IMF," ujar SBY saat jumpa pers di Peninsula Hotel, Beijing, China, Sabtu (25/10/2008).
(qom/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 17:23 WIB
SCTV Rebut Hak Siar Liga Champions dari Hary Tanoe
-
Kamis, 24/05/2012 19:08 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 17:04 WIB
PNS Tak Habis Akal 'Bobol' Anggaran Perjalanan Dinas
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
32 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
