detikfinance

Aksi Jual Serbu Wall Stret di Menit-menit Akhir

Nurul Qomariyah - detikfinance
Selasa, 11/11/2008 06:57 WIB
Foto: Reuters
New-York - Saham-saham di Wall Street yang sempat menguat karena pesona pengumuman stimulus fiskal China, ternyata harus berakhir di teritori negatif. Para investor mengkhawatirkan nasib sejumlah emiten besar AS seperti General Motors dan Goldman Sachs.

Emiten-emiten besar AS itu diperkirakan akan mengumumkan kerugian terbesar, akibat lingkungan perekonomian yang tidak kondusif.

Pada perdagangan Senin (10/11/2008), indeks Dow Jones Industrial Average ditutup melemah tipis 73,27 poin (0,82%) ke level 8.870,54.

Indeks teknologi Nasdaq turun hingga 30,66 poin (1,86%) ke level 1.616,74, sementara indeks Standard & Poor's 500 melemah 11,78 poin (1,27%) ke level 919,21.

Aksi jual besar-besaran terutama terjadi di menit-menit terakhir. Saham-saham sebelumnya sempat menguat, mengikuti euforia penguatan saham-saham di bursa Asia, setelah China mengumumkan paket kebijakan fiskal besar-besaran.

Sektor finansial memberi kontribusi terbesar penurunan setelah analis Barclays Capital memperkirakan Goldman Sachs akan mengumumkan kerugian terbesar dalam sejarah akibat kejatuhan pasar finansial. Saham Goldman anjlok hingga 8%.

Sementara saham General Motors (GM) yang kini sedang berjuang untuk mendapatkan dana talangan, akhirnya terpuruk hingga level terendahnya dalam 62 tahun setelah Deutsche Bank menurunkan nilai sahamnya di GM jadi nol.

"Sangat buruk di luar sana dan tidak akan selesei besok hari. Sepertinya akan membutuhkan waktu beberapa saat," ujar Kurt Brunner, manajer portofolio dari Swarthmore Group seperti dikutip dari Reuters, Selasa (11/11/2008).

"Pembicaraan seputar Goldman, analisis tentang GM, ini adalah sebuah berita korporasi negatif hari ini. Investor masih sangat gugup," tambahnya.

Perdagangan saham di New York Stock Exchange masih saja sangat tipis dengan 1,14 miliar saham ditransaksikan, di bawah rata-rata tahun lalu sebanyak 1,90 miliar. Sementara di Nasdaw, sebanyak 1,71 miliar lembar saham ditransaksikan, di bawah rata-rata tahun lalu sebanyak 2,17 miliar.



(qom/qom)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.