Review IHSG Sepekan
Tak Kuat Menahan Gempuran
Sabtu, 15/11/2008 11:45 WIB
Foto: Indro Bagus/detikFinance
Jakarta - Pelemahan bursa-bursa utama dunia akibat ancaman resesi global tak bisa dilawan oleh pasar saham Indonesia. Perdagangan saham Bursa Efek Indonesia masih saja lesu, dengan IHSG secara total mencatat penurunan hingga 5,53%.
Pergerakan IHSG sepanjang pekan ini sangat ragu-ragu, pada kisaran yang tipis. Penurunan tajam terjadi pada perdagangan Kamis, setelah Wall Street mencatat penurunan terbesar. Berikut pergerakan IHSG sepekan:
Panin Sekuritas dalam review IHSG-nya menyatakan, IHSG sepanjang pekan ini bergerak melemah -5.53% ditutup pada level 1.264.38. Sementara pada perdagangan hari Jumat, pergerakan IHSG tertahan oleh terus melemahnya nilai tukar rupiah dan pergerakan saham BUMI yang fluktuatif.
Perdagangan sepanjang pekan lalu juga dipengaruhi oleh kekhawatiran investor global akan dampak resesi yang berkepanjangan. Investor masih mencoba mengira kapan perekonomian global akan kembali pulih. Dampak melemahnya ekonomi global terefleksikan pada pergerakan harga komoditas yang terus melemah.
Harga crude oil terus merosot menembus level $60/barel, bahkan sempat menyentuh level terendah di $55/barel. Berbagai data makro ekonomi dari China dan Eropa juga mengarah pada resesi global.
Sementara pekan ini, fokus investor dalam negeri selain perkembangan bursa regional, juga pergerakan rupiah yang terus terpuruk menuju level tahun 1998. Pekan lalu BI bahkan menerbitkan peraturan pembatasan pembelian valas guna mencegah terus merosotnya nilai tukar rupiah.
Perkembangan saham BUMI dan grup Bakrie lainnya juga masih akan menyita perhatian investor. Secara teknikal, IHSG terlihat tengah bergerak dalam pola sideways dalam jangka pendek. Minimnya sentimen positif menyebabkan sulit bagi IHSG untuk rebound lebih lanjut. Kisaran support-resistance 1.200-1.290.
(qom/qom)
Pergerakan IHSG sepanjang pekan ini sangat ragu-ragu, pada kisaran yang tipis. Penurunan tajam terjadi pada perdagangan Kamis, setelah Wall Street mencatat penurunan terbesar. Berikut pergerakan IHSG sepekan:
- Senin, 10 November: IHSG ditutup naik tipis 2,321 (0,17%) ke level 1.340,681.
- Selasa, 11 November: IHSG turun 4,124 poin (0,31%) menjadi 1.336,557.
- Rabu, 12 November: IHSG turun 9,936 poin (0,74%) menjadi 1.326,621.
- Kamis, 13November: IHSG anjlok 66,908 poin (5,04%) menjadi 1.259,713.
- Jumat, 14 November: IHSG naik tipis 4,664 poin (0,37%) menjadi 1.264,377.
Panin Sekuritas dalam review IHSG-nya menyatakan, IHSG sepanjang pekan ini bergerak melemah -5.53% ditutup pada level 1.264.38. Sementara pada perdagangan hari Jumat, pergerakan IHSG tertahan oleh terus melemahnya nilai tukar rupiah dan pergerakan saham BUMI yang fluktuatif.
Perdagangan sepanjang pekan lalu juga dipengaruhi oleh kekhawatiran investor global akan dampak resesi yang berkepanjangan. Investor masih mencoba mengira kapan perekonomian global akan kembali pulih. Dampak melemahnya ekonomi global terefleksikan pada pergerakan harga komoditas yang terus melemah.
Harga crude oil terus merosot menembus level $60/barel, bahkan sempat menyentuh level terendah di $55/barel. Berbagai data makro ekonomi dari China dan Eropa juga mengarah pada resesi global.
Sementara pekan ini, fokus investor dalam negeri selain perkembangan bursa regional, juga pergerakan rupiah yang terus terpuruk menuju level tahun 1998. Pekan lalu BI bahkan menerbitkan peraturan pembatasan pembelian valas guna mencegah terus merosotnya nilai tukar rupiah.
Perkembangan saham BUMI dan grup Bakrie lainnya juga masih akan menyita perhatian investor. Secara teknikal, IHSG terlihat tengah bergerak dalam pola sideways dalam jangka pendek. Minimnya sentimen positif menyebabkan sulit bagi IHSG untuk rebound lebih lanjut. Kisaran support-resistance 1.200-1.290.
(qom/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 19:08 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:54 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 17:23 WIB
SCTV Rebut Hak Siar Liga Champions dari Hary Tanoe
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
34 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
