Pemerintah Bantah Istimewakan Grup Bakrie
Selasa, 28/10/2008 22:59 WIB
Foto: dok detikcom
Jakarta - Pemerintah membantah telah mengistimewakan Grup Bakrie dan memberi perlakuan diskriminatif terhadap emiten lain. Seluruh aksi Grup Bakrie harus tetap mengacu pada peraturan yang ada.
Demikian disampaikan Menko Perekonomian yang juga Menteri Keuangan Sri Mulyani usai rapat di kantor Presiden, Jakarta, Selasa (28/10/2008)
"Pemerintah tidak diskriminatif terhadap seluruh emiten, namun kita pahami ada emiten yagn punya size yang besar yang bisa mempengaruhi pasar secara sistemik. Jadi semua tetap mengacu pada rambu-rambu yang ada," jelas Sri Mulyani saat ditanya mengenai anggapan ada perlakuan istimewa dari pemerintah untuk Grup Bakrie.
Menurut Sri Mulyani, pemerintah terus menjalin komunikasi dengan Grup Bakrie untuk berbagai aksi korporasinya.
"Apapun yang mereka lakukan, harus dijaga transparansinya. Grup Bakrie diwajibkan untuk memberi informasi yang akurat kepada seluruh pelaku pasar sehingga semua pelaku pasar bisa mengikut langkah-langkah mereka," katanya.
"Pemerintah juga memahami grup ini sahamnya oleh sejuta umat sehingga semua orang ingin tahu apa yang ingin dilakukan oleh grup Bakrie. Jadi ini pada level corporate action," imbuh Sri Mulyani.
(qom/qom)
Demikian disampaikan Menko Perekonomian yang juga Menteri Keuangan Sri Mulyani usai rapat di kantor Presiden, Jakarta, Selasa (28/10/2008)
"Pemerintah tidak diskriminatif terhadap seluruh emiten, namun kita pahami ada emiten yagn punya size yang besar yang bisa mempengaruhi pasar secara sistemik. Jadi semua tetap mengacu pada rambu-rambu yang ada," jelas Sri Mulyani saat ditanya mengenai anggapan ada perlakuan istimewa dari pemerintah untuk Grup Bakrie.
Menurut Sri Mulyani, pemerintah terus menjalin komunikasi dengan Grup Bakrie untuk berbagai aksi korporasinya.
"Apapun yang mereka lakukan, harus dijaga transparansinya. Grup Bakrie diwajibkan untuk memberi informasi yang akurat kepada seluruh pelaku pasar sehingga semua pelaku pasar bisa mengikut langkah-langkah mereka," katanya.
"Pemerintah juga memahami grup ini sahamnya oleh sejuta umat sehingga semua orang ingin tahu apa yang ingin dilakukan oleh grup Bakrie. Jadi ini pada level corporate action," imbuh Sri Mulyani.
(qom/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 19:54 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 17:23 WIB
SCTV Rebut Hak Siar Liga Champions dari Hary Tanoe
-
Kamis, 24/05/2012 19:08 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
33 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
