Bakrie Pastikan Penjualan BUMI ke Northstar Rampung
Kamis, 27/11/2008 17:47 WIB
Foto: Reuters
Jakarta - PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) menyatakan bahwa proses uji tuntas (due dilligence) penjualan seluruh sahamnya di PT Bumi Resources Tbk (BUMI) akan rampung sesuai jadwal.
Dalam klausul perjanjian BNBR dengan konsorsium Northstar Pacific Partnerts Ltd dan Texas Pacific Group, masa due dilligence dijadwalkan rampung besok, Jumat (28/11/2008).
"Proses due dilligence sukses dilakukan sesuai jadwal," ujar Direktur BNBR, Dileep Srivastava saat dihubungi detikFinance, Kamis (27/11/2008).
Pada 31 Oktober 2008, BNBR dan konsorsium Northstar menandatangani kesepakatan pra jual beli atas 35% saham BUMI senilai US$ 1,3 miliar. Masa due dilligence dijadwalkan selama 28 hari yang berarti akan berakhir besok.
Dalam klausul perjanjian, Northstar memberikan waktu pada BNBR agar mengamankan saham-sahamnya agar bisa dieksekusi saat masa due dilligence berakhir 28 November 2008.
Seharusnya, BNBR memiliki 35% saham BUMI. Namun sebanyak 26,42% saham BUMI saat ini beredar di sejumlah kreditur baik lokal maupun asing lantaran sedang digadaikan oleh BNBR.
Oleh karena itu, Northstar meminta pada BNBR agar mengamankan saham-sahamnya yang beredar di tangan para kreditur agar dapat dieksekusi oleh Northstar dan TPG ketika due dilligence berakhir.
Sayangnya, Dileep belum mau memberikan jumlah saham berhasil dikumpulkan perseroan hingga hari ini.
"Terlalu prematur untuk menginformasikan bentuk final atau pun persentase saham BUMI sebelum transaksi closing," ujar Dileep.
Kendati demikian, CEO Northstar Patrick Walujo menyatakan dalam keterangan tertulisnya kepada detikFinance, bahwa kemungkinan besar Northstar hanya akan mengeksekusi 10-20% saham BUMI.
"Kami memahami bahwa porsi sahamnya saat ini sudah tidak mencapai 35%. Sebagian besar sudah dilepas ke pasar oleh kreditur-krediturnya. Mungkin saham yang akan kami ambil antara 10% hingga 20%," ujar Patrick.
Meski begitu, Patrick memastikan bahwa transaksi pembelian saham BUMI akan tetap dilakukan. Sebab, Northstar sudah berminat membeli BUMI sejak tahun 2006.
"Kami tidak mungkin memilih opsi walk away dalam transaksi ini. Dalam satu dua hari ini akan ada kesepakatan dengan Bakrie Group," ujar Patrick.
(dro/qom)
Dalam klausul perjanjian BNBR dengan konsorsium Northstar Pacific Partnerts Ltd dan Texas Pacific Group, masa due dilligence dijadwalkan rampung besok, Jumat (28/11/2008).
"Proses due dilligence sukses dilakukan sesuai jadwal," ujar Direktur BNBR, Dileep Srivastava saat dihubungi detikFinance, Kamis (27/11/2008).
Pada 31 Oktober 2008, BNBR dan konsorsium Northstar menandatangani kesepakatan pra jual beli atas 35% saham BUMI senilai US$ 1,3 miliar. Masa due dilligence dijadwalkan selama 28 hari yang berarti akan berakhir besok.
Dalam klausul perjanjian, Northstar memberikan waktu pada BNBR agar mengamankan saham-sahamnya agar bisa dieksekusi saat masa due dilligence berakhir 28 November 2008.
Seharusnya, BNBR memiliki 35% saham BUMI. Namun sebanyak 26,42% saham BUMI saat ini beredar di sejumlah kreditur baik lokal maupun asing lantaran sedang digadaikan oleh BNBR.
Oleh karena itu, Northstar meminta pada BNBR agar mengamankan saham-sahamnya yang beredar di tangan para kreditur agar dapat dieksekusi oleh Northstar dan TPG ketika due dilligence berakhir.
Sayangnya, Dileep belum mau memberikan jumlah saham berhasil dikumpulkan perseroan hingga hari ini.
"Terlalu prematur untuk menginformasikan bentuk final atau pun persentase saham BUMI sebelum transaksi closing," ujar Dileep.
Kendati demikian, CEO Northstar Patrick Walujo menyatakan dalam keterangan tertulisnya kepada detikFinance, bahwa kemungkinan besar Northstar hanya akan mengeksekusi 10-20% saham BUMI.
"Kami memahami bahwa porsi sahamnya saat ini sudah tidak mencapai 35%. Sebagian besar sudah dilepas ke pasar oleh kreditur-krediturnya. Mungkin saham yang akan kami ambil antara 10% hingga 20%," ujar Patrick.
Meski begitu, Patrick memastikan bahwa transaksi pembelian saham BUMI akan tetap dilakukan. Sebab, Northstar sudah berminat membeli BUMI sejak tahun 2006.
"Kami tidak mungkin memilih opsi walk away dalam transaksi ini. Dalam satu dua hari ini akan ada kesepakatan dengan Bakrie Group," ujar Patrick.
(dro/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 19:08 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:54 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 17:23 WIB
SCTV Rebut Hak Siar Liga Champions dari Hary Tanoe
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
34 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
