Berita Lain
-
Rabu, 23/05/2012 17:27 WIB
Kalbe Farma Bagi-bagi Dividen Rp 891 Miliar -
Rabu, 23/05/2012 15:38 WIB
Saham Perdana AirAsia Laris Manis di Thailand -
Rabu, 23/05/2012 13:33 WIB
Bank Nagari Jual Surat Utang Rp 225 Miliar -
Rabu, 23/05/2012 12:40 WIB
Kekayaan 5 Konglomerat Ini Raib Gara-gara Saham Anjlok -
Rabu, 23/05/2012 12:10 WIB
Sesi I
Yunani Bersiap Hengkang dari Uni Eropa, IHSG Jatuh 55 Poin -
Rabu, 23/05/2012 12:07 WIB
F1 Dapat 'Lampu Hijau' Jual Saham di Singapura
Indeks Berita
Rumor Saham
Private Placement , AISA Menuju Rp 800?
Saham PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) dikabarkan akan dikerek ke level Rp 800 dalam waktu dekat. Beredar kabar, perseroan akan genjot modal....
0 Komentar | Balas Tanggapan
0 Komentar | Balas Tanggapan
Peluang Usaha
Bagaimana Menimbang Risiko dalam Memulai Bisnis?
Setidaknya ada tiga hal penghalang utama seseorang untuk memulai usaha, yaitu terlalu banyak rencana, menunggu moment yang pas dan takut menghadapi risiko bisnis.
Sosok Dan Peristiwa
Pengalaman Pertama Hatta Rajasa Makan Daging Kuda
Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa untuk pertama kali mencicipi kuliner khas Asia Tengah yakni daging kuda. "Rasanya gimana gitu," kata Hatta.
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 469.000
-
Rp 6,049.000
Forum Finance register | login
Thread Pilihan
Rabu, 23/05/2012 14:32 WIB
Wah! Bos Judi Dunia Bakal Gelar Hajatan Besar di Macau
Posted by: majikan_nakal
Senin, 27/10/2008 17:29 WIB
Rupiah Jatuh ke 10.749/US$
Angga Aliya ZRF - detikFinance
Foto: Irna-detikFinance
Pada perdagangan valas pukul 17.00 WIB, Senin (27/10/2008) berdasarkan data CNBC, rupiah melemah hingga 744 poin ke posisi 10.749 per dolar AS.
Rupiah hari ini sempat melemah hingga ke 10.950 per dolar AS. Bahkan perdagangan valas di data treasury Bank NISP rupiah pada Senin pagi sempat tembus 11.000 per dolar AS.
Treasury Division Head Bank NISP, Suryanto Chang dalam perbincangannya dengan detikFinance, Senin (27/10/2008) mengatakan melemahnya rupiah karena dipicu terbatasnya suplai mata uang paman sam itu di pasar. Volume perdagangan di pasar valas hari ini lebih dari US$ 800 juta yang jauh di atas rata-rata normal US$ 400-500 juta.
Suryanto mengatakan, pembelian dolar AS yang tinggi ini tidak hanya dilakukan oleh investor asing, tapi juga pihak korporasi yang melakukan hedging untuk ekposure-nya atau atau untuk pembiayaan impor karena sudah menjelang akhir bulan.
"Kondisi pasar global dimana investor asing menarik portofolionya dari emerging market termasuk dari Indonesia. Ini yang membuat rupiah melemah karena pasar tidak bisa dilawan," ujarnya.
Sementara Kepala Badan Kebijakan Fiskal Anggito Abimanyu mengatakan pelemahan nilai tukar tidak hanya terjadi di Indonesia saja tapi juga di regional.
Secara fundamental, kata Anggito, Indonesia masih kuat pertumbuhan ekonomi yang bagus di atas 6 persen. Cadangan devisa masih cukup kuat, dan perbankan juga masih cukup sehat.
"Jadi secara fundamental tidak ada yang mesti dirisaukan, tidak ada perubahan apa-apa yang cukup signifikan," katanya di gedung DPR, Jakarta, Senin (27/10/2008).
Anggito mengatakan sentimen global ini tidak bisa diselesaikan secara individu per negara. Maka itu pada pertemuan ASEM dan Asian plus 3 pekan lalu yang merupakan pertemuan pertemuan regional maupun internasional membahas harus ada solusi global bukan regional.
"Maka fokus kita sekarang, pada solusi ASEAN plus 3 maupun G20 karena kita tidak bisa sendiri, semua negara mengalami koreksi nilai tukar mata uangnya menurun, nah sekarang, tetap kita lakukan reform saja, jadi untuk BI akan menjaga keseimbangan baru ini dan saya percaya pada teman-teman di BI," katanya.
Sementara Dirut BRI Sofyan Basir mengamini turunnya rupiah bukan karena masalah fundamental tapi karena kurang percayanya masyarakat Indonesia sendiri.
"Sampai hari ini menurut saya itu terus terang saja, masyarakat ini mesti sama-sama dengan pemerintah untuk percaya kondisi kita ini jauh lebih baik, itu kan bukan masalah fundamental ekonomi kita, tapi kan karena itu karena kekurangpercayaan masyarakat kita sendiri," katanya.
"Kalau ini semua kita perbaiki cara pandangannya mudah-mudahan ini bisa membaik, karena semua anomali kejadiannya, kondisi-kondisi ini tidak sesuai teori," lanjutnya.
(ir/ddn)
Ketik REG FIN kirim ke 3845 (khusus pelanggan Indosat Rp.1300/hari)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga :
Komentar terkini (0 Komentar) ·
Follower Komentar
Berita Terpopuler
-
Rabu, 23/05/2012 20:00 WIB
Warga Kalimantan Ngamuk BBM Langka, Pengusaha SPBU Resah -
Rabu, 23/05/2012 21:12 WIB
Dahlan Iskan Izinkan Petral Impor Minyak dari Trader Kalau Darurat -
Rabu, 23/05/2012 19:50 WIB
BBM Langka, Angkutan Batubara di Sungai Mahakam Bakal Diblokir Warga -
Rabu, 23/05/2012 20:10 WIB
Pengusaha Minta Pemerintah Kirim 'Intelejen' ke SPBU -
Rabu, 23/05/2012 18:48 WIB
Tekan Sapi Impor, Dahlan Iskan Pakai Jurus 'Sasa'
Komentar Terpopuler
-
Rabu, 23/05/2012 - 16:53
PNS Tak Puas Gaji Cuma Naik 7% -
Senin, 21/05/2012 - 13:58
Ingin Hidup Enak, PNS Harus Produktif -
Rabu, 23/05/2012 - 09:04
Wagub Kaltim: Harapkan PLN, Sampai Kiamat Nggak Bakal Teraliri Listrik -
Rabu, 23/05/2012 - 04:16
Duh, Gaji PNS Cuma Naik 7% di 2013 -
Rabu, 23/05/2012 - 12:05
Berhasil Jaga Inflasi, Jokowi Dapat Penghargaan SBY dan BI
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com







Sending your message
.gif)



