Morgan Stanley Beri Saran RI Atasi Krisis Global
Selasa, 04/11/2008 18:37 WIB
Foto: Reuters
Jakarta - Morgan Stanley Asia, salah satu divisi usaha Morgan Stanley asal Amerika Serikat, menyarankan pemerintah RI melakukan 3 langkah agar dapat bertahan dari krisis keuangan global yang sedang melanda dunia.
"Pemerintah RI harus melakukan 3 hal agar dapat selamat dari krisis global," ujar Chairman Morgan Stanley Asia, Stephen Roach dalam paparan di hotel Ritz Carlton, SCBD, Jakarta, Selasa (4/11/2008).
Menurut Roach, langkah pertama yang harus dilakukan adalah menghindari defisit neraca. Tujuan dari langkah ini untuk mencegah adanya tekanan terhadap cadangan devisa negara.
"Langkah kedua, melakukan diversifikasi tujuan pasar ekspor. Pasar ekspor sebaiknya lebih merata, tidak fokus dan terkonsentrasi pada wilayah tertentu saja," jelas Roach.
Langkah terakhir yang disarankan Roach adalah pemerintah harus mengumpulkan kekuatan ekonomi domestik. Kekuatan ekonomi domestik yang terintegrasi dapat memberi modal kuat bagi keberlangsungan hidup suatu negara di tengah krisis global.
"Namun ini perlu dilakukan dengan seirama dengan karakteristik ekonomi negara-negara tetangga," ujar Roach.
Morgan Stanley Asia yang berbasis di Hong Kong merupakan salah satu divisi usaha Morgan Stanley pusat yang bermarkas di Amerika Serikat. Morgan Stanley awalnya merupakan perusahaan investasi yang didirikan oleh Henry S Morgan (cucu JP Morgan) dan Harold Stanley pada 16 September 1935.
Pada 21 September 2008, sesaat setelah ulang tahun ke 73 tahun, Morgan Stanley mendapat persetujuan bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed) untuk berubah status menjadi holding bank biasa, tidak lagi sebagai bank investasi.
Perubahan status tersebut akibat terkena dampak krisis ekonomi AS. Pada 14 Oktober 2008, Mitsubishi UFJ asal Jepang merampungkan transaksi akuisisi 21% saham Morgan Stanley senilai US$
9 miliar.
Sementara Morgan Stanley Asia, anak usaha Morgan Stanley asal AS yang hampir bangkrut itu, baru saja membuka cabang di Indonesia dengan membawa bendera PT Morgan Stanley Asia Indonesia (MSAI).
MSAI telah mengantongi lisensi operasi sebagai sekuritas di Indonesia dari Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK).
(dro/ddn)
"Pemerintah RI harus melakukan 3 hal agar dapat selamat dari krisis global," ujar Chairman Morgan Stanley Asia, Stephen Roach dalam paparan di hotel Ritz Carlton, SCBD, Jakarta, Selasa (4/11/2008).
Menurut Roach, langkah pertama yang harus dilakukan adalah menghindari defisit neraca. Tujuan dari langkah ini untuk mencegah adanya tekanan terhadap cadangan devisa negara.
"Langkah kedua, melakukan diversifikasi tujuan pasar ekspor. Pasar ekspor sebaiknya lebih merata, tidak fokus dan terkonsentrasi pada wilayah tertentu saja," jelas Roach.
Langkah terakhir yang disarankan Roach adalah pemerintah harus mengumpulkan kekuatan ekonomi domestik. Kekuatan ekonomi domestik yang terintegrasi dapat memberi modal kuat bagi keberlangsungan hidup suatu negara di tengah krisis global.
"Namun ini perlu dilakukan dengan seirama dengan karakteristik ekonomi negara-negara tetangga," ujar Roach.
Morgan Stanley Asia yang berbasis di Hong Kong merupakan salah satu divisi usaha Morgan Stanley pusat yang bermarkas di Amerika Serikat. Morgan Stanley awalnya merupakan perusahaan investasi yang didirikan oleh Henry S Morgan (cucu JP Morgan) dan Harold Stanley pada 16 September 1935.
Pada 21 September 2008, sesaat setelah ulang tahun ke 73 tahun, Morgan Stanley mendapat persetujuan bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed) untuk berubah status menjadi holding bank biasa, tidak lagi sebagai bank investasi.
Perubahan status tersebut akibat terkena dampak krisis ekonomi AS. Pada 14 Oktober 2008, Mitsubishi UFJ asal Jepang merampungkan transaksi akuisisi 21% saham Morgan Stanley senilai US$
9 miliar.
Sementara Morgan Stanley Asia, anak usaha Morgan Stanley asal AS yang hampir bangkrut itu, baru saja membuka cabang di Indonesia dengan membawa bendera PT Morgan Stanley Asia Indonesia (MSAI).
MSAI telah mengantongi lisensi operasi sebagai sekuritas di Indonesia dari Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK).
(dro/ddn)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 19:54 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:08 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 17:23 WIB
SCTV Rebut Hak Siar Liga Champions dari Hary Tanoe
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
34 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
