Bakrie Kembali Minta Tambahan Suspensi Saham
Rabu, 29/10/2008 10:28 WIB
Foto: Indro-detikFinance
Jakarta - PT Bakrie and Brothers Tbk (BNBR) selaku induk usaha PT Bumi Resources Tbk (BUMI) kembali meminta perpanjangan suspensi saham.
Sebelumnya BNBR lewat Direktur Corporate Secretary Bakrie Brothers R.A Sri Dharmayanti meminta suspensi saham selama 10 hari sejak 18 Oktober 2008, namun hingga 28 Oktober 2008, suspensi masih dipertahankan.
Menurut Sri Darmayanti dalam keterbukaan informasi yang disampaikan kepada BEI, Rabu (29/10/2008), proses diskusi penjualan saham anak perseroan yakni BUMI dan Energi Mega Persada masih berlangsung hingga saat ini.
Hal yang dibahas tidak hanya terbatas pada harga dan struktur transaksi namun juga meliputi suplai batubara pasca transaksi dan beberapa aspek terkait dengan karakteristik masing-masing calon pembeli.
"Berdasarkan hal-hal tersebut ternyata waktu 10 hari sejak surat kami tertanggal 18 Oktober 2008, belum cukup untuk dapat menyelesaikan seluruh aspek agreement atau perjanjian dengan calon pembeli," ujarnya.
Perseroan berjanji untuk menuntaskan transaksi dalam waktu sesingkat mungkin untuk memberikan hasil yang terbaik bagi seluruh stakeholder.
Suspensi ini diminta karena proses transaksi penjualan saham BUMI masih berlangsung. Jika tidak disuspensi, maka Bakrie khawatir transaksi yang masih dalam proses negosiasi bisa batal.
Pembeli saham BUMI kini juga bertambah dari China dan Timur Tengah. Sebelumnya peminat BUMI adalah perusahaan swasta maupun perusahaan pemerintah dari negara Australia, India, Malaysia, Filipina danjuga Indonesia. Prosesnya kini sudah dalam negosiasi conditional share and Purchase Agreement (CSPA).
Enam saham grup Bakrie sebelumnya disuspensi sejak 7 Oktober 2008 adalah PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), PT Bakrieland Development Tbk (ELTY), PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) dan PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL).
Namun pada perdagangan Jumat (17/10/2008), 3 emiten Grup Bakrie yakni BTEL, ELTY dan UNSP sudah dicabut suspensinya setelah ada kejelasan soal penjualan sebagian saham.
(ddn/ir)
Sebelumnya BNBR lewat Direktur Corporate Secretary Bakrie Brothers R.A Sri Dharmayanti meminta suspensi saham selama 10 hari sejak 18 Oktober 2008, namun hingga 28 Oktober 2008, suspensi masih dipertahankan.
Menurut Sri Darmayanti dalam keterbukaan informasi yang disampaikan kepada BEI, Rabu (29/10/2008), proses diskusi penjualan saham anak perseroan yakni BUMI dan Energi Mega Persada masih berlangsung hingga saat ini.
Hal yang dibahas tidak hanya terbatas pada harga dan struktur transaksi namun juga meliputi suplai batubara pasca transaksi dan beberapa aspek terkait dengan karakteristik masing-masing calon pembeli.
"Berdasarkan hal-hal tersebut ternyata waktu 10 hari sejak surat kami tertanggal 18 Oktober 2008, belum cukup untuk dapat menyelesaikan seluruh aspek agreement atau perjanjian dengan calon pembeli," ujarnya.
Perseroan berjanji untuk menuntaskan transaksi dalam waktu sesingkat mungkin untuk memberikan hasil yang terbaik bagi seluruh stakeholder.
Suspensi ini diminta karena proses transaksi penjualan saham BUMI masih berlangsung. Jika tidak disuspensi, maka Bakrie khawatir transaksi yang masih dalam proses negosiasi bisa batal.
Pembeli saham BUMI kini juga bertambah dari China dan Timur Tengah. Sebelumnya peminat BUMI adalah perusahaan swasta maupun perusahaan pemerintah dari negara Australia, India, Malaysia, Filipina danjuga Indonesia. Prosesnya kini sudah dalam negosiasi conditional share and Purchase Agreement (CSPA).
Enam saham grup Bakrie sebelumnya disuspensi sejak 7 Oktober 2008 adalah PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), PT Bakrieland Development Tbk (ELTY), PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) dan PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL).
Namun pada perdagangan Jumat (17/10/2008), 3 emiten Grup Bakrie yakni BTEL, ELTY dan UNSP sudah dicabut suspensinya setelah ada kejelasan soal penjualan sebagian saham.
(ddn/ir)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 19:54 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 17:23 WIB
SCTV Rebut Hak Siar Liga Champions dari Hary Tanoe
-
Kamis, 24/05/2012 19:08 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
34 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
