AS Ubah Strategi Bailout US$ 700 Miliar
Kamis, 13/11/2008 09:59 WIB
Bush Teken UU Bailout (Foto: Reuters)
Washington - Pemerintah AS mengumumkan perubahan strategi bailout US$ 700 miliar yang telah mendapatkan persetujuan dari kongres pada bulan lalu. Bailout itu tak sekedar untuk membeli aset-set 'busuk'.
Dana bailout US$ 700 miliar itu akan digunakan untuk investasi langsung ke institusi finansial dan menopang pasar kredit konsumer.
Padahal Depkeu AS dalam rencana semula yang disetujui kongres adalah akan menggunakan dana itu untuk membeli aset-aset macet hipotek dari perbankan dan institusi finansial lainnya, sehingga kredit baru bisa mengucur lagi.
Namun nyatanya, rencana itu tak lagi sesuai dengan rencana awal. Menteri Keuangan AS Henry Paulson dalam konferensi persnya, Rabu (12/11/2008) menyatakan bahwa pembelian aset-aset macet bukanlah cara yang paling efektif untuk menggunakan dana bailout tersebut.
"Ini tidak akan menjadi fokus. Namun Depkeu akan terus mempelajari kegunaan dari pembelian yang ditargetkan itu," jelas Paulson seperti dikutip dari Reuters, Kamis (13/11/2008).
Depkeu AS sejauh ini telah menggunakan dana untuk menyuntik sejumlah bank, termasuk American International Group (AIG). Paulson mengatakan, pihaknya sedang mempertimbangkan putaran kedua untuk pembelian saham biasa baik di bank maupun institusi non bank.
"Fakta-fakta telah berubah dan situasi memburuk. Dengan melihat situasi yang kita hadapi, maka cara terbaik untuk menggunakan uang milik pembayar pajak adalah melalui program investasi," jelas Paulson seperti dikutip dari AFP.
Ia menambahkan US$ 700 miliar Troubled Asset Relief Program (TARP) sekarang akan difokuskan untuk menginjeksikan dana ke bank-bank dan non bank yang sedang bermasalah.
Termasuk di dalam rencana penyelamatan ini adalah untuk kartu kredit atau kredit otomotif yang menyerupai hipotek. TARP Program sendiri pada awalnya memang didesain untuk membeli aset-aset mortgage yang bermasalah.
Peralihan strategi itu telah mengecewakan investor. Indeks Dow Jones Industrial Average pada perdagangan Rabu (12/11/2008) ditutup merosot hingga 411,30 poin (4,73%) ke level 8.282,66. Indeks Standard & Poor's 500 juga merosot 46,65 poin (5,19%) ke level 852,30. Indeks Nasdaq merosot hingga 81,69 pouin (5,17%) ke level 1.499,21.
"Investor bingung. Kita mulai mengubah rute semula yakni membeli aset-aset buruk. Sekarang kita membuat segalanya menjadi holding company bank," ujar Craig Hester, CEO Hester Capital Management seperti dikutip dari Reuters, Kamis (13/11/2008).
Pelemahan Wall Street ini langsung diikuti oleh bursa-bursa regional. Pada perdagangan Kamis (13/11/2008) pukul 09.00 50 WIB, bursa-bursa Asia tercatat melemah seperti Tokyo melemah 5,12%, Shanghai turun 1,73%, Hang Seng merosot 6,2%, Straits Times turun 2,49%, KOSPI anjlok 4,4% dan IHSG turun 3,09%.
(qom/ir)
Dana bailout US$ 700 miliar itu akan digunakan untuk investasi langsung ke institusi finansial dan menopang pasar kredit konsumer.
Padahal Depkeu AS dalam rencana semula yang disetujui kongres adalah akan menggunakan dana itu untuk membeli aset-aset macet hipotek dari perbankan dan institusi finansial lainnya, sehingga kredit baru bisa mengucur lagi.
Namun nyatanya, rencana itu tak lagi sesuai dengan rencana awal. Menteri Keuangan AS Henry Paulson dalam konferensi persnya, Rabu (12/11/2008) menyatakan bahwa pembelian aset-aset macet bukanlah cara yang paling efektif untuk menggunakan dana bailout tersebut.
"Ini tidak akan menjadi fokus. Namun Depkeu akan terus mempelajari kegunaan dari pembelian yang ditargetkan itu," jelas Paulson seperti dikutip dari Reuters, Kamis (13/11/2008).
Depkeu AS sejauh ini telah menggunakan dana untuk menyuntik sejumlah bank, termasuk American International Group (AIG). Paulson mengatakan, pihaknya sedang mempertimbangkan putaran kedua untuk pembelian saham biasa baik di bank maupun institusi non bank.
"Fakta-fakta telah berubah dan situasi memburuk. Dengan melihat situasi yang kita hadapi, maka cara terbaik untuk menggunakan uang milik pembayar pajak adalah melalui program investasi," jelas Paulson seperti dikutip dari AFP.
Ia menambahkan US$ 700 miliar Troubled Asset Relief Program (TARP) sekarang akan difokuskan untuk menginjeksikan dana ke bank-bank dan non bank yang sedang bermasalah.
Termasuk di dalam rencana penyelamatan ini adalah untuk kartu kredit atau kredit otomotif yang menyerupai hipotek. TARP Program sendiri pada awalnya memang didesain untuk membeli aset-aset mortgage yang bermasalah.
Peralihan strategi itu telah mengecewakan investor. Indeks Dow Jones Industrial Average pada perdagangan Rabu (12/11/2008) ditutup merosot hingga 411,30 poin (4,73%) ke level 8.282,66. Indeks Standard & Poor's 500 juga merosot 46,65 poin (5,19%) ke level 852,30. Indeks Nasdaq merosot hingga 81,69 pouin (5,17%) ke level 1.499,21.
"Investor bingung. Kita mulai mengubah rute semula yakni membeli aset-aset buruk. Sekarang kita membuat segalanya menjadi holding company bank," ujar Craig Hester, CEO Hester Capital Management seperti dikutip dari Reuters, Kamis (13/11/2008).
Pelemahan Wall Street ini langsung diikuti oleh bursa-bursa regional. Pada perdagangan Kamis (13/11/2008) pukul 09.00 50 WIB, bursa-bursa Asia tercatat melemah seperti Tokyo melemah 5,12%, Shanghai turun 1,73%, Hang Seng merosot 6,2%, Straits Times turun 2,49%, KOSPI anjlok 4,4% dan IHSG turun 3,09%.
(qom/ir)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 19:08 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:54 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 17:23 WIB
SCTV Rebut Hak Siar Liga Champions dari Hary Tanoe
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
34 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
