Sesi Siang
Rupiah dan IHSG Terguncang
Senin, 27/10/2008 12:15 WIB
(Foto: Indro-detikFinance)
Jakarta - Pasar finansial dalam negeri kembali terguncang di awal pekan ini. Rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) makin tak berdaya dan berada di posisi terlemahnya.
Pada perdagangan saham sesi I, Senin (27/10/2008) IHSG anjlok 82,456 poin (6,62%) menjadi 1.162,408. IHSG mengalami tekanan yang dalam karena faktor eksternal dari melemahnya busa saham di Asia.
Sedangkan rupiah lebih parah lagi yang hingga perdagangan valas pukul 12.00 WIB turun tajam 595 poin ke posisi 10.600 per dolar AS. Rupiah terus terpukul di level rendah karena penarikan investasi oleh asing sulit dicegah.
Pengamat pasar uang Toni Mariano ketika dihubungi detikFinance, Senin (27/10/2008) mengatakan untuk menahan pelemahan rupiah tidak ada cara lain kecuali intervensi yang dilakukan oleh Bank Indonesia.
Pelaku pasar, kata Toni, memandang pesimistis dengan keadaan pasar dan mencoba kembali masuk ke pasar uang di AS sehingga akhirnya membuang rupiah.
BI diketahui sudah melakukan intervensi maskimal namun dolar AS tetap saja bergerak liar yang memukul hampir sebagian besar mata uang Asia.
Sementara bursa saham Asia lainnya juga berantakan pada sesi siang ini seperti Hang Seng turun 4,22%, Seoul turun 3,84%, KOSPI turun 3,24%, Nikkei turun lebih dari 5%, Taiwan turun 5,68%. Sementara Bursa Filipina yang sempat disuspensi, akhirnya ditutup merosot 12,3%.
Perdagangan saham sesi siang mencatat transaksi sebanyak 12.527 kali, dengan volume 672 juta saham, senilai Rp 522 miliar. Hanya 5 saham yang naik, 149 saham turun dan 20 saham stagnan.
Saham-saham yang anjlok harganya antara lain, Telkom (TLKM) turun Rp 550 menjadi Rp 5.350, Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) turun Rp 450 menjadi Rp 4.150, Aneka Tambang (ANTM) turun Rp 90 menjadi Rp 850, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) turun Rp 325 menjadi Rp 2.950 dan Perusahaan Gas Negara (PGAS) turun Rp 130 menjadi Rp 1.220.
Bursa saham di Asia turun dalam karena pasar finansial yang terus dihantui sentimen resesi ekonomi yang kini tidak hanya terjadi di AS dan Eropa namun juga mulai menjalar ke Asia.
Bursa saham Filipina bahkan ditutup pada 30 menit perdagangan sesi satu karena kejatuhannya yang mencapai 10 persen.
(ir/qom)
Pada perdagangan saham sesi I, Senin (27/10/2008) IHSG anjlok 82,456 poin (6,62%) menjadi 1.162,408. IHSG mengalami tekanan yang dalam karena faktor eksternal dari melemahnya busa saham di Asia.
Sedangkan rupiah lebih parah lagi yang hingga perdagangan valas pukul 12.00 WIB turun tajam 595 poin ke posisi 10.600 per dolar AS. Rupiah terus terpukul di level rendah karena penarikan investasi oleh asing sulit dicegah.
Pengamat pasar uang Toni Mariano ketika dihubungi detikFinance, Senin (27/10/2008) mengatakan untuk menahan pelemahan rupiah tidak ada cara lain kecuali intervensi yang dilakukan oleh Bank Indonesia.
Pelaku pasar, kata Toni, memandang pesimistis dengan keadaan pasar dan mencoba kembali masuk ke pasar uang di AS sehingga akhirnya membuang rupiah.
BI diketahui sudah melakukan intervensi maskimal namun dolar AS tetap saja bergerak liar yang memukul hampir sebagian besar mata uang Asia.
Sementara bursa saham Asia lainnya juga berantakan pada sesi siang ini seperti Hang Seng turun 4,22%, Seoul turun 3,84%, KOSPI turun 3,24%, Nikkei turun lebih dari 5%, Taiwan turun 5,68%. Sementara Bursa Filipina yang sempat disuspensi, akhirnya ditutup merosot 12,3%.
Perdagangan saham sesi siang mencatat transaksi sebanyak 12.527 kali, dengan volume 672 juta saham, senilai Rp 522 miliar. Hanya 5 saham yang naik, 149 saham turun dan 20 saham stagnan.
Saham-saham yang anjlok harganya antara lain, Telkom (TLKM) turun Rp 550 menjadi Rp 5.350, Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) turun Rp 450 menjadi Rp 4.150, Aneka Tambang (ANTM) turun Rp 90 menjadi Rp 850, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) turun Rp 325 menjadi Rp 2.950 dan Perusahaan Gas Negara (PGAS) turun Rp 130 menjadi Rp 1.220.
Bursa saham di Asia turun dalam karena pasar finansial yang terus dihantui sentimen resesi ekonomi yang kini tidak hanya terjadi di AS dan Eropa namun juga mulai menjalar ke Asia.
Bursa saham Filipina bahkan ditutup pada 30 menit perdagangan sesi satu karena kejatuhannya yang mencapai 10 persen.
(ir/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 19:54 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 17:23 WIB
SCTV Rebut Hak Siar Liga Champions dari Hary Tanoe
-
Kamis, 24/05/2012 19:08 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
33 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
