BI Rate Tetap 9,5%
Kamis, 06/11/2008 11:59 WIB
Jakarta - Di tengah keputusan bank sentral dari berbagai belahan dunia yang menurunkan tingkat suku bunga, Bank Indonesia (BI) justru memutuskan untuk mempertahankan BI Rate 9,5%.
"Pertimbangannya banyak," ujar Gubernur BI Boediono tanpa mengelaborasi lebih lanjut saat ditemui di Gedung Depkeu, Jakarta, Kamis (6/11/2008).
Sementara BI dalam siaran pers hasil RDG tidak memberikan penjelasan yang tegas dan tidak memberikan data-data yang mendukung, yang sebenarnya sangat dinanti-nantikan ditengah kondisi perekonomian dunia yang sedang tidak stabil ini.
BI hanya menyatakan secara umum bahwa keputusan tersebut diambil setelah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap perkembangan ekonomi dan keuangan baik dalam negeri maupun luar negeri, serta arah perkembangan laju inflasi.
Dalam menghadapi gejolak keuangan global yang berlanjut dan perlambatan ekonomi dunia yang makin nyata, BI memandang penting untuk menjaga kebijakan moneter yang tepat sehingga dapat mencapai keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dengan upaya menjaga stabilitas moneter.
Di dalam negeri, tekanan inflasi mulai mereda meskipun laju inflasi masih cukup tinggi mencapai 11,77% year on year. Dengan memperhitungkan beberapa faktor risiko serta tekanan inflasi yang masih akan timbul hingga akhir tahun, BI memperkirakan inflasi IHK pada akhir tahun 2008 akan berada pada kisaran 11,5% sampai 12,5%. Dan pada 2009 akan turun pada kisaran 6,5% sampai 7,5%.
Dari sisi nilai tukar, Bank Indonesia senantiasa melakukan kebijakan stabilisasi rupiah yang diarahkan pada upaya menghindari gejolak nilai tukar yang terlalu tajam.
Kinerja sektor perbankan dikatakan BI masih tetap baik, meski tidak disebutkan angka-angka untuk menguatkan pernyataan itu. Indikator-indikator utama seperti CAR, NPL dan PDN perbankan menunjukkan ketahanan dalam menghadapi gejolak pasar. Pertumbuhan kredit mulai menurun, sementara risiko kredit tetap terjaga meskipun ke depan masih perlu diwaspadai. Kondisi likuiditas perbankan yang mulai longgar juga telah memberi keleluasaan bagi perbankan dalam menjalankan usahanya.
Bank Indonesia akan mengoptimalkan penggunaan seluruh instrumen kebijakan moneter yang tersedia, sembari terus melakukan koordinasi dengan Pemerintah dalam mencermati perkembangan dan prospek perekonomian global, regional dan domestik untuk mengamankan stabilitas ekonomi jangka menengah.
BI mengaku baru akan menjelaskan analisis selengkapnya mengenai kondisi perekonomian pada Oktober 2008 pada Tinjauan Kebijakan Moneter yang akan dipublikasikan pada 13 November.
(qom/ir)
"Pertimbangannya banyak," ujar Gubernur BI Boediono tanpa mengelaborasi lebih lanjut saat ditemui di Gedung Depkeu, Jakarta, Kamis (6/11/2008).
Sementara BI dalam siaran pers hasil RDG tidak memberikan penjelasan yang tegas dan tidak memberikan data-data yang mendukung, yang sebenarnya sangat dinanti-nantikan ditengah kondisi perekonomian dunia yang sedang tidak stabil ini.
BI hanya menyatakan secara umum bahwa keputusan tersebut diambil setelah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap perkembangan ekonomi dan keuangan baik dalam negeri maupun luar negeri, serta arah perkembangan laju inflasi.
Dalam menghadapi gejolak keuangan global yang berlanjut dan perlambatan ekonomi dunia yang makin nyata, BI memandang penting untuk menjaga kebijakan moneter yang tepat sehingga dapat mencapai keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dengan upaya menjaga stabilitas moneter.
Di dalam negeri, tekanan inflasi mulai mereda meskipun laju inflasi masih cukup tinggi mencapai 11,77% year on year. Dengan memperhitungkan beberapa faktor risiko serta tekanan inflasi yang masih akan timbul hingga akhir tahun, BI memperkirakan inflasi IHK pada akhir tahun 2008 akan berada pada kisaran 11,5% sampai 12,5%. Dan pada 2009 akan turun pada kisaran 6,5% sampai 7,5%.
Dari sisi nilai tukar, Bank Indonesia senantiasa melakukan kebijakan stabilisasi rupiah yang diarahkan pada upaya menghindari gejolak nilai tukar yang terlalu tajam.
Kinerja sektor perbankan dikatakan BI masih tetap baik, meski tidak disebutkan angka-angka untuk menguatkan pernyataan itu. Indikator-indikator utama seperti CAR, NPL dan PDN perbankan menunjukkan ketahanan dalam menghadapi gejolak pasar. Pertumbuhan kredit mulai menurun, sementara risiko kredit tetap terjaga meskipun ke depan masih perlu diwaspadai. Kondisi likuiditas perbankan yang mulai longgar juga telah memberi keleluasaan bagi perbankan dalam menjalankan usahanya.
Bank Indonesia akan mengoptimalkan penggunaan seluruh instrumen kebijakan moneter yang tersedia, sembari terus melakukan koordinasi dengan Pemerintah dalam mencermati perkembangan dan prospek perekonomian global, regional dan domestik untuk mengamankan stabilitas ekonomi jangka menengah.
BI mengaku baru akan menjelaskan analisis selengkapnya mengenai kondisi perekonomian pada Oktober 2008 pada Tinjauan Kebijakan Moneter yang akan dipublikasikan pada 13 November.
(qom/ir)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 19:54 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:08 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 17:23 WIB
SCTV Rebut Hak Siar Liga Champions dari Hary Tanoe
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
34 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
