IMF Punya Fasilitas Pendanaan Darurat Baru yang Lebih Fleksibel
Kamis, 30/10/2008 08:14 WIB
Dominique Strauss-Kahn (Le Figaro)
Washington - Dana Moneter Internasional (IMF) menyiapkan sebuah fasilitas pendanaan jangka pendek yang baru, untuk membantu mengatasi krisis di berbagai belahan dunia.
Fasilitas pendanaan jangka pendek itu akan bisa diakses dengan cepat oleh negara-negara berkembang, yang memiliki jejak rekam yang baik namun memerlukan bantuan cepat untuk mengatasi krisis finansial.
Fasilitas pendanaan darurat baru yang dinamakan Short-Term Liquidity Facility (SLF) itu telah mendapatkan persetujuan dari Dewan Eksekutif IMF pada 28 Oktober.
"IMF memberikan respons yang cepat dan fleksibel atas permintaan pendanaan," jelas Managing Director IMF, Dominique Strauss-Kahn dalam pernyataannya seperti dikutip dari situs IMF, Kamis (30/10/2008).
"Kami memberikan penawaran kepada negara-negara sebuah sumber (pendanaan) yang substansial, dengan kondisi yang hanya berdasarkan hal-hal penting untuk melalui krisis dan memulihkan posisi eksternal yang dapat berjalan lagi," tambahnya.
SLF ini akan memungkinkan IMF untuk membantu negara-negara anggotanya pada saat yang kritis.
"Tepatnya kepada negara-negara yang memiliki jejak rekam sangat baik dalam mengimplementasikan kebijakan makro ekonominya, dan kini terkena dampak krisis finansial global. Mereka membutuhkan dukungan, dan IMF siap untuk itu," ujar Strauss-Kahn yang baru-baru ini tertampar oleh sebuah skandal perselingkuhan.
"SLF akan mendukung upaya pemerintah untuk mengurangi dampak krisis. Persetujuan dari permintaan dukungan SLF akan membantu negara-negara anggota membangun benteng untuk menahan aliran modal keluar secara temporer, meningkatkan kepercayaan dan memberikan ruang kebijakan yang diperlukan," tambahnya.
SLF ini memiliki keistimewaan karena tidak membutuhkan syarat-syarat seperti dalam fasilitas pendanaan IMF terdahulu. Namun negara-negara pengutang tersebut harus memberikan pernyataan bahwa mereka berkomitmen untuk menjaga kebijakan makro ekonomi yang kuat.
Jumlah pinjaman SLF ini bisa mencapai 500% dari kuota, dengan jatuh tempo selama 3 bulan. Negara-negara yang bisa mengakses fasilitas SLF ini diperbolehkan menariknya 3 kali setahun.
Pada kondisi krisis saat ini, IMF telah mencapai kesepakatan untuk membantu pendanaan Islandia, Hungaria dan Ukraina. IMF juga sedang melakukan pembicaraan dengan sejumlah negara lainnya.
Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asian-Europe Meeting (ASEM) di Beijing akhir pekan lalu meminta IMF untuk lebih aktif membantu mengatasi krisis.
Sementara Indonesia, seperti disampaikan Presiden SBY, menegaskan tidak akan menggunakan bantuan IMF lagi dan akan mengoptimalkan sumber-sumber dari dalam negeri untuk mengatasi krisis global terkini.
(qom/ir)
Fasilitas pendanaan jangka pendek itu akan bisa diakses dengan cepat oleh negara-negara berkembang, yang memiliki jejak rekam yang baik namun memerlukan bantuan cepat untuk mengatasi krisis finansial.
Fasilitas pendanaan darurat baru yang dinamakan Short-Term Liquidity Facility (SLF) itu telah mendapatkan persetujuan dari Dewan Eksekutif IMF pada 28 Oktober.
"IMF memberikan respons yang cepat dan fleksibel atas permintaan pendanaan," jelas Managing Director IMF, Dominique Strauss-Kahn dalam pernyataannya seperti dikutip dari situs IMF, Kamis (30/10/2008).
"Kami memberikan penawaran kepada negara-negara sebuah sumber (pendanaan) yang substansial, dengan kondisi yang hanya berdasarkan hal-hal penting untuk melalui krisis dan memulihkan posisi eksternal yang dapat berjalan lagi," tambahnya.
SLF ini akan memungkinkan IMF untuk membantu negara-negara anggotanya pada saat yang kritis.
"Tepatnya kepada negara-negara yang memiliki jejak rekam sangat baik dalam mengimplementasikan kebijakan makro ekonominya, dan kini terkena dampak krisis finansial global. Mereka membutuhkan dukungan, dan IMF siap untuk itu," ujar Strauss-Kahn yang baru-baru ini tertampar oleh sebuah skandal perselingkuhan.
"SLF akan mendukung upaya pemerintah untuk mengurangi dampak krisis. Persetujuan dari permintaan dukungan SLF akan membantu negara-negara anggota membangun benteng untuk menahan aliran modal keluar secara temporer, meningkatkan kepercayaan dan memberikan ruang kebijakan yang diperlukan," tambahnya.
SLF ini memiliki keistimewaan karena tidak membutuhkan syarat-syarat seperti dalam fasilitas pendanaan IMF terdahulu. Namun negara-negara pengutang tersebut harus memberikan pernyataan bahwa mereka berkomitmen untuk menjaga kebijakan makro ekonomi yang kuat.
Jumlah pinjaman SLF ini bisa mencapai 500% dari kuota, dengan jatuh tempo selama 3 bulan. Negara-negara yang bisa mengakses fasilitas SLF ini diperbolehkan menariknya 3 kali setahun.
Pada kondisi krisis saat ini, IMF telah mencapai kesepakatan untuk membantu pendanaan Islandia, Hungaria dan Ukraina. IMF juga sedang melakukan pembicaraan dengan sejumlah negara lainnya.
Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asian-Europe Meeting (ASEM) di Beijing akhir pekan lalu meminta IMF untuk lebih aktif membantu mengatasi krisis.
Sementara Indonesia, seperti disampaikan Presiden SBY, menegaskan tidak akan menggunakan bantuan IMF lagi dan akan mengoptimalkan sumber-sumber dari dalam negeri untuk mengatasi krisis global terkini.
(qom/ir)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 19:54 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:08 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 17:23 WIB
SCTV Rebut Hak Siar Liga Champions dari Hary Tanoe
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
34 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
