Rupiah Belum Bebas Pelemahan
Jumat, 14/11/2008 08:35 WIB
(Foto: Indro-detikFinance)
Jakarta - Rupiah terus menghadapi tekanan karena masih tingginya permintaan dolar AS menjelang akhir tahun ini. Rupiah pagi ini melemah ke 11.725 per dolar AS.
Rupiah berharap kebijakan baru BI yang mengatur pembelian valas bisa berdampak positif. Sayangnya, peraturan itu malah tidak menyurutkan permintaan dolar AS.
Pada perdagangan valas pukul 08.30 WIB, Jumat (14/11/2008) rupiah turun 225 poin berada di level 11.725 per dolar AS. Posisi rupiah ini masih melemah signifikan dibanding penutupan Kamis kemarin (13/11/2008) yang ada di level 11.500 per doalr AS.
Treasury Division Head Bank NISP Suryanto Chang mengatakan setidaknya ada tiga alasan yang membuat rupiah cenderung melemah.
Pertama adalah meradangnya pasar saham global yang ikut menyeret pelemahan rupiah. Kedua, adalah permintaan dolar yang tinggi terutama menjelang akhir tahun. Ketiga, adalah tingginya eksposur asing di Indonesia melalui pasar saham dan SUN.
Sementara mata uang euro relatif stabil terhadap dolar AS yang pada pentupan perdagangan Kamis waktu AS (13/11/2008) ada di posisi 1,2522 dolar AS dari hari sebelumnya 1,2505 dolar AS.
(ir/ir)
Rupiah berharap kebijakan baru BI yang mengatur pembelian valas bisa berdampak positif. Sayangnya, peraturan itu malah tidak menyurutkan permintaan dolar AS.
Pada perdagangan valas pukul 08.30 WIB, Jumat (14/11/2008) rupiah turun 225 poin berada di level 11.725 per dolar AS. Posisi rupiah ini masih melemah signifikan dibanding penutupan Kamis kemarin (13/11/2008) yang ada di level 11.500 per doalr AS.
Treasury Division Head Bank NISP Suryanto Chang mengatakan setidaknya ada tiga alasan yang membuat rupiah cenderung melemah.
Pertama adalah meradangnya pasar saham global yang ikut menyeret pelemahan rupiah. Kedua, adalah permintaan dolar yang tinggi terutama menjelang akhir tahun. Ketiga, adalah tingginya eksposur asing di Indonesia melalui pasar saham dan SUN.
Sementara mata uang euro relatif stabil terhadap dolar AS yang pada pentupan perdagangan Kamis waktu AS (13/11/2008) ada di posisi 1,2522 dolar AS dari hari sebelumnya 1,2505 dolar AS.
(ir/ir)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 19:08 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:54 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 17:23 WIB
SCTV Rebut Hak Siar Liga Champions dari Hary Tanoe
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
34 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
