detikfinance

Sesi Siang

IHSG Rebound, Rupiah Masih Merah

Irna Gustia - detikfinance
Jumat, 14/11/2008 11:45 WIB
(Foto: Indro-detikFinance)
Jakarta - Pasar saham dalam negeri akhirnya bisa mengalami rebound atau kenaikan yang mengikuti pergerakan bursa saham regional. Sebaliknya rupiah masih saja dalam posisi melemah.  

Pada penutupan perdagangan saham sesi siang, Jumat (14/11/2008) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 12,760 poin (1,01%) menjadi 1.272,473.

Reboundnya IHSG ini dipacu oleh terhentinya aksi jual besar-besaran terhadap saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) karena sentimen perusahaan akan melakukan buy back senilai Rp 8 triliun lebih.

Saham BUMI yang selama enam haru berturut-turut merosot akhirnya bisa naik dan sempat menguat hingga 9,32% sebelum akhirnya ditutup stagnan di level 1.180 per saham.

Gerak saham BUMI sesi siang ini sangat fluktuatif. Ketika dibuka langsung anjlok 9,32% dan kepentok auto rejection di posisi Rp 1.070, namun kemudian menguat tinggi dan beberapa kali sempat melemah lagi sebelumnya akhirnya ditutup stganan.  

Sedangkan rupiah pada perdagangan valas pukul 11.30 WIB, turun 175 poin ke posisi 11.675 per dolar AS. Bank Indonesia (BI) mengakui, sangat sulit untuk melawan arus pasar dalam kondisi seperti ini.

"Kita tidak bisa melawan pasar," kata Gubernur BI Boediono dalam konferensi pers dikantornya, Jakarta, Jumat (14/11/2008).

Boediono menambahkan, BI akan terus berada di pasar. Meski sulit menahan laju pelemahan rupiah, namun BI akan berupaya untuk menahan gejolaknya.

Berdasarkan laporan kebijakan moneter BI untuk November, dikatakan bahwa nilai tukar rupiah selama bulan Oktober mengalami pelemahan akibat perilaku menghindari risiko investor asing.

Perdagangan saham sesi siang mencatat transaksi sebanyak 31.639 kali, dengan volume 1,817 miliar unit saham, senilai Rp 1,409 triliun. Sebanyak 54 saham naik, 46 saham turun dan 43 saham stagnan.    

IHSG mengikuti naiknya saham-saham di bursa Asia siang ini seperti Hang Seng naik 3,39%, KOSPI naik 0,65%, Nikkei naik 4,02%, Shanghai naik 1,83%, STI Singapura naik 1,81% dan Taiwan naik 0,56%.

Saham-saham yang naik harganya antara lain, Perusahaan Gas Negara (PGAS) naik Rp 80 menjadi Rp 1.790, Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) naik Rp 500 menjadi Rp 6.350, Telkom (TLKM) naik Rp 200 menjadi Rp 5.900, Aneka Tambang (ANTM) naik Rp 30 menjadi Rp 1.060, United Tractors (UNTR) naik Rp 150 menjadi Rp 3.875 dan Astra Internasional (ASII) naik Rp 350 menjadi Rp 9.750.



(ir/qom)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.