detikfinance

Pengusaha Jepang Minta Insentif untuk Proyek Migas

Alih Istik Wahyuni - detikfinance
Selasa, 04/11/2008 12:19 WIB
(Foto: Alih-detikFinance)
Jakarta - Pengusaha Jepang meminta insentif untuk investasi yang dilakukan di lokasi terpencil di Indonesia. Permintaan tersebut terutama ditujukan bagi usaha-usaha di sektor minyak dan gas bumi.
 
Demikian disampaikan Dirjen Migas Evita Legowo disela-sela Indonesia Japan Expo di Jakarta International Expo, Jakarta, Selasa (4/11/2008).
 
"Mereka minta ada insentif untuk daerah remote (jauh), tapi kita belum bahas karena baru disampaikan kemarin," katanya.
 
Saat ini investasi Jepang di sektor migas terutama LNG di Indonesia terbilang cukup banyak. Indonesia merupakan salah satu pemasok LNG terbesar bagi Jepang, begitu juga sebaliknya dimana Jepang adalah konsumen LNG terbesar bagi Indonesia.
 
Berdasarkan data Statistik Perdagangan Jepang, impor LNG Jepang dari Indonesia mencapai 13,6 juta ton per tahun pada 2007. Disusul pasokan dari Malaysia sejumlah 13,25 juta ton per tahun dan Australia sebanyak 11,82 juta ton per tahun.
 
Beberapa proyek migas yang tengah dikembangkan perusahaan Jepang di Indonesia antara lain di kilang LNG Senoro-Donggi (melalui Mitsubishi), Masela (Inpex) Tangguh, dan Kalimantan Timur.

(lih/ir)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.