detikfinance

Pemerintah Turunkan Harga BBM Subsidi Jika Pertamax Rp 6.000

Alih Istik Wahyuni - detikfinance
Jumat, 31/10/2008 10:05 WIB
Foto: Alih-detikFinance
Jakarta - Teka teki kapan harga BBM turun mulai terkuak. Pemerintah akan menurunkan harga BBM subsidi paling lambat ketika harga Pertamax mencapai level yang sama dengan harga Premium yakni Rp 6.000 per liter.

Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro menjelaskan, pemerintah tidak akan membiarkan harga Pertamax lebih rendah dari harga Premium yang kini dijual Rp 6.000 per liter.

"Kita nggak mau Pertamax lebih murah dari harga BBM subsidi. Harga BBM keekonomian tidak boleh lebih rendah dari Premium. Itu tidak lucu, kan," katanya disela kunjungan ke pabrik Biofuel di Bekasi, Jumat (31/10/2008).
 
Menurut Purnomo, harga Pertamax akan sama sama dengan Premium di level Rp 6.000 per liter jika ICP sudah di bawah US$ 70 per barel. Harga ICP di pasar spot tanggal 29 Oktober 2008 adalah US$ 71,77 per barel. Harga Pertamax saat ini di UPms III (Jakarta) Rp 7.950 per liters.
 
Saat harga Pertamax sudah sama di level Rp 6.000, maka pada saat itulah pemerintah dipastikan akan mengambil langkah menurunkan harga BBM subsidi.
 
"Kalau sampai kena titik itu, itulah saatnya langkah-langkah penurunan," ujarnya.

(lih/ddn)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.