Penerbitan Surat Utang AS Bahayakan Rupiah
Minggu, 23/11/2008 12:30 WIB
Jakarta - Rencana penerbitan surat utang negara Amerika Serikat (AS) dinilai akan menambah ketatnya likuiditas dolar di dunia dan semakin membahayakan nilai tukar rupiah. Pemerintah diminta mengeluarkan langkah nyata untuk mengantisipasinya.
"Jika pemerintah AS jadi menerbitkan surat utang, penguatan dolar akan terus terjadi dan membahayakan semua mata uang dunia, termasuk rupiah," ujar pengamat Farial Anwar saat dihubungi detikFinance, Minggu (23/11/2008).
Menurut Farial, rencana AS menerbitkan surat utang senilai US$ 500 miliar disebabkan pemerintah AS tidak memiliki dana untuk merealisasikan bailout US$ 720-750 miliar. "AS akan defisit besar jika tidak menerbitkan surat utang. Nilai surat utang yang akan diterbitkan belum pasti, tapi yang jelas akan berpengaruh besar pada seluruh mata uang dunia," jelas Farial.
Penerbitan surat utang miliaran dolar diperkirakan bakal menyerap dolar dari seluruh dunia ke AS. Menurut Farial, dalam kondisi seperti sekarang ini, penyerapan dolar akan menyebabkan dolar semakin langka di pasaran.
"Ini akan mendorong penguatan drastis mata uang dolar terhadap seluruh mata uang dunia, terutama negara-negara yang ikut membeli surat utang AS. Rupiah bakal anjlok tajam. Saya belum bisa perkirakan angkanya, yang jelas anjlok cukup tajam," jelas Farial.
Untuk mengantisipasinya, Farial mewakili pengamat ekonomi lainnya menghimbau pemerintah segera menyusun langkah nyata yang antisipatif menghadapi situasi tersebut. Sebab saat ini, dolar menjadi pilihan investasi utama para investor menyusul kejatuhan pasar saham dan komoditas.
"Investasi dolar saat ini menjadi pilihan utama. Sebab investasi di saham atau komoditas kurang menarik karena sedang terpuruk. Oleh sebab itu pemerintah perlu menyusun langkah pengamanan rupiah yang nyata, terutama menghadapi penerbitan surat utang AS. Karena ini masalah krusial. Jika rupiah anjlok semakin tajam, bisa membahayakan seluruh ekonomi negara ini," pungkas Farial.
(dro/dro)
"Jika pemerintah AS jadi menerbitkan surat utang, penguatan dolar akan terus terjadi dan membahayakan semua mata uang dunia, termasuk rupiah," ujar pengamat Farial Anwar saat dihubungi detikFinance, Minggu (23/11/2008).
Menurut Farial, rencana AS menerbitkan surat utang senilai US$ 500 miliar disebabkan pemerintah AS tidak memiliki dana untuk merealisasikan bailout US$ 720-750 miliar. "AS akan defisit besar jika tidak menerbitkan surat utang. Nilai surat utang yang akan diterbitkan belum pasti, tapi yang jelas akan berpengaruh besar pada seluruh mata uang dunia," jelas Farial.
Penerbitan surat utang miliaran dolar diperkirakan bakal menyerap dolar dari seluruh dunia ke AS. Menurut Farial, dalam kondisi seperti sekarang ini, penyerapan dolar akan menyebabkan dolar semakin langka di pasaran.
"Ini akan mendorong penguatan drastis mata uang dolar terhadap seluruh mata uang dunia, terutama negara-negara yang ikut membeli surat utang AS. Rupiah bakal anjlok tajam. Saya belum bisa perkirakan angkanya, yang jelas anjlok cukup tajam," jelas Farial.
Untuk mengantisipasinya, Farial mewakili pengamat ekonomi lainnya menghimbau pemerintah segera menyusun langkah nyata yang antisipatif menghadapi situasi tersebut. Sebab saat ini, dolar menjadi pilihan investasi utama para investor menyusul kejatuhan pasar saham dan komoditas.
"Investasi dolar saat ini menjadi pilihan utama. Sebab investasi di saham atau komoditas kurang menarik karena sedang terpuruk. Oleh sebab itu pemerintah perlu menyusun langkah pengamanan rupiah yang nyata, terutama menghadapi penerbitan surat utang AS. Karena ini masalah krusial. Jika rupiah anjlok semakin tajam, bisa membahayakan seluruh ekonomi negara ini," pungkas Farial.
(dro/dro)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 10:15 WIB
Saham Anjlok, Facebook & Morgan Stanley Digugat Investor
-
Kamis, 24/05/2012 17:23 WIB
SCTV Rebut Hak Siar Liga Champions dari Hary Tanoe
-
Kamis, 24/05/2012 15:44 WIB
Ini Isi Surat Lengkap Investor Tol ke SBY
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
34 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
