detikfinance

Sesi Siang

Rupiah dan IHSG Masih Rapuh

Irna Gustia - detikfinance
Rabu, 29/10/2008 12:10 WIB
(Foto: Indro-detikFinance)
Jakarta - Pergerakan rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ternyata masih rapuh sehingga penguatan yang terjadi di awal perdagangan cepat berlalu.

Sentimen 10 kebijakan pemerintah yang semula direspons positif kembali buyar karena ada kabar pemerintah akan melakukan pembatasan devisa untuk sementara waktu.

Masih labilnya bursa saham Asia juga membuat IHSG bergerak fluktuatif. Aksi beli investor masih sangat terbatas meski harga saham-saham sudah relatif rendah.   

Pada penutupan perdagangan saham sesi I, Rabu (29/10/2008) IHSG kembali melemah 4,402 poin (0,4%) ke posisi 1.106,988. IHSG sesi pagi sempat menguat 35 poin.

Sedangkan rupiah pada perdagangan valas pukul 12.00 WIB juga melemah 200 poin ke posisi 10.900 per dolar AS. Rupiah pagi tadi sempat menguat ke posisi 9.450 per dolar AS.

Perdagangan saham sesi siang mencatat transaksi sebanyak 33.957 kali, dengan volume 1,544 miliar unit saham, senilai Rp 1,025 triliun. Sebanyak 49 saham naik, 93 saham turun dan 43 saham stagnan.

Saham-saham yang turun harganya antara lain, Perusahaan Gas Negara (PGAS) turun Rp 30 menjadi Rp 1.080, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) turun Rp 100 menjadi Rp 2.575, Timah (TINS) turun Rp 10 menjadi Rp 990, Astra Internasional (ASII) turun Rp 200 menjadi Rp 7.100 dan United Tractors (UNTR) turun Rp 225 menjadi Rp 2.425.

Sementara bursa saham Asia siang ini bervariasi seperti Hang Seng menguat 1,36%, KOSPI turun 3,14%, Nikkei naik 4,09%, Shanghai naik 1,25%, STI Singapura turun 1,44% dan Taiwan naik 0,8%.

(ir/qom)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.