IHSG Bisa Memburuk Lagi
Kamis, 20/11/2008 07:26 WIB
(Foto: Indro-detikFinance)
Jakarta - Kejatuhan saham-saham di Wall Street yang diikuti bursa utama Asia Nikkei pada Kamis pagi ini memberikan sinyal Indeks Harga Saham Gabuangan (IHSG) bisa memburuk lagi.
IHSG pada perdagangan saham Kamis (20/11/2008) diprediksi akan terseret pelemahan bursa global yang kian mencemaskan ini.
Saham-saham di Wall Street mencatat penurunan tajam hingga level terendahnya dalam 5,5 tahun terakhir. Upaya penyelamatan sektor otomotif yang masih jadi perdebatan menjadi salah satu penyebabnya.
Pada perdagangan Rabu (19/11/2008), indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup merosot hingga 427,47 poin (5,07%) ke level 7.997,28. Inilah untuk pertama kalinya Dow Jones berada di bawah level 8.000 sejak Maret 2003.
Sementara indeks Standard & Poor's turun hingga 52,54 poin (6,12%) ke level 806,58. Nasdaq anjlok 96,85 poin (6,53%) ke level 1.386,42. S&P dan Nasdaq berada di titik terendahnya sejak Maret 2003.
Pelemahan Wall Street juga sudah mulai diikuti oleh Nikkei yang pagi ini turun 1,49% atau 123,45 poin menjadi 8.149,77. Bursa saham Australia S&P/ASX200 juga anjlok 4,2% atau 147,7 poin menjadi 3.351,9.
Krisis finansial global yang terus melanda menjadikan pelaku pasar global kehilangan gairan untuk masuk ke pasar saham.
Dari dalam negeri sentimen saham grup Bakrie yang belum tuntas masalah utang reponya dan pelemahan rupiah yang menabrak level 12.000 per dolar menjadikan pasar saham jauh dari suasana kondusif.
Sementara pada penutupan perdagangan saham Rabu kemarin (19/11/2008) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 9,505 poin (0,8%) menjadi 1.180,357.
Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.
Panin Sekuritas
Anjloknya nilai tukar rupiah yang menembus level psikologis Rp 12.000/USD, serta pergerakan bursa regional yang melemah mendorong indeks bergerak melemah -0.80%. Sementara hari ini, kami perkirakan fokus pasar akan berada pada pergerakan kurs rupiah. Selain itu, minimnya sentimen positif serta situasi perekonomian dunia yang terancam resesi berkepanjangan membuat investor masih melakukan wait and see. Terlihat transaksi dalam 2 hari terakhir terbilang sangat tipis, hanya berkisar Rp1.3T. Kisaran support-resistance hari ini 1.106-1.200.
Optima Securities
Indeks akhirnya ditutup melemah tipis 9 poin menjadi 1.180 karena menjelang penutupan terjadi akumulasi. Keluarnya PBI baru tentang fasilitas pembiayaan darurat bagi bank umum dan rencana pemerintah mewajibkan kontraktor migas menyimpan uangnya di perbankan nasional bisa menjadi sentimen positif ke sektor perbankan. Penurunan indeks diperkirakan masih berlanjut di level 1.140-1.190 dengan pilihan saham: BBCA, INDF, INCO, BDMN, dan UNVR.
eTrading Securities
Bursa Indonesia kembali mengalami hari yang volatile kemarin dengan rentang perdagangan mencapai 30 poin dan beberapa kali mengalami swing selama sehari kemarin. Indeks sempat menyentuh titik terendah 1159 meski pada akhir perdagangan berhasil rebound dan ditutup melemah tipis 9,5 poin (0,8%) ke level 1180,3. Trading value kembali tipis menandakan investor terlihat masih ragu untuk kembali masuk ke bursa setelah indeks menembus support kuat di 1187. Penurunan saham-saham grup Bakrie masih menjadi sentimen negatif bagi bursa, ditambah dengan melemahnya sektor banking dan Coal player.
Bursa As semalam kembali mencetak rekor setelah melorot ke level terendah sejak 5 tahun terakhir. Dow menembus level 8000 di 7,997 atau melemah lebih dari 5%, terkait outlook dari The Fed mengenai kontraksi yang akan semakin parah jika pemain industri otomotif seperti General Motor dan Ford tidak diselamatkan seiring kesulitan finansial. Data pendirian rumah baru turun 4,5% selama bulan Oktober disertai dengan turunnya angka inflasi sebesar 1% (terbesar sejak 61 tahun terakhir) membuat pasar merespon negatif akan outlok pertumbuhan ekonomi US yang akan melambat. Terkait hal ini, mayoritas bursa Asia juga dibuka anjlok, Nikkei turun di bawah level 8000 (-3,7%), KOSPI -4,5%, AORD -3%.
Bursa Indonesia dipastikan akan kembali bergerak melemah seiring anloknya bursa-bursa Asia yang menjadi sentimen negatif yang cukup kuat hari ini. Tekanan jual akan kembali menimpa sektor mining dan energy related serta sektor banking seiring kembali melemahnya harga minyak dunia ke level US$ 53/barrel. Trading value pun kami perkirakan akan kembali kecil seiring investor masih wait and see sampai kondisi kembali stabil. Support kuat 1150 akan kembali diuji dengan support berikutnya di 1.089.
(ir/ir)
IHSG pada perdagangan saham Kamis (20/11/2008) diprediksi akan terseret pelemahan bursa global yang kian mencemaskan ini.
Saham-saham di Wall Street mencatat penurunan tajam hingga level terendahnya dalam 5,5 tahun terakhir. Upaya penyelamatan sektor otomotif yang masih jadi perdebatan menjadi salah satu penyebabnya.
Pada perdagangan Rabu (19/11/2008), indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup merosot hingga 427,47 poin (5,07%) ke level 7.997,28. Inilah untuk pertama kalinya Dow Jones berada di bawah level 8.000 sejak Maret 2003.
Sementara indeks Standard & Poor's turun hingga 52,54 poin (6,12%) ke level 806,58. Nasdaq anjlok 96,85 poin (6,53%) ke level 1.386,42. S&P dan Nasdaq berada di titik terendahnya sejak Maret 2003.
Pelemahan Wall Street juga sudah mulai diikuti oleh Nikkei yang pagi ini turun 1,49% atau 123,45 poin menjadi 8.149,77. Bursa saham Australia S&P/ASX200 juga anjlok 4,2% atau 147,7 poin menjadi 3.351,9.
Krisis finansial global yang terus melanda menjadikan pelaku pasar global kehilangan gairan untuk masuk ke pasar saham.
Dari dalam negeri sentimen saham grup Bakrie yang belum tuntas masalah utang reponya dan pelemahan rupiah yang menabrak level 12.000 per dolar menjadikan pasar saham jauh dari suasana kondusif.
Sementara pada penutupan perdagangan saham Rabu kemarin (19/11/2008) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 9,505 poin (0,8%) menjadi 1.180,357.
Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.
Panin Sekuritas
Anjloknya nilai tukar rupiah yang menembus level psikologis Rp 12.000/USD, serta pergerakan bursa regional yang melemah mendorong indeks bergerak melemah -0.80%. Sementara hari ini, kami perkirakan fokus pasar akan berada pada pergerakan kurs rupiah. Selain itu, minimnya sentimen positif serta situasi perekonomian dunia yang terancam resesi berkepanjangan membuat investor masih melakukan wait and see. Terlihat transaksi dalam 2 hari terakhir terbilang sangat tipis, hanya berkisar Rp1.3T. Kisaran support-resistance hari ini 1.106-1.200.
Optima Securities
Indeks akhirnya ditutup melemah tipis 9 poin menjadi 1.180 karena menjelang penutupan terjadi akumulasi. Keluarnya PBI baru tentang fasilitas pembiayaan darurat bagi bank umum dan rencana pemerintah mewajibkan kontraktor migas menyimpan uangnya di perbankan nasional bisa menjadi sentimen positif ke sektor perbankan. Penurunan indeks diperkirakan masih berlanjut di level 1.140-1.190 dengan pilihan saham: BBCA, INDF, INCO, BDMN, dan UNVR.
eTrading Securities
Bursa Indonesia kembali mengalami hari yang volatile kemarin dengan rentang perdagangan mencapai 30 poin dan beberapa kali mengalami swing selama sehari kemarin. Indeks sempat menyentuh titik terendah 1159 meski pada akhir perdagangan berhasil rebound dan ditutup melemah tipis 9,5 poin (0,8%) ke level 1180,3. Trading value kembali tipis menandakan investor terlihat masih ragu untuk kembali masuk ke bursa setelah indeks menembus support kuat di 1187. Penurunan saham-saham grup Bakrie masih menjadi sentimen negatif bagi bursa, ditambah dengan melemahnya sektor banking dan Coal player.
Bursa As semalam kembali mencetak rekor setelah melorot ke level terendah sejak 5 tahun terakhir. Dow menembus level 8000 di 7,997 atau melemah lebih dari 5%, terkait outlook dari The Fed mengenai kontraksi yang akan semakin parah jika pemain industri otomotif seperti General Motor dan Ford tidak diselamatkan seiring kesulitan finansial. Data pendirian rumah baru turun 4,5% selama bulan Oktober disertai dengan turunnya angka inflasi sebesar 1% (terbesar sejak 61 tahun terakhir) membuat pasar merespon negatif akan outlok pertumbuhan ekonomi US yang akan melambat. Terkait hal ini, mayoritas bursa Asia juga dibuka anjlok, Nikkei turun di bawah level 8000 (-3,7%), KOSPI -4,5%, AORD -3%.
Bursa Indonesia dipastikan akan kembali bergerak melemah seiring anloknya bursa-bursa Asia yang menjadi sentimen negatif yang cukup kuat hari ini. Tekanan jual akan kembali menimpa sektor mining dan energy related serta sektor banking seiring kembali melemahnya harga minyak dunia ke level US$ 53/barrel. Trading value pun kami perkirakan akan kembali kecil seiring investor masih wait and see sampai kondisi kembali stabil. Support kuat 1150 akan kembali diuji dengan support berikutnya di 1.089.
(ir/ir)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 19:08 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:54 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 17:23 WIB
SCTV Rebut Hak Siar Liga Champions dari Hary Tanoe
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
34 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
