Karyawan Industri Jamu Juga Rawan Terkena PHK
Senin, 27/10/2008 18:35 WIB
Foto: dok detikcom
Jakarta - Produk jamu Indonesia dinilai belum memiliki promosi yang cukup baik, dalam melakukan penetrasi di pasar internasional. Bahkan di tengah ancaman krisis global saat ini, industri jamu maupun kosmetika Indonesia rawan terkena tekanan yang berujung pada PHK.
Ketua Umum Gabungan Pengusaha Jamu dan obat Tradisional Indonesia (GP Jamu) Charles Saerang mengatakan bahwa pemerintah sudah saatnya memperhatikan industri jamu maupun herbal dan kosmetika dalam negeri dengan beberapa upaya antara lain perbaikan UU kesehatan, yang bertujuan agar jamu ditetapkan sebagai jamu pengobatan.
Selain itu, upaya program peningkatan pemasaran jamu di dalam dan di luar negeri perlu ditingkatkan, khususnya pasar luar negeri perlu langkah aktif pemerintah untuk meningkatkan dan pemberdayaan atase perdagangan Indonesia di luar negeri dalam rangka G to G. Yang terakhir adalah perbaikan dan memfokuskan pada peningkatan laboratorium jamu di dalam negeri.
"Terkait krisis untuk penurunan daya beli belum, tapi memang kondisi ini bisa jadi was was, saya khawatir bisa terjadi PHK juga nantinya," ujarnya dalam jumpa pers di Jakarta, Senin (27/10/2008).
Hal ini menurutnya, karena pemberdayaan produk jamu dalam menembus pasar ekspor belum optimal, karena kurangnya promosi. Di sisi lain pemanfaatan pasar dalam negeri pun belum tergarap dengan baik dengan potensi pasar jamu yang cukup tinggi.
Meskipun harus dihadapkan oleh banyak masalah termasuk produk jamu ilegal, ia tetap optimis ekspor jamu pada tahun 2008 ini akan mampu menembus diangka Rp 2 triliun.
"Saya meminta agar jamu ilegal bisa diproteksi agar tidak masuk pada kondisi saat ini," serunya.
Selama ini tujuan pasar ekspor Jamu Indonesia terbanyak dijual ke pasar Saudi Arabia, China, Taiwan Hongkong dan Malaysia. Untuk jumlah ekspor terbesar masih di pegang oleh Malaysia yang mencapai Rp 24 miliar per tahun.
"Pasar jamu kita terutama ditopang oleh TKI, yang ada diluar. Untuk itu perlu upaya atase perdagangan kita lebih aktif lagi agar memperkenalkan jamu lebih luas," imbuhnya.
(hen/ddn)
Ketua Umum Gabungan Pengusaha Jamu dan obat Tradisional Indonesia (GP Jamu) Charles Saerang mengatakan bahwa pemerintah sudah saatnya memperhatikan industri jamu maupun herbal dan kosmetika dalam negeri dengan beberapa upaya antara lain perbaikan UU kesehatan, yang bertujuan agar jamu ditetapkan sebagai jamu pengobatan.
Selain itu, upaya program peningkatan pemasaran jamu di dalam dan di luar negeri perlu ditingkatkan, khususnya pasar luar negeri perlu langkah aktif pemerintah untuk meningkatkan dan pemberdayaan atase perdagangan Indonesia di luar negeri dalam rangka G to G. Yang terakhir adalah perbaikan dan memfokuskan pada peningkatan laboratorium jamu di dalam negeri.
"Terkait krisis untuk penurunan daya beli belum, tapi memang kondisi ini bisa jadi was was, saya khawatir bisa terjadi PHK juga nantinya," ujarnya dalam jumpa pers di Jakarta, Senin (27/10/2008).
Hal ini menurutnya, karena pemberdayaan produk jamu dalam menembus pasar ekspor belum optimal, karena kurangnya promosi. Di sisi lain pemanfaatan pasar dalam negeri pun belum tergarap dengan baik dengan potensi pasar jamu yang cukup tinggi.
Meskipun harus dihadapkan oleh banyak masalah termasuk produk jamu ilegal, ia tetap optimis ekspor jamu pada tahun 2008 ini akan mampu menembus diangka Rp 2 triliun.
"Saya meminta agar jamu ilegal bisa diproteksi agar tidak masuk pada kondisi saat ini," serunya.
Selama ini tujuan pasar ekspor Jamu Indonesia terbanyak dijual ke pasar Saudi Arabia, China, Taiwan Hongkong dan Malaysia. Untuk jumlah ekspor terbesar masih di pegang oleh Malaysia yang mencapai Rp 24 miliar per tahun.
"Pasar jamu kita terutama ditopang oleh TKI, yang ada diluar. Untuk itu perlu upaya atase perdagangan kita lebih aktif lagi agar memperkenalkan jamu lebih luas," imbuhnya.
(hen/ddn)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 19:54 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 17:23 WIB
SCTV Rebut Hak Siar Liga Champions dari Hary Tanoe
-
Kamis, 24/05/2012 19:08 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
33 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
