Nasabah Sayangkan Kondisi Bank Century Ditutup-tutupi
Jumat, 21/11/2008 11:20 WIB
(Foto: Indro-detikFinance)
Jakarta - Nasabah PT Bank Century Tbk menyayangkan sikap manajemen dan otoritas moneter yang terkesan menutup-nutupi kondisi bank swasta tersebut yang sedang kesulitan likuiditas.
"Kenapa selalu beritanya baik-baik? Padahal bank ini sedang krisis. Kami nasabah kesulitan menarik dana. Jadi dalam seminggu ini ada apa?" tanya Silvia (40 tahun) nasabah Bank Century cabang Greenville, Jakarta Barat dalam perbincangannya dengan detikFinance, Jumat (21/11/2008).
Silvia mengaku memiliki dana berupa deposan sejumlah Rp 700-800 juta di Bank Century. Dana itu sebagian kecil sudah dicairkan sekitar Rp 100 juta ditambah bunga menjadi Rp 111 juta. Sedangkan depositonya yang jatuh tempo tanggal 28 November masih ada sekitar US$ 50 ribu.
Kebanyakan nasabah memang sudah merasakan ada ketidakberesan di Bank Century sejak bank itu mengalami gagal kliring pada 13 November 2008. Alasan manajemen tidak bisa ikut kliring karena telat setoran dinilai cuma mengada-ada.
"Karena sebenarnya mereka sudah tidak punya kas lagi," katanya.
Bukti bank tersebut tidak memiliki dana kas, kata Silvia terlihat dari kebijakan bank itu yang hanya bisa menarik dana maksimal Rp 5 juta selama periode 13-20 November 2008. Malah kadang-kadang hanya bisa menarik Rp 2 juta tergantung kas yang tersedia.
Selain itu, nasabah yang ingin mencairkan deposito disuruh masuk ke tabungan. Jadi mau tidak mau banyak nasabah yang pindah ke tabungan karena bisa diambil tanpa harus menunggu jatuh tempo. "Itu kan bukti dia tidak punya kas," ulang Silvia.
Silvia mengaku sudah mencium beberapa kejanggalan sejak bank itu gagal kliring minggu lalu sehingga dia berinisiatif sendiri menelpon manajemen dan Lembaga Penjaminan Simpanan.
"Akhirnya mereka mencairkan deposito saya nilainya sekitar pokok Rp 100 juta plus bunga Rp 111 juta," katanya.
Menurut Silvia dirinya sempat menghubungi LPS menanyakan kenapa lembaga ini tidak mengambilalih Bank Century. "Tapi LPS menjawab kalau belum dilikuidasi, LPS belum bisa masuk. Makanya saya kaget tadi pagi LPS masuk padahal belum dilikuidasi," jelasnya.
Dengan masuknya LPS Silvia mengaku justru lebih tenang karena berarti dana nasabah aman. Silvia mengaku sebenarnya dirinya sangat puas menjadi nasabah Bank Century sebelum mengalami gagal kliring.
"Sebenarnya saya suka dengan Bank Century karena simpanan dalam bentuk dolar lebih mudah ditransaksikan dan Bank Century penukar uang dalam jumlah besar. Tapi sekarang malah begini," pungkasnya.
(ir/qom)
"Kenapa selalu beritanya baik-baik? Padahal bank ini sedang krisis. Kami nasabah kesulitan menarik dana. Jadi dalam seminggu ini ada apa?" tanya Silvia (40 tahun) nasabah Bank Century cabang Greenville, Jakarta Barat dalam perbincangannya dengan detikFinance, Jumat (21/11/2008).
Silvia mengaku memiliki dana berupa deposan sejumlah Rp 700-800 juta di Bank Century. Dana itu sebagian kecil sudah dicairkan sekitar Rp 100 juta ditambah bunga menjadi Rp 111 juta. Sedangkan depositonya yang jatuh tempo tanggal 28 November masih ada sekitar US$ 50 ribu.
Kebanyakan nasabah memang sudah merasakan ada ketidakberesan di Bank Century sejak bank itu mengalami gagal kliring pada 13 November 2008. Alasan manajemen tidak bisa ikut kliring karena telat setoran dinilai cuma mengada-ada.
"Karena sebenarnya mereka sudah tidak punya kas lagi," katanya.
Bukti bank tersebut tidak memiliki dana kas, kata Silvia terlihat dari kebijakan bank itu yang hanya bisa menarik dana maksimal Rp 5 juta selama periode 13-20 November 2008. Malah kadang-kadang hanya bisa menarik Rp 2 juta tergantung kas yang tersedia.
Selain itu, nasabah yang ingin mencairkan deposito disuruh masuk ke tabungan. Jadi mau tidak mau banyak nasabah yang pindah ke tabungan karena bisa diambil tanpa harus menunggu jatuh tempo. "Itu kan bukti dia tidak punya kas," ulang Silvia.
Silvia mengaku sudah mencium beberapa kejanggalan sejak bank itu gagal kliring minggu lalu sehingga dia berinisiatif sendiri menelpon manajemen dan Lembaga Penjaminan Simpanan.
"Akhirnya mereka mencairkan deposito saya nilainya sekitar pokok Rp 100 juta plus bunga Rp 111 juta," katanya.
Menurut Silvia dirinya sempat menghubungi LPS menanyakan kenapa lembaga ini tidak mengambilalih Bank Century. "Tapi LPS menjawab kalau belum dilikuidasi, LPS belum bisa masuk. Makanya saya kaget tadi pagi LPS masuk padahal belum dilikuidasi," jelasnya.
Dengan masuknya LPS Silvia mengaku justru lebih tenang karena berarti dana nasabah aman. Silvia mengaku sebenarnya dirinya sangat puas menjadi nasabah Bank Century sebelum mengalami gagal kliring.
"Sebenarnya saya suka dengan Bank Century karena simpanan dalam bentuk dolar lebih mudah ditransaksikan dan Bank Century penukar uang dalam jumlah besar. Tapi sekarang malah begini," pungkasnya.
(ir/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 19:08 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:54 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 17:23 WIB
SCTV Rebut Hak Siar Liga Champions dari Hary Tanoe
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
34 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
