Indonesia Perlu Debt Resolution untuk Atasi Krisis
Minggu, 16/11/2008 16:45 WIB
Foto: Istimewa
Jakarta - Indonesia perlu melakukan debt resolution (resolusi utang) terutama utang luar
negeri dalam rangka mengantisipasi krisis ekonomi yang masih akan melanda Indonesia
di tahun 2009.
Hal tersebut dikemukakan oleh Ekonom Kepala The Indonesia Economic Intelligence
Sunarsip di sela-sela acara diskusi Economic & Banking Outlook 2009, Jakarta, Minggu
(16/11/2008).
"Saya mengusulkan pemerintah bisa membuat resolusi terhadap utang luar negeri untuk
mengantisipasi krisis ekonomi," katanya.
Ia mengatakan, hingga triwulan III 2008 utang pokok dan bunga utang luar negeri
pemerintah dan swasta sudah mencapai US$ 147,4 triliun. Tingginya pembayaran
pinjaman luar negeri tersebut menjadi salah satu penyebab tingginya permintaan valas
sehingga menekan kurs rupiah.
Resolusi utang tersebut juga dimaksudkan untuk mengurangi dampak terhadap cicilan
pokok dan bunga pinjaman luar negeri. "Caranya bisa dengan me-reschedule kembali
jadwal pembayaran utang. Dari sekarang lakukan negosiasi antara debitur lokal
bersama kreditur asing," ucapnya.
Menurutnya, hal tersebut perlu segera dilakukan ketika posisi Indonesia sekarang ini
masih relatif aman, sehingga tidak terlambat seperti ketika krisis tahun 1998.
"Mumpung sekarang krisis masih under control, debt resolution harus dilakukan
segera," ungkapnya. Terutama untuk pinjaman dari swasta.
Menurutnya, jika sebuah perusahaan swasta memiliki pinjaman yang cukup tinggi maka
mempengaruhi pengurangan kemampuan cash flow-nya sehingga perusahaan tersebut
membutuhkan insentif. "Akhirnya bisa menunda pembayaran pajak kepada negara,"
imbuhnya.
(ang/lih)
negeri dalam rangka mengantisipasi krisis ekonomi yang masih akan melanda Indonesia
di tahun 2009.
Hal tersebut dikemukakan oleh Ekonom Kepala The Indonesia Economic Intelligence
Sunarsip di sela-sela acara diskusi Economic & Banking Outlook 2009, Jakarta, Minggu
(16/11/2008).
"Saya mengusulkan pemerintah bisa membuat resolusi terhadap utang luar negeri untuk
mengantisipasi krisis ekonomi," katanya.
Ia mengatakan, hingga triwulan III 2008 utang pokok dan bunga utang luar negeri
pemerintah dan swasta sudah mencapai US$ 147,4 triliun. Tingginya pembayaran
pinjaman luar negeri tersebut menjadi salah satu penyebab tingginya permintaan valas
sehingga menekan kurs rupiah.
Resolusi utang tersebut juga dimaksudkan untuk mengurangi dampak terhadap cicilan
pokok dan bunga pinjaman luar negeri. "Caranya bisa dengan me-reschedule kembali
jadwal pembayaran utang. Dari sekarang lakukan negosiasi antara debitur lokal
bersama kreditur asing," ucapnya.
Menurutnya, hal tersebut perlu segera dilakukan ketika posisi Indonesia sekarang ini
masih relatif aman, sehingga tidak terlambat seperti ketika krisis tahun 1998.
"Mumpung sekarang krisis masih under control, debt resolution harus dilakukan
segera," ungkapnya. Terutama untuk pinjaman dari swasta.
Menurutnya, jika sebuah perusahaan swasta memiliki pinjaman yang cukup tinggi maka
mempengaruhi pengurangan kemampuan cash flow-nya sehingga perusahaan tersebut
membutuhkan insentif. "Akhirnya bisa menunda pembayaran pajak kepada negara,"
imbuhnya.
(ang/lih)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 19:08 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:54 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 17:23 WIB
SCTV Rebut Hak Siar Liga Champions dari Hary Tanoe
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
34 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
